
Kedatangan Aluna ke apartemen mereka, membuat Sky juga Alana mau tidak mau mendengarkan wanita itu berbicara dengan seksama meskipun dibuat bingung oleh ekspresi wajah Aluna yang bahagia, berbanding terbalik dengan cerita sedih yang disampaikan wanita itu.
"Asisten pribadimu itu hebat!" Aluna mengangkat kedua jempolnya bersamaan. "Dia menolak berkencan denganku untuk kedua kalinya dengan alasan yang sama, karena sudah memiliki tunangan." Karena sebelum meminta bantuan pada Sky, Aluna pernah mengajak Erik untuk berkencan namun ditolak mentah-mentah oleh pria itu.
Alana yang awalnya tidak mengerti dan tidak mengetahui siapa sosok Erik yang sedang diceritakan Aluna, kini menghela napas panjang setelah mendengar pengakuan saudara kembarnya itu yang sudah ditolak dua kali oleh asisten pribadi Sky.
"Kau itu aneh, mengejar pria yang sudah memiliki tunangan seperti tidak ada pria lain saja."
"Ett, jangan salah. Pria lain memang banyak, tapi yang membuat jantungku berdebar hanya Erik seorang," sahut Aluna dengan tersenyum saat membayangkan wajah tampan Erik.
Pria dengan tinggi sekitar seratus tujuh puluh sembilan centimeter, dengan alis mata tebal, rahang tegas, hidung mancung, dan lesung pipit jika tersenyum, membuat Erik begitu tampan di mata Aluna.
"Tapi dia sudah memiliki tunangan." Alana mencoba mengingatkan saudara kembarnya. Ia tidak ingin memiliki adik yang di cap sebagai perebut pacar orang season dua, karena season satu sudah diraih oleh Alena saat merebut Abian darinya.
Tidak lucu bukan jika keluarga besar Ricardo terkenal dengan para wanitanya yang merebut kekasih wanita lain. Terlebih jika diingat-ingat ia juga termasuk dalam golongan perebut pacar orang, karena saat dirinya menikah dengan Sky, pria itu sudah memiliki kekasih. Meskipun Alana tidak mengetahui kenyataan tersebut, tapi tetap saja ujung-ujungnya ia merebut Sky dari Rachel.
__ADS_1
"So what? Mereka baru tunangan Al, belum menikah, jadi masih bisa ditikung bukan?" Seloroh Aluna sambil tertawa.
"Ditikung, kau pikir balapan mobil." Celetuk Alana dengan ketus. "Sudahlah intinya aku tidak setuju dengan apa yang kau lakukan."
"Tapi aku tidak meminta pendapatmu, Al. Aku kemari hanya ingin menagih janji suamimu." Aluna menatap pada Sky, pada pria yang sejak tadi diam dan asik memakan cemilan yang dibawanya.
"Menagih janji?" Alana ikut menatap Sky dengan tatapan curiga.
Sky sendiri hanya bisa menelan salivanya dengan susah payah saat ditatap oleh dua wanita kembar dihadapannya. Wanita yang satu menatapnya dengan tajam penuh intimidasi, dan yang satunya lagi menatapnya dengan tatapan curiga.
"Aku.., aku hanya berjanji untuk..."
"Untuk membuatku berhasil berkencan dengan Erik, sungguh baik bukan kakak iparku ini?" Sahut Aluna sambil menepuk bahu Sky.
"What? Apa benar, Sky?" tanya Alana dengan tak percaya. Bisa-bisanya pria itu mendukung perbuatan Aluna untuk merebut Erik dari tunangannya.
__ADS_1
"Aku terpaksa, Al."
"Terpaksa kenapa? Apa Aluna memeras mu?"
"Ck, aku tidak pernah memerasnya. Kita hanya melakukan barter kecil-kecilan, aku memberitahu Sky tentang kehamilanmu dan Sky membantuku untuk berkencan dengan Erik. Sebuah kerjasama yang sangat baik bukan?" Jelas Aluna panjang lebar dengan tersenyum bangga.
Namun senyum itu langsung menghilang saat Aluna menyadari sudah kelepasan berbicara, hingga membongkar rahasianya sendiri yang sudah memberitahu tentang kehamilan Alana pada Sky.
"Al, aku harus pulang sekarang! Aku lupa ada janji dengan Klien." Aluna bergegas pergi dari tempat tersebut, sebelum mendapat amukan dari Alana karena sudah membocorkan tentang kehamilan kakaknya itu.
"Aluna....!" teriak Alana dengan geram saat mengingat apa yang sudah dilakukan adiknya itu.
"Al jangan berteriak, baby kita bisa jantungan mendengar teriakanmu." Sky mengusap perut Alana tanpa menyadari kemarahan wanitanya.
Dan yang terjadi selanjutnya di apartemen tersebut adalah suara Sky yang meminta maaf sembari memekik kesakitan karena rambutnya di tarik oleh Alana yang tengah marah.
__ADS_1