
Sky berjalan memasuki kamar dengan langkah perlahan, agar tak mengganggu wanitanya yang tengah tertidur dengan lelap di atas tempat tidur. Dengan tersenyum ia menatap pemandangan hangat itu, sebuah pemandangan yang sudah sangat lama tidak bisa dilihatnya sejak berpisah dengan Alana. Kini Alana nya telah kembali, wanita yang masih berstatus sebagai istrinya itu telah kembali menempati tempat dimana seharusnya dia tinggal.
"Maaf, sudah membuatmu menjaganya seorang diri," Sky mengusap perut Alana dengan penuh kasih.
Sungguh ia menyesal baru mengetahui kehamilan Alana. Kalau saja saat itu ia tidak bertindak gegabah dengan menuruti keinginan Alana untuk berpisah, hanya karena kecewa dengan permintaan wanita itu yang dianggapnya tidak masuk diakal dengan menyuruhnya memilih antara kedua orang tua nya atau Alana, pasti keadaan mereka tidak akan seperti ini.
Dan seandainya saja Mom Sandra tidak terjebak dengan permainan Rachel, maka hubungan mereka pasti akan baik-baik saja. Tapi semuanya sudah terjadi tidak dapat diulang kembali, yang bisa Sky lakukan sekarang adalah memperbaiki semuanya.
"Al, apa kau tidak lelah dengan semua ini? Tidakkah kau kasihan padaku dan mau memberikan satu kesempatan lagi untuk memperbaiki hubungan kita? Sungguh aku sangat mencintaimu," lirih Sky masih dengan mengusap perut wanitanya.
__ADS_1
"Aku juga lelah Sky."
"Al..."
Sky terkejut saat kedua mata Alana yang tadinya terpejam kini terbuka lebar. Ia tidak menduga, wanita yang kini duduk sembari bersandar pada headboard itu mendengar apa yang diucapkannya.
Ya, Alana lelah dengan semuanya. Ia juga wanita biasa yang ingin diperhatikan, dimanja oleh suaminya dimasa-masa kehamilannya ini. Tapi sekali lagi, Alana adalah wanita yang keras kepala dengan ego yang tinggi, jadi tidak bisa mengutarakan semua keinginannya itu dan memilih membangun tembok yang tinggi agar tidak terluka kembali.
"Al..." Sky memeluk Alana, memeluk wanita yang sangat dicintainya tersebut. "Maaf, sudah membuatmu kecewa. Seharusnya aku tidak pernah menyerah dengan hubungan kita, seharusnya aku lebih berjuang untuk mendapatkan kepercayaanmu lagi."
__ADS_1
Alana menggelengkan kepalanya. "Ini semua bukan salahmu, Sky. Aku yang terlalu keras kepala dan egois. Meratapi luka hati yang kurasakan tanpa perduli orang lain pun terluka oleh sikapku," ucapnya dengan air mata yang mengalir di kedua pipinya.
Sky pun semakin memeluk Alana dengan erat. Sungguh ia tak menyangka istrinya bisa berubah sikap seratus delapan puluh derajat dalam waktu yang singkat, padahal satu jam yang lalu Alana masih berteriak dan mengumpatnya dengan caci maki. Sementara itu Alana yang berada didalam pelukan Sky, semakin menangis dengan terisak.
Tanpa diketahui pria itu, perubahan sikap Alana karena mimpi buruk yang tadi dialami wanita tersebut. Saat tertidur tadi, Alana bermimpi bertemu seorang anak kecil laki-laki tampan yang wajah nya mirip dengan Sky. Anak itu tersenyum namun dengan tatapan sendu, mengisyaratkan kesedihan dikedua mata anak kecil itu. Saat ditanya kenapa anak itu menangis, Alana terkejut dengan jawaban yang dilontarkan anak tersebut.
...Aku sudah pergi Mom, apakah adikku juga harus pergi karena rasa sakit hatimu?...
Setelah mengatakan hal yang membuatnya ketakutan sampai merasa sesak di dalam dada, anak kecil yang ia yakini anak pertamanya yang telah keguguran itu, menghilang begitu saja tertutup awan putih. Bertepatan dengan telinganya yang mendengar keinginan Sky yang meminta, diberikan satu kesempatan lagi untuk memperbaiki hubungan mereka.
__ADS_1