Pernikahan 99 Hari

Pernikahan 99 Hari
Part 56


__ADS_3

Hari berikutnya yang dialami Alana semakin membuat wanita itu kesal. Ia terpaksa tidak berangkat kerja hanya untuk untuk menjaga Rachel, selama ibu mertuanya itu berada di luar kota. Ya, Mom Sandra tiba-tiba harus ke Bandung dan baru bisa pulang esok hari.


Dan selama seharian ini Rachel selalu mencari masalah. Entah itu dengan sengaja menyenggolnya saat mereka berpapasan baik di tangga, di ruang tengah, atau pun di dapur. Hingga malam hari pun Rachel masih saja mengganggunya.


"Al buatkan aku jus jeruk." perintah Rachel pada Alana yang berjalan melewatinya.


"Buat saja sendiri, kalau tidak suruh pelayan." Sahut Alana dengan acuh. Enak saja wanita ****** itu ingin menjadikannya seorang pelayan, mana bisa. Karena tidak ada sejarahnya keturunan Arbeto menjadi seorang pelayan.


"Aku ngidam ingin jus jeruk buatanmu." Rachel mengusap perutnya dengan wajah seolah sendu.


"Ck, ngidammu bukan urusanku."


"Oh ayolah Al, bukankah anak yang aku kandungan ini anak Sky, jadi otomatis urusanmu juga." Rachel tak mau kalah.


Sementara itu Alana yang mulai kesal, mengepalkan kedua tangannya dengan erat agar emosinya tetap terkendali.

__ADS_1


"Dengar Rachel Wijaya! Aku tidak mau." Ucap Alana dengan setengah menyentak.


"Ada apa ini?"


Alana dan Rachel yang saling menatap dengan tajam kini menatap Mom Sandra dengan eskpresi wajah yang berbeda. Jika Rachel menatap dengan tersenyum, sementara Alana menatap dengan jengah. Karena sebentar lagi ibu mertuanya itu pasti mengomel seperti yang sudah-sudah.


"Mom kau sudah pulang?" Rachel merangkul calon ibu mertuanya dengan tersenyum bahagia. Karena ia pikir ibu mertuanya akan pulang esok hari, tapi ternyata malam hari sudah pulang.


"Ya sayang, mom khawatir meninggalkanmu terlalu lama." Dan benar saja feeling-nya. Baru saja ia sampai ke dalam mansion sudah mendengar keributan yang terjadi antara Rachel dan Alana. "Ada apa ini? Kenapa kalian berdebat?" Sandra mengulang pertanyaannya.


Sandra langsung menatap Alana dengan tajam. "Al cepat buatkan jus jeruk untuk Rachel!" perintahnya tanpa berniat bertanya kenapa menantunya itu tidak mau membuatkan jus jeruk untuk Rachel.


"Aku tidak mau." Jawab Alana dengan tegas.


"Lihat Mom, dia tetap tidak mau." Rajuk Rachel dengan berpura-pura semakin sedih. "Aku takut jika anak ini lahir nanti akan kenapa-kenapa karena tidak mendapatkan apa yang diinginkannya." Hasut nya entah sudah keberapa kali, sejak ia menginjakkan kakinya di mansion Dwight.

__ADS_1


"Kau dengar itu Al, aku tidak mau cucu ku ini kenapa-kenapa. Cepat buatkan jus untuk Rachel!" perintah Sandra dengan memaksa, karena tidak ingin sesuatu yang buruk menimpa calon cucunya.


Alana menghela napasnya, dan tanpa banyak kata beranjak dari tempat tersebut karena tidak ingin meladeni permainan Rachel yang semakin hari semakin menggila.


"Alana Ricardo!" Sandra menahan lengan menantunya dengan kasar, karena sudah tidak dapat menahan emosi yang sejak kemarin dirasakannya karena sikap Alana yang kurang ajar tidak menghormatinya sama sekali. "Kau itu disuruh buat jeruk, kenapa pergi?"


"Aku tidak mau Mom! Itu cucumu bukan, kenapa tidak Mom saja yang buatkan!" Alana tetap pada pendiriannya.


"Ck, kau itu benar-benar menantu kurang ajar, di suruh malah balik menyuruh. Kemari! Kau harus buatkan jus untuk Rachel." Sandra menarik lengan Alana dengan kasar.


"Mom lepaskan!" Alana yang tidak mau kalah, menahan langkahnya.


Hingga terjadi tarik menarik antara Alana dan Sandra. Sementara Rachel menonton keributan tersebut dengan tersenyum penuh kemenangan. Sampai akhirnya terdengar sesuatu yang jatuh keatas lantai, dimana Sandra terjatuh dengan terduduk setelah Alana melepaskan cengkraman Ibu mertuanya itu.


"Alana... Sandra!"

__ADS_1


Baik Alana, Rachel, dan Sandra yang mengaduh kesakitan. Menatap pada dua sosok pria yang kini menatap mereka dengan wajah yang terkejut.


__ADS_2