Pernikahan 99 Hari

Pernikahan 99 Hari
Part 90


__ADS_3

Sky sendiri tidak mempedulikan kedua orang tuanya yang pergi, karena yang ada di pikirannya saat ini hanyalah Alana dan Alana.


"Kalau dipikir-pikir kenapa aku seperti orang bodoh jika menghadapi Alana?" gumam Sky pada dirinya sendiri saat menyadari betapa lemahnya ia ketika menghadapi wanita yang dicintainya. Padahal Sky seorang CEO yang memiliki banyak perusahaan selain perusahaan warisan keluarga Dwight.


Karena tidak ingin dianggap lemah dan bodoh lagi, Sky pun bergegas pergi dari tempat tersebut sembari menghubungi Erik, orang kepercayaannya yang selama ini bertugas menghandle semua pekerjaan selama ia tidak ada.


"Dimana kau?" Tanya Sky setelah sambungan ponselnya terhubung.


"Tentu saja di kantor Tuan," jawab Erik dengan menghela napas panjang karena pertanyaan tidak penting dari atasannya tersebut. Memangnya selain di kantor dimana lagi? Tidak mungkin ia berada di Club sedangkan setiap harinya Erik harus lembur untuk mengerjakan semua pekerjaan Sky.


"Oke!" Sky pun menutup sambungan ponselnya setelah tahu dimana keberadaan Erik.


Sebenarnya ia bisa saja langsung memerintahkan Erik mengirim beberapa pengawal pribadi ketempat Alana, untuk membawa wanitanya ke apartemen miliknya. Namun karena Sky memiliki urusan dengan Erik untuk memenuhi keinginan Aluna, jadi mau tidak mau Sky menemui orang kepercayaannya tersebut.


*


*


"Sekarang juga perintahkan beberapa pengawal ke tempat Alana, dan bawa wanitaku ke apartemen!" perintah Sky pada Erik setelah sampai di ruangannya.

__ADS_1


"Baik Tuan, akan aku kerjakan."


"Ingat jangan sampai Alana lecet sedikit pun apalagi terluka, kerjakan dengan halus!"


"Baik Tuan." Erik kembali menganggukkan kepalanya. "Tapi kenapa tidak Tuan sendiri yang membawa Nona Alana?"


"Jika bisa menyuruh orang, kenapa harus turun tangan langsung?" Sky menjawab pertanyaan Erik dengan berbohong, karena alasan sesungguhnya ia tidak bisa membawa Alana sendiri karena Sky takut bertengkar hebat dengan wanitanya, mengingat betapa keras kepalanya Alana jadi ia memutuskan untuk menyuruh para pengawal dan tahu beres.


"Anda benar, baiklah aku permisi Tuan." Karena Erik akan mengerjakan perintah tuan Sky dengan segera.


"Tunggu dulu!"


Erik yang hendak pergi kembali duduk ditempatnya semula.


Erik menautkan kedua alisnya dengan raut wajah bertanya-tanya, tugas penting apa yang harus dikerjakannya secara langsung. "Apa itu?"


"Pergilah berkencan dengan adik ipar ku!"


"Apa?" Kedua mata Erik sampai terbuka lebar karena terkejut.

__ADS_1


"Kau tahu Aluna bukan? Pergilah berkencan dengannya, aku yang akan mengatur tempat untuk kalian."


"Maaf aku tidak bisa, Tuan tahu sendiri aku sudah memiliki tunangan." Jelas Erik.


Sky pun menghela napasnya dengan kasar, ia sudah tahu permintaan Aluna yang menginginkan Erik itu tidak mungkin bisa terwujud, karena Sky tahu orang kepercayaannya sudah memiliki tunangan dan sebentar lagi akan menikah. Tapi mau bagaimana lagi, Sky sudah terlanjur berjanji pada Aluna untuk mengabulkan keinginannya tersebut.


"Aku tidak mau tahu, kau harus mau berkencan dengan Aluna. Salahmu sendiri sudah membuat Aluna jatuh cinta, tapi aku penasaran bagaimana adik iparku bisa mencintaimu?' Karena seingatnya Aluna hanya beberapa kali bertemu Erik itu pun saat bersamanya.


Erik tetap menolak dengan menggelengkan kepalanya tanpa mau menjawab pertanyaan tuannya.


"Aku tidak bisa."


"Kau harus bisa, setidaknya temui dia dan jelaskan pada Aluna kalau kau sudah memiliki tunangan dan akan segera menikah, beres bukan?"


Erik pun mau tidak mau menganggukkan kepalanya meskipun dengan berat hati, tanpa mau menjelaskan kalau sebenarnya Aluna sudah mengetahui kalau dirinya sudah memiliki tunangan.


"Tunggu apa lagi? Cepat perintahkan pengawal kita membawa Alana!"


"Ba-baik Tuan." Erik bergegas keluar dari ruangan untuk menjalankan perintah tuannya, sembari mengingat wanita yang bernama Aluna. "Dia tenyata keras kepala sama seperti Nona Alana." gumamnya dalam hati.

__ADS_1


Sementara itu Sky yang masih berada di ruangannya, bergegas pulang ke apartemen untuk mempersiapkan kedatangan Alana.


"Kau tidak akan pernah bisa lepas lagi dari ku Alana Dwight."


__ADS_2