
"Sky aku ikut." Ujar Rachel setelah kaca mobil dibuka oleh kekasihnya. Ya, kekasihnya karena Rachel tidak terima diputuskan begitu saja oleh Sky.
"Bukankah kau membawa mobil?" Sky menunjuk mobil milik Rachel yang terparkir tidak jauh dari mobilnya.
"Ya, tapi Mom Sandra tidak mengijinkan aku bawa mobil, jadi aku akan ikut bersama kalian." Rachel menatap pada Alana yang terlihat duduk diam tak memandangnya sama sekali.
Sky sendiri menghela napasnya lalu keluar dari dalam mobil, membuat Rachel tersenyum puas karena ternyata pria itu masih mencintainya. Terbukti dengan turun dari mobil untuk membukakan pintu baginya. Namun senyum dibibir Rachel langsung menghilang saat mendengar Sky memanggil nama seseorang.
"Pak antar dia pulang!" perintah Sky pada supir pribadi keluarga Dwight.
"Baik Tuan."
"Tidak Sky, aku hanya ingin diantar olehmu bukan dengan supir." Protes Rachel dengan kecewa, karena tebakannya tadi salah. Ternyata Sky sudah benar-benar berpaling darinya sampai tidak mau mengantarnya pulang. Padahal dulu pria itu akan dengan senang hati mengantarnya kemana pun.
"Aku sibuk Rachel." Sky ingin kembali masuk ke dalam mobil, namun langkahnya ditahan oleh mantan kekasihnya itu. "Apalagi?"
__ADS_1
"Sky, kenapa kau berubah seperti ini? Beberapa hari yang lalu hubungan kita masih baik, dan selama ini tidak ada masalah diantara kita." Tanya Rachel dengan mata yang berkaca-kaca. Ia benar-benar tak menyangka secepat itu Sky berubah seakan-akan tidak pernah ada rasa cinta diantara mereka, padahal hubungan mereka sudah sangat dalam. Apa mungkin selama ini Sky tidak pernah mencintainya sehingga pria itu dengan mudahnya berpindah ke lain hati.
Melihat raut wajah Rachel yang sedih dan terlihat kecewa, tentu saja membuat Sky merasa bersalah karena memang memutuskan secara sepihak hubungan mereka, dengan alasan mencintai wanita lain. Sungguh ia merasa menjadi pria paling brengsek di dunia. Tapi Itulah kenyataannya, dia tidak bisa menampik perasaan cintanya pada Alana yang entah sejak kapan mulai bersemi dihatinya.
"Rachel kau pulanglah dulu, nanti kita bicara lagi." Karena memang mereka harus berbicara empat mata untuk menyelesaikan semua permasalahan ini, mengingat wanita itu mengaku tengah hamil anaknya.
"Tapi Sky, aku ingin pulang diantar oleh mu. Aku juga ingin kau membantu mengemas semua bareng-barang yang akan dipindahkan kemari."
"Jadi kau serius ingin tinggal disini?"
Tin...
Baik Rachel maupun Sky terkejut mendengar suara klakson yang begitu nyaring. Dan pelaku yang telah membuat mereka terkejut tentu saja Alana Ricardo.
"Jika kalian ingin bermesraan jangan menghalangi jalan!" Ketus Alana yang kini sudah berpindah tempat ke kursi pengemudi. Dia kesal karena Sky lama sekali berbicara dengan Rachel, terlebih melihat Rachel yang memeluk suaminya dengan sangat posesif.
__ADS_1
"Al kau mau apa?" Sky menghampiri Alana setelah melepas pelukan Rachel.
"Tentu saja pergi, aku pinjam mobilmu dulu."
"Tidak boleh, sekarang pindah! Kita akan pergi bersama." Sky hendak membuka pintu mobilnya, tapi terkunci dari dalam. "Buka Al!" pintanya.
"Pergilah Sky, bicara dengannya dan selesaikan masalah kalian." Alana ingin Sky menyelesaikan masalahnya dulu dengan Rachel. Siapa tahu wanita itu mau berubah pikiran untuk tinggal di mansion Dwight bersama mereka. Karena jujur Alana tidak mau tinggal di mansion tersebut, tinggal bersama ibu mertua yang jelas-jelas tidak menyukainya.
"Tapi Al...."
"Aku tidak apa-apa. Kau selesaikan dulu semuanya, aku menunggu di apartemen."
Sky menatap Rachel lalu menatap pada Alana dari jendela mobil yang sedikit terbuka.
"Baiklah, kau hati-hati dijalan."
__ADS_1
Alana menganggukkan kepala lalu menjalankan mobil milik suaminya, meninggalkan Sky dan Rachel yang masih berdiri ditempat tersebut. Alana berharap Sky bisa menyelesaikan hubungannya dengan Rachel secara baik-baik, meskipun rasanya tidak mungkin mengingat bagaimana sifat seorang Rachel Wijaya.