Pernikahan 99 Hari

Pernikahan 99 Hari
Part 47


__ADS_3

Setelah menghadiri acara peresmian rumah sakit internasional milik keluarga Arbeto. Alana memilih bersantai sejenak sebelum kembali ke hotel, dan pastinya bersama Calvin. Karena sejak acara itu dimulai ia terus ditemani oleh Calvin, yang merupakan salah satu investor di rumah sakit tersebut. Keduanya kini berada di salah satu Cafe yang terletak di Kuta. Tengah menikmati secangkir kopi dan beberapa makanan yang di pesan untuk makan siang mereka.


"Rachel Wijaya hamil?" Tanya Calvin dengan terkejut setelah mendengar apa yang dikatakan Alana. "Kau tahu dari mana?"


"Dari orangnya langsung." Jawab Alana, yang membuat Calvin semakin bingung.


"Kau mengenal Rachel?"


Alana menganggukkan kepalanya. "Sangat mengenal, dia kekasih suamiku atau kata yang lebih tepat mantan kekasih."


"What?" Calvin terkejut untuk kedua kalinya. "Are you kidding?"


Sungguh Calvin tak percaya dengan apa yang dikatakan Alana barusan. Suami wanita itu yang bernama Sky Dwight yang nota bene seorang pengusaha sukses dan dari keluarga berdarah bangsawan, memiliki hubungan spesial dengan Rachel Wijaya. Jika sebuah hubungan seperti yang dijalaninya selama ini dengan Rachel, mungkin masih masuk di akal mengingat Rachel merupakan simpanan orang-orang kaya. Tapi jika hubungan serius sebagai pasangan kekasih, rasanya tidak mungkin seorang pengusaha sukses seperti Sky Dwight mau bersama Rachel Wijaya.


"Apa aku terlihat sedang bercanda?" Alana memutar kedua matanya dengan malas


"Hei, jangan kesal seperti itu. Aku hanya bingung dan terkejut. Bagaimana bisa suami mu memiliki hubungan spesial dengan seorang Rachel Wijaya. Apa dia tidak tahu wanita itu menjajakan tubuhnya pada semua pria kaya raya."

__ADS_1


Alana menjawab dengan mengangkat kedua bahunya acuh. "Bukan itu yang menjadi inti pembicaraan kita, tapi tentang kehamilan Rachel." Ia menatap Calvin dengan tajam.


"Wait! Apa kau menuduh aku yang menghamilinya?" tanya Calvin. Karena mengerti arti dari tatapan tajam Alana yang seperti mengulitinya hidup-hidup.


"Exactly."


Calvin pun langsung tertawa dengan menggelengkan kepalanya. "For the information, aku sudah lama tidak berhubungan dengan Rachel. So, aku tidak mungkin menghamilinya." Ucap Calvin masih dengan tertawa.


Berbeda dengan Alana yang langsung kecewa setelah mendengar jawaban Calvin. Tadinya dia berharap Calvin lah yang sudah menghamili Rachel, mengingat pria tersebut pernah bercerita sudah meniduri wanita itu. Tapi sekarang harapan itu musnah, dan artinya kemungkinan besar anak yang ada dikandung Rachel memang milik Sky.


Alana diam saja, malas menjawab pertanyaan yang membuatnya kesal.


"Memangnya sudah berapa bulan kandungan Rachel?" Tanya Calvin, karena Alana diam saja tidak menyahut perkataannya.


"Jalan lima Minggu."


Deg.

__ADS_1


Calvin mengepalkan kedua tangannya dengan erat.


"Oh ya, tadi kau bilang Rachel menjajakan tubuhnya pada semua pria kaya raya. Apa betul?"


"Te-tentu saja." Jawab Calvin dengan terbata. "Sudah jadi rahasia umum diantara kami para kalangan pengusaha. Maka dari itu aku terkejut mendengar suami mu menjalin kasih dengan Rachel Wijaya."


Alana pun menghela napasnya dengan kasar. Jangankan Calvin, ia sendiri tak mengerti kenapa bisa Sky tidak mengetahui siapa Rachel sebenarnya. Apa karena terlalu cinta dan percaya, atau karena tidak peduli pada wanita itu. Dan sekarang setelah tahu Rachel sering ditiduri dengan banyak pria membuat Alana semakin pusing. Tidak mungkin bukan Alana menanyakan satu persatu pria yang meniduri Rachel, hanya untuk mencari tahu siapa pria yang harus bertanggung jawab atas kehamilan wanita itu.


"Sudahlah Al, kau jangan bersedih. Tinggalkan saja suamimu yang bodoh dan brengsek itu. Masih ada aku yang selalu setia menunggu cintamu."


"Siapa yang kau maksud bodoh dan brengsek?


Bukan Alana yang bertanya, tapi pria yang kini berdiri di belakang Calvin.


"Sky...!" Ucap Alana dengan terkejut.


Ya, pria itu adalah Sky Dwight. Suami Alana Ricardo yang tengah menatap Calvin dengan tatapan membunuhnya.

__ADS_1


__ADS_2