
Sky menggelengkan kepalanya mendengar permintaan Alana. Tidak mungkin ia menyanggupi permintaan tersebut yang menurutnya tidak masuk diakal.
"Bagaimana bisa kau meminta seorang anak meninggalkan keluarganya?"
Alana mendengus dengan tersenyum sinis. "Dan bagaimana bisa kau memintaku kembali setelah apa yang diperbuat Mom Sandra padaku."
Sky terdiam.
"Sudah aku katakan bukan, kita tidak mungkin bisa bersama lagi. Karena kau tidak mungkin meninggalkan keluarga mu, dan aku tidak mungkin bersatu kembali dengan keluarga Dwight."
Setelah mengatakan hal tersebut Alana beranjak dari ruangan itu, berjalan menuju pintu keluar.
"Aku harap saat aku pulang nanti kau sudah pergi dari apartemenku. Jika tidak aku yang akan pindah."
__ADS_1
Sky masih diam, menatap kepergian Alana dengan tatapan penuh kekecewaan. Wanitanya ternyata begitu keras kepala dan tak berperasaan, sampai membuatnya harus memilih antara wanita yang sangat dicintainya atau ke-dua orang tuanya.
"Sepertinya kau sangat ingin berpisah denganku." Gumam Sky dengan tersenyum sinis.
Ya, dia tahu tujuan Alana membuat pilihan tersebut karena ingin berpisah dengannya. Karena Alana mengetahui, ia tidak mungkin meninggalkan kedua orang tuanya terlebih dengan situasi dan kondisi dimana perusahaan Dwight sedang tidak baik.
"Baiklah jika perpisahan yang kau inginkan, akan aku kabulkan." Sky memilih pergi dengan mengemasi semua barang-barangnya.
Sementara itu Alana yang sudah berada di dalam mobilnya, tengah menangis dengan pilu. Menangisi jalan hidupnya yang tidak pernah berakhir dengan kebahagiaan. Tangis itu semakin pecah saat melihat Sky yang masuk kedalam mobil pria itu dengan membawa koper yang pastinya berisi pakaian.
*
*
__ADS_1
Setelah kepergian Sky dari apartemennya beberapa hari yang Lalu, Alana mulai bersiap mengurus keperluannya untuk menetap tinggal di luar negeri setelah proses perceraiannya dengan Sky selesai.
Ya, Alana memutuskan untuk tinggal di negara yang memiliki menara Eiffel, atau lebih tepatnya pergi ketempat sepupu dekatnya yang bernama Lea Richard. Ia memutuskan pergi dari Jakarta agar bisa melupakan semua kenangan bahagia dan kenangan buruknya.
Alana ingin hidup dengan tenang menjalani masa kehamilannya tanpa ada bayangan-bayang masa lalu yang berkaitan dengan keluarga Dwight. Untuk kabar kehamilannya, ia akan memberitahu Sky jika hakim sudah mengetuk palu tanda pengesahan perceraian mereka. Dan beruntungnya Alana, disidang pertama dengan agenda mediasi Sky tidak datang dan hanya diwakilkan pengacaranya yang meminta proses perceraian segera dilanjutkan, sehingga prosesnya perceraian mereka bisa berjalan lebih cepat tinggal menunggu sidang berikutnya.
Berbeda dengan Alana yang sudah mulai menata masa depannya bersama calon anaknya kelak. Sky justru semakin nelangsa sejak meninggalkan apartemen milik Alana. Bukan hanya hati dan pikirannya yang kacau, tapi juga fisiknya dibuat tak berdaya karena setiap pagi mengalami mual dan muntah tanpa tahu penyakit apa yang sedang di deritanya.
Sandra yang melihat bagaimana putranya bersedih karena berpisah dengan Alana, kini dibuat pusing dengan keadaan Sky.
"Kau sudah periksa ke dokter tidak?" tanya Sandra dengan khawatir, karena putranya tidak sekali dua kali muntah-muntah tapi setiap paginya.
Sky mengangguk kepalanya. "Aku sudah meminum obat dari dokter tapi tetap saja mual dan muntah."
__ADS_1
"Ck, kau itu seperti ibu hamil saja setiap pagi mual dan muntah." Sandra menepuk pundak Sky sambil tersenyum geli. Namun senyuman itu langsung menghilang saat ia mengingat sesuatu.