Pernikahan 99 Hari

Pernikahan 99 Hari
Part 30


__ADS_3

Di sepanjang jalan mengantar Alana, Sky terus berpikir siapa laki-laki brengsek yang pernah membuat Alana hamil. Ia ingin tahu kenapa pria itu tidak menikahi Alana atau kenapa mereka tidak menikah. Bisa jadi pria itu tidak mau bertanggung jawab dengan kehamilan Alana karena background nama Ricardo, Arbeto, dan Mateo yang mampu membuat nyali para pria menciut termasuk dirinya.


Dan sekarang ada banyak sekali pertanyaan dibenak Sky yang tidak ada jawabannya karena ia merasa sungkan untuk bertanya pada Alana, hingga akhirnya muncul sebuah nama yang baru dikenalnya tadi yaitu, Calvin.


Apa mungkin yang menghamili Alana, Calvin? Karena semenjak menikah dengan Alana hanya Calvin satu-satunya pria yang ia lihat dekat dengan Alana bahkan menjemput wanita itu. Karena sebelum-sebelumnya tidak ada satu pria pun yang dekat dengan istri kontraknya itu.


"Sky sepertinya hari ini aku pulang malam." Ucap Alana setelah mereka terdiam cukup lama. Entah mengapa sejak keluar dari apartemen, Sky diam seribu bahasa bahkan raut wajah pria itu terlihat kesal.


"Em..." jawab Sky dengan acuh. "Lain kali tidak perlu memberitahuku akan pulang malam atau tidak, itu hak mu dan aku tidak peduli."


Alana menautkan kedua alisnya dengan berdecak kesal karena tanggapan Sky yang terdengar menyebalkan. "Kau juga Al, untuk apa ijin padanya. Ingat kalian hanya suami istri selama sembilan puluh sembilan hari." Umpatnya pada diri sendiri.

__ADS_1


"Al kalau boleh tahu Calvin itu—"


"Dia kekasih ku." Potong Alana dengan cepat, dan bertepatan dengan itu mobil yang ditumpanginya berhenti mendadak. Untung saja ia mengenakan sabuk pengaman, kalau tidak sudah dipastikan tubuhnya terjerembab ke depan.


"Dia kekasihmu? Sejak kapan? Kenapa kau tidak pernah mengatakan sudah punya kekasih?" Tanya Sky dengan tangan terkepal erat menahan emosi.


"Ck, apa itu penting bagimu? Bukankah kau bilang tidak peduli? Lagi pula tadi aku hanya bercanda mengatakan dia kekasihku."


"Tidak mungkin? Maksudmu apa?" tanya Alana tak terima, karena perkataan Sky seperti meremehkannya.


"Ya, tidak mungkin saja kau memiliki kekasih. Kau begitu dingin dan arrogant jadi—"

__ADS_1


"Jadi maksudmu tidak akan ada pria yang menyukaiku?" potong Alana dengan menahan emosi. "Asal kau tahu tadi aku memang hanya bercanda, tapi bukan tidak mungkin setelah kita berpisah kami akan menjadi sepasang kekasih atau bahkan menikah, mengingat kemarin Calvin mengatakan perasaannya padaku."


Cit ..


Untuk kedua kalinya Sky menginjak rem dengan mendadak, sampai membuat pengemudi kendaraan yang berada di belakang marah-marah.


"Sky Dwight!" pekik Alana yang juga marah, karena sudah dua kali pria itu membuat jantungnya hampir copot


"Apa maksudmu?" Sky menatap sekilas pada Alana sembari melajukan kembali kendaraannya tanpa mempedulikan kemarahan wanita itu.


"Maksudku sudah sangat jelas. Setelah kita berpisah aku akan menjalin hubungan dengannya, karena aku masih punya etika untuk tidak berhubungan dengan pria mana pun selama terikat pernikahan kontrak denganmu." Balas Alana dengan sengit karena merasa tersinggung dengan perkataan Sky yang meremehkannya

__ADS_1


Padahal yang dikatakan Alana tadi hanya bohong belaka terkecuali Calvin yang memang mengatakan perasaannya tadi malam. Karena sampai kapan pun dia tidak akan menjalin hubungan dengan pria lagi setelah berpisah dengan Sky. Bagi Alana pernikahannya dengan Sky adalah pernikahan pertama dan terakhirnya meskipun berakhir dengan perceraian yang sudah disepakati kedua belah pihak.


__ADS_2