
Baru saja Alana menginjakkan kakinya di ruang keluarga Dwight, ia sudah disuguhi pemandangan yang membuatnya menghela napas. Dimana Ibu mertuanya tengah berbincang hangat dengan mantan kekasih suaminya, siapa lagi kalau bukan Rachel Wijaya.
"Sky, akhirnya kau pulang juga." Ucap Sandra dengan antusias saat melihat kedatangan putranya.
Sky yang disapa hanya diam saja, ia lebih memilih menggandeng Alana berjalan menuju kamar pribadinya.
"Sky tunggu!" Sandra menghalangi langkah putranya.
"Ada apalagi Mom? Kami lelah dan aku harus berangkat ke kantor setelah ini." Karena selama berada di Bali ia meninggalkan semua pekerjaan pada Erik, dan sekarang asisten pribadinya itu mulai kewalahan menghandle semuanya.
"Ya, Mom tahu kau sibuk. Tapi setidaknya sapa Rachel, kasihan dia menunggumu beberapa hari ini."
__ADS_1
Sky menatap Rachel yang duduk di atas sofa lalu menatap kembali pada Mom Sandra. "Tidak ada yang memintanya untuk menunggu kami."
"Sky..."
"Dan satu lagi, aku tidak suka Mom ikut campur urusan pribadiku bahkan sampai memblokir akses tempat tinggal kami." Ucap Sky dengan tegas.
"Sky, Mommy hanya ingin —"
"Aku tahu Mom ingin menuruti semua keinginan Rachel karena dia mengaku sedang mengandung penerus keluarga Dwight. Tapi tidak dengan cara keterlaluan seperti ini. Kalau kami mau, kami akan memilih tinggal di tempat lain. Tapi tidak kami lakukan karena Alana ingin menepati kesepakatan yang telah dibuatnya." Jelas Sky panjang lebar. Ia ingin Mom Sandra lebih menghargai Alana untuk kedepannya, karena Sky tahu jalan yang akan dilewati istrinya itu pasti berat karena harus tinggal satu atap bersama Mom Sandra dan Rachel.
Sementara Sandra hanya terdiam mendengar semua perkataan Sky yang sedikit banyak melukai hatinya. Karena putra semata wayangnya itu seperti menyalahkannya atas apa yang terjadi. Padahal semua ini jelas kesalahan Sky karena sudah berani bermain api hingga membuat Rachel hamil. Dan apa yang diperbuatnya sekarang hanya ingin menuruti semua keinginan Rachel, karena ingin membuat wanita itu nyaman selama masa kehamilannya. Karena yang dikandung Rachel adalah penerus keluarga Dwight, darah daging Sky.
__ADS_1
"Mom..." Rachel menyentuh pundak calon ibu mertuanya itu.
Ya, ibu mertuanya karena Rachel yakin akan menikah dengan Sky, apalagi nyonya Sandra sudah merestuinya seratus persen. Bahkan sejak pertama kali memberitahu tentang kehamilannya, Nyonya Sandra langsung memintanya untuk memanggil wanita itu dengan sebutan Mom. Sungguh Rachel tidak menyangka jika Nyonya Sandra begitu menginginkan seorang cucu, hingga membuat jalannya untuk merebut Sky dari tangan Alana menjadi lebih mudah.
"Ya sayang." Sandra yang tengah melamun sampai tak sadar putra dan menantunya itu sudah pergi dari ruangan tersebut.
"Jangan dimasukkan kehati perkataan Sky tadi. Dia itu sebenarnya pria yang baik, hanya saja pengaruh Alana yang membuat Sky berubah hingga berani berkata pedas pada Mommy nya sendiri." Hasut Rachel untuk membuat Mom Sandra membenci Alana.
"Ya, kau benar. Putraku sebelumnya anak yang baik dan selalu menurut, tapi sekarang..." Lirih Sandra, tak meneruskan perkataannya.
"Jangan bersedih Mom, masih ada aku dan anak ini yang akan menyayangi Mom Sandra." Rachel tersenyum sembari mengusap perutnya dengan perlahan.
__ADS_1
"Ya, masih ada cucuku ini."
Sandra ikut mengusap perut Rachel. Ia berharap penerus keluarga Dwight itu akan menjadi anak yang baik dan bisa membanggakan, sama seperti Sky yang berhasil membangun perusahaan Dwight sampai sebesar sekarang.