
Sky yang tengah terkejut, justru berbanding terbalik dengan wanita yang kini tengah menatap pria itu dengan menggelengkan kepalanya.
"Kenapa setiap kali bertemu denganku kau pasti terkejut, kakak ipar." Ucap Aluna sembari menghela napasnya.
Karena bukan kali ini saja Sky terkejut. Dulu saat pertama kali mereka bertemu di pernikahan Alena pun Sky terkejut sampai tak bisa berkata-kata. Padahal sekarang ini mereka sudah menjadi saudara ipar meskipun jarang bertemu.
"Oh ya ampun, aku kira kau Alana." Sky kini bisa bernapas dengan lega saat mengetahui wanita yang ada dihadapannya bukan Alana, karena jelas-jelas wanita itu memanggilnya kakak ipar. Dan setelah diamati lebih jelas lagi, wanita yang ada dihadapannya memiliki rambut berwarna coklat sementara Alana berwarna hitam. "Kau Aluna, Alena atau Alona?"
Sky mengamati lebih intens lagi agar tak salah mengenali saudara kembar Alana. Karena bisa panjang urusannya kalau sampai ia salah mengenali empat bersaudara kembar itu seperti yang pernah terjadi pada Alena dulu.
"Aku Aluna."
"Oh..." Sky menganggukkan kepalanya. "Kau pasti ingin bertemu Alana?"
__ADS_1
Aluna terdiam dengan kedua alis bertautan.
"Bertemu Alana?"
"Ya, bukankah ini jam praktek Alana?" jawab Sky dengan bingung karena melihat ekspresi Aluna.
"Sky, kau tidak tahu kalau Alana sudah tidak bekerja di rumah sakit ini?" tanya Aluna dengan curiga, jika ada yang tidak beres dengan hubungan Sky dan Alana. Karena kakak iparnya itu sampai tidak tahu jika Alana sudah tidak bekerja di rumah sakit milik keluarga Arbeto.
"Apa? Alana sudah tidak bekerja?" Sky balik bertanya dengan raut wajah yang terkejut, apalagi saat melihat Aluna menganggukkan kepalanya.
"Aku tidak tahu." Ucap Sky dengan mengingat-ingat kembali saat ia masih tinggal bersama Alana. Wanitanya memang terlihat lebih banyak menghabiskan waktunya di apartemen, tapi pada saat itu Alana bilang dia sedang cuti bukan berhenti bekerja.
"Jangan bilang hubungan kalian sedang bermasalah?" Karena selain Sky yang tidak tahu tentang pengunduran diri Alana, kakak iparnya juga terlihat mencurigakan dengan berdiri di depan rumah sakit tapi tidak masuk ke dalam.
__ADS_1
Sky menatap Aluna, menimbang-nimbang apakah ia harus berkata jujur tentang permasalahannya dengan Alana atau tidak. Karena jika ia menceritakan semuanya pada Aluna, akan ada dua kemungkinan yang terjadi. Kemungkinan pertama Aluna pasti marah dan memusuhinya. Dan kemungkinan kedua Aluna bisa jadi mendukungnya dengan membantu untuk mendapatkan kembali Alana tanpa harus meninggalkan kedua orang tuanya.
Lama berpikir, akhirnya Sky pun memutuskan untuk menceritakan semua permasalahannya dengan Alana, setelah membawa adik iparnya itu kesebuah taman.
Plak.
Sebuah tamparan keras mengenai pipi Sky hingga menimbulkan bunyi yang cukup nyaring.
Ya, tenyata kemungkinan pertama yang didapatkan Sky. Aluna begitu marah setelah ia menceritakan semua permasalahannya termasuk perbuatan Mom Sandra pada Alana.
"Keluarga Dwight benar-benar brengsek!" umpat Aluna dengan penuh kemarahan setelah mengetahui Alana diperlakukan dengan tidak baik oleh ibu mertuanya sendiri. Bahkan tadi Sky mengatakan, Alana sempat ditampar oleh Nyonya Sandra. "Aku kira kau pria baik yang bisa membahagiakan Alana, tapi ternyata kau menyakitinya."
Aluna ingin menampar Sky kembali, namun ia urungkan karena percuma saja melakukan hal tersebut pada Sky. Karena yang harus mendapatkan tamparan itu Nyonya Sandra dan dilakukan oleh Mom Daisy tentunya.
__ADS_1
"Sungguh aku sangat menyesal Aluna, karena tidak bisa membela wanita yang kucintai." Lirih Sky dengan penuh perasaan bersalah jika mengingat kejadian itu.