
Sky berjalan dengan tergesa memasuki restaurant tempat dimana ia janji bertemu dengan Aluna. Adik iparnya itu kemarin meminta untuk bertemu karena ada hal penting yang ingin disampaikan padanya.
"Maaf aku terlambat," Sky langsung duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan kursi yang diduduki Aluna.
"Tidak apa-apa, aku juga baru sampai."
"Baiklah sekarang katakan ada hal penting apa? Apakah kau berhasil merayu Alana untuk kembali padaku?" tanya Sky dengan tidak sabaran.
"Kau itu tidak sabaran sekali, baru datang langsung bertanya tentang kakakku. Kau tidak mau bertanya kabarku lebih dulu?"
"Ck, itu tidak penting."
"Sialan kau!" Aluna yang kesal melempar napkin hingga mengenai wajah Sky. Biar saja dikatakan tidak sopan atau kurang ajar, karena ia merasa kesal dengan respon Sky yang terlalu jujur. Setidaknya kakak iparnya itu berbasa-basi dulu padanya tidak langsung to the poin.
__ADS_1
"Ayolah Aluna, katakan ada hal penting apa?"
Melihat kakak iparnya sudah tidak sabaran, Aluna pun tidak membuang waktu lebih lama lagi.
"Sebelum aku beritahu, kau harus berjanji dulu akan mengabulkan apa yang aku minta." Karena perjanjian sebelumnya Sky akan memberikan apa pun yang diinginkannya jika ia berhasil merayu Alana untuk kembali pada Sky. Tapi karena gagal, mau tidak mau Aluna merubah perjanjian tersebut.
Sky menghela napasnya dengan gusar. "Aku sudah berjanji akan memberikan apa pun yang kau inginkan jika berhasil membuat Alana kembali padaku. Jika tidak, maka perjanjian itu hangus."
"Ck, informasi yang akan aku sampaikan ini sangatlah penting. Bahkan info ini mungkin bisa membuat hubungan kau dan Alana kembali bersatu." Ujar Aluna dengan tersenyum penuh arti.
"Baiklah aku berjanji akan mengabulkan apa yang kau inginkan."
Akhirnya Sky memilih untuk menerima permintaan Aluna. Lagi pula jika nanti Aluna meminta sesuatu yang mahal, Sky akan memberitahu jika perusahaan Dwight sedang dalam masa sulit setelah dibuat kacau oleh Boy Arbeto.
__ADS_1
"Yes..." teriak Aluna namun hanya dalam hati, karena sudah berhasil membuat Sky berjanji untuk mengabulkan apa yang diinginkannya. "Oke, yang pertama kau harus berjanji dulu untuk diam dan jangan melakukan sesuatu apa pun setelah mengetahui informasinya."
Sky yang tak mengerti dengan apa yang disampaikan Aluna hanya menganggukkan kepalanya.
Aluna pun menarik napas dan mengeluarkan dengan perlahan sebelum menyampaikan kabar kehamilan Alana. Karena sejujurnya ia masih ragu untuk menyampaikan pada Sky setelah saudara kembarnya itu meminta untuk menyimpan rahasia itu saat ia hendak pulang. Tapi jika tidak menyampaikan kabar kehamilan Alana, ia takut perpisahan yang terjadi diantara keduanya akan membuat Alana menyesal dan membesarkan calon keponakannya itu sendirian alias menjadi single parents. Belum lagi jika ke-dua orang tuanya mengetahui kabar perpisahan Alana dan Sky, maka semakin rumit juga kehidupannya dan Alona.
"Alana maafkan aku. Tapi aku melakukan semua ini demi kebaikan kita semua. Aku tidak ingin menjadi perawan tua jika kau akhirnya memutuskan untuk tidak menikah lagi setelah berpisah dengan Sky." Gumam Aluna dalam hati.
"Cepat katakan!" Sky sudah sangat penasaran informasi penting apa yang dibawa adik iparnya itu.
"Alana hamil."
"What?" Pekik Sky dengan sangat terkejut.
__ADS_1
"Alana sedang hamil, kau akan menjadi seekor eh maksudku seorang Daddy." Jelas Aluna lagi dengan harap-harap cemas. Menunggu seperti apa respon kakak iparnya itu. Apakah senang? Apakah biasa saja? Ataukah senang sekali.