
"Sudahlah jangan dibahas lagi. Lagi pula kejadian itu sudah lewat, dan kita sudah tidak bisa merubahnya." Ucap Alana dengan tegar sambil berusaha melepaskan pelukan Sky. Namun tidak bisa karena pria itu memeluknya dengan erat.
"Maaf." Hanya itu yang bisa Sky ucapkan. "Seharusnya dulu aku mendatangimu setelah kejadian malam panas kita." Ya, kini Sky merasa bersalah karena membiarkan Alana pergi begitu saja hanya karena tak terima harga dirinya direndahkan. Jika saja pada saat itu Sky menemui Alana, mungkin wanita itu tidak akan keguguran.
"Kau tidak perlu meminta maaf. Karena semua itu bukan kesalahanmu." Karena memang Alana lah yang menyebabkan keguguran itu terjadi.
"Kalau begitu beri aku kesempatan untuk memulai hubungan kita dari awal." pinta Sky dengan sungguh-sungguh. Jika sebelumnya keinginan untuk menjalin hubungan dengan Alana sebesar seratus persen. Kini bertambah besar sampai tak bisa terhitung setelah mengetahui wanita yang menjadi istri kontaknya itu pernah mengandung benihnya.
"Sudah aku katakan, aku tidak bisa Sky. Kenapa kau tak mengerti!" Alana kesal bahkan meronta agar terlepas dari rengkuhan pria itu.
"Aku tidak mengerti dan tidak mau mengerti. Jadi aku akan mempertahankan pernikahan kita, meskipun kau menolak." Ucap Sky dengan tegas.
"Kau gila Sky!"
"Ya, aku gila karena mu Alana Dwight." Sky membalik tubuh Alana lalu mencium bibir wanita itu dengan sedikit memaksa karena mendapatkan penolakan dari Alana.
__ADS_1
"Cukup Sky!" Alana menahan pria itu yang hendak menciumnya lagi setelah tautan bibir mereka terlepas. "Ku mohon jangan seperti ini, aku tidak akan pernah bisa menerimamu karena kekurangan yang kumiliki."
"Kekurangan apa Al? Bukankah tadi sudah ku katakan, aku akan menerima semua kekurangan itu terlebih kau tenyata hamil karena ku."
Alana menggelengkan kepalanya. "Bukan itu kekuranganku."
"Lalu apa?" Tanya Sky dengan frustasi.
"Aku akan sulit untuk hamil lagi Sky, itu kekuranganku." Teriak Alana sambil menangis.
"Keluargamu sangat menginginkan keturunan, sedangkan aku—"
Sky kembali mencoba memeluk wanitanya yang sedang menangis, dan kini berhasil karena tak ada penolakan dari Alana. Ia pun mengusap punggung wanita itu dengan perlahan untuk menenangkannya.
"Katakan apa yang menjadi masalahnya." Sky ingin tahu apa yang membuat Alana tidak bisa hamil lagi.
__ADS_1
Alana akhirnya menceritakan semuanya pada Sky tentang kondisinya, agar pria itu tidak lagi memaksanya untuk menjalin hubungan. Sementara Sky hanya diam mendengar dengan baik semua yang dikatakan Alana, sambil mencari tahu lewat internet tentang kebenaran yang dikatakan wanita itu.
"Sulit belum tentu tidak bisa hamil bukan?"
Alana menganggukkan kepalanya dengan lemah.
"Kalau begitu kita coba sekarang." Sky membawa Alana keatas ranjang.
"Sky kau mau apa?" jerit Alana dengan tertawa saat pria itu menggelitik tubuhnya, bahkan mulai melucuti satu persatu pakaian yang melekat ditubuhnya.
"Akan aku buat kau hamil, dan jika tidak berhasil aku akan mencobanya terus dan terus sampai kau hamil anakku."
Tanpa membuang waktu. Sky menarik Alana kedalam gelombang kenikmatan yang membawa wanita itu melayang hingga mendesahkan namanya berulang kali. Hari-hari yang mereka lewati kemarin tanpa saling menyentuh dan bercinta semakin membuat keduanya terbakar oleh gairah yang membara.
Alana yang terhanyut oleh permainan Sky, bahkan melupakan ada Calvin yang menunggunya. Dia juga lupa dengan tujuannya mengatakan kondisi yang dialaminya, untuk membuat Sky mengurungkan niat menjalin hubungan dengannya.
__ADS_1