
Ketiga wanita itu begitu terkejut melihat kedatangan Sky dan Dwight, karena setahu Alana, Sandra, dan Rachel kedua pria itu baru akan pulang esok hari.
Sementara itu Sky dan Dwight yang sama terkejutnya, menatap ketiga wanita tersebut dengan penuh tanya.
"Sayang aku jatuh." Sandra mengadu pada suaminya sembari meringis kesakitan.
Dwight langsung mendekati istrinya dan membantu untuk berdiri. Rachel yang ingin mengambil hati ayah mertuanya dengan segera membantu Sandra.
Sementara Alana hanya diam saja tidak membantu ibu mertuanya, karena ia sadar posisinya sedang tidak baik dimana dirinya tertuduh utama jatuhnya Sandra. Ya, jika orang yang melihat sekilas pasti mengira dirinya mendorong Sandra sampai terjatuh.
"Ada apa ini?" Dwight menatap istrinya, serta Alana dan Rachel.
Sementara Sky berjalan melangkah mendekat pada sang istri.
"Tadi Alana tidak sengaja membuat Mom Sandra terjatuh." Jawab Rachel dengan jujur, karena jika ia berbohong maka Mom Sandra akan menilai dirinya wanita yang tidak baik dan licik. Jadi Rachel berinisiatif mencari aman, dengan membiarkan Mom Sandra yang bermain. Karena ia yakin, Mom Sandra akan menggunakan situasi saat ini untuk membuat nama Alana jatuh di depan Sky dan Dwight.
Dwight kini menatap istri dan menantunya secara bergantian. "Benar begitu?"
__ADS_1
Sandra menganggukkan kepalanya. Sementara Alana masih diam seribu bahasa. Sedangkan Rachel menatap tak percaya dengan jawaban yang diberikan Mom Sandra.
"Kau tidak apa-apa?" Tanya Sky pada Alana.
"Aku—"
"Sky, yang jatuh ini Mommy mu bukan Alana. Kenapa kau bertanya padanya." Ketus Sandra dengan sangat kesal.
"Mom aku mengkhawatirkan istriku memangnya tidak boleh? Lagi pula Mom sudah ada Daddy." Sahut Sky sembari menggandeng Alana meninggalkan ruangan tersebut.
"Sayang, biarkan mereka. Lebih baik kita istirahat." Dwight membantu istrinya berjalan menuju kamar mereka.
Dan kini diruangan tersebut hanya tersisa satu orang yaitu Rachel Wijaya. Wanita itu terdiam dengan tatapan tak percaya melihat semua orang meninggalkannya begitu saja.
"Sudah hanya seperti ini saja?" Gerutunya dengan kesal. Bagaimana tidak kesal, disaat ia menunggu drama ibu mertua yang menuduh menantunya berbuat jahat. Yang didapatkan hanya sikap Sky yang begitu manis terhadap Alana, sampai tidak memperdulikan kehadirannya. "Sepertinya aku harus berusaha lebih ekstra lagi." Gumamnya sambil beranjak dari tempat tersebut.
Sementara itu Alana dan Sky yang berada di dalam kamar, kini saling memeluk satu untuk mencurahkan rasa rindu mereka.
__ADS_1
"Sky..."
"Em..." jawab Sky tanpa mau melepaskan pelukannya. Sungguh dua hari tidak bertemu Alana hampir membuatnya gila, Sky tidak pernah menyangka sekuat itu pengaruh Alana di dalam kehidupannya.
"Kau tidak ingin bertanya apa yang sebenarnya terjadi sampai Mom Sandra tadi terjatuh?"
Sky hanya diam tak menjawab pertanyaan Alana. Tangannya justru semakin mengeratkan pelukannya.
"Sky..." Alana menatap wajah suaminya yang entah mengapa terlihat semakin tampan, membuat jantung Alana berdebar kencang.
"Tidak perlu, karena aku percaya padamu. Kau wanita baik jadi tidak mungkin membuat Mom jatuh dengan sengaja." Jelas Sky.
"Terima kasih karena kau sudah percaya padaku." Alana kembali menyandarkan wajahnya di dada bidang suaminya.
"Hanya terima kasih?" Sky mendorong pelan tubuh Alana, membuat wanita itu menjadi bingung. "Jangan hanya terima kasih, tapi kau harus menemaniku membuat Sky dan Alana junior."
Setelah mengatakan hal tersebut, Sky langsung menggendong Alana dan membaringkannya di atas tempat tidur. Kedua insan yang saling merindu itu kini melebur menjadi satu, dalam pusaran kabut gairah yang membakar tubuh keduanya melewati sepanjang malam tersebut.
__ADS_1