
Bagaimana tidak terkejut mendengar perkataan tersebut meluncur dari bibir Alana, dari bibir yang pernah mencurigai dirinya yang telah menghamili Rachel.
"Apa maksudmu Al?" Ia mengulangi pertanyaannya karena Alana diam saja.
"Kemungkinan anak yang ada di dalam kandungan Rachel, milik Calvin." Ucap Alana, meskipun belum memiliki bukti yang akurat karena Calvin sudah kembali ke Singapura, sehingga Alana kesulitan untuk membongkar kebusukan Rachel.
"What?" Sky menatap tak percaya dengan apa yang disampaikan Alana. "Al, kau sadar apa yang kau katakan tadi?"
Alana menganggukkan kepalanya.
"Kau memiliki bukti dengan tuduhanmu itu?"
Kini Alana menggelengkan kepala, membuat Sky menghela napas dengan berat.
"Tapi aku akan—"
"Dengar Al, aku tahu kau marah dan cemburu. Tapi jangan menuduh seseorang tanpa bukti." Oh ayolah, mana mungkin Sky percaya dengan apa yang dikatakan Alana.
Calvin, Rachel, mana mungkin kedua orang tersebut memiliki hubungan. Kenal pun mungkin tidak, karena setahu Sky Calvin tinggal di Singapura jadi bagaimana mungkin yang menghamili Rachel adalah Calvin.
"Jadi kau tidak percaya padaku?" Alana beranjak dari pangkuan Sky dengan emosi.
__ADS_1
"Bukan aku tidak percaya, hanya saja Rachel dan Calvin rasanya tidak mungkin." Jelas Sky dengan jujur.
"Baiklah kalau kau memang tidak mempercayaiku, tapi ingat satu hal kau akan menyesal suatu saat nanti." Ucap Alana dengan penuh penekanan disetiap katanya.
"Al..."
"Pergilah!"
Sky pun mau tidak mau keluar dari kamar, karena tidak ingin perdebatan tersebut semakin melebar kemana-mana. Dari yang awalnya marah karena dirinya mengantar Rachel periksa kandungan, dan sekarang melebar dengan pembahasan orang yang menghamili Rachel.
"Sampaikan pada Rachel, empat hari lagi wanita itu harus bersiap untuk tes DNA." Ucap Alana sebelum Sky menutup pintu kamar mereka.
Sky pun tidak menyahut perkataan Alana, dan memilih keluar dari kamar tanpa suara. Meninggalkan Alana yang masih kesal karena Sky tidak mempercayai ucapannya.
Sebenarnya Alana bisa mencari bukti perselingkuhan Rachel dengan Calvin atau dengan pria lainnya dengan meminta bantuan Boy Arbeto sepupunya. Namun tidak Alana lakukan, karena akan membuat situasinya semakin panas jika melibatkan keluarga. Alana baru akan meminta bantuan Boy jika ia sudah memutuskan untuk meninggalkan Sky, dan Alana berharap hari itu tidak akan pernah terjadi.
*
*
Beberapa hari kemudian.
__ADS_1
Seperti yang sudah disepakati bersama, hari ini adalah hari dimana Rachel akan melakukan tes DNA di rumah sakit Internasional milik keluarga Arbeto. Jujur Alana sudah tidak sabar melakukannya, karena ia ingin membuktikan pada Sky apa yang dikatakannya adalah benar. Karena semenjak pertengkaran mereka malam itu, hubungannya dengan Sky berubah menjadi dingin.
"Kenapa kau belum bersiap?" Tanya Alana pada Rachel saat mereka berpapasan di tangga ketika hendak turun ke lantai satu. Sungguh Alana bingung, kenapa bisa Rachel masih mengunakan pakaian santai sementara lima belas menit lagi mereka akan pergi ke rumah sakit.
"Kau sepertinya sudah tidak sabar melakukan tes DNA itu." Sindir Rachel dengan tersenyum sinis.
"Tentu saja, aku sudah tidak sabar membuatmu angkat kaki dari mansion ini." Ketus Alana sembari berjalan menuruni anak tangga.
"Yakin, aku yang akan keluar dari mansion ini? Bukan kau, Alana mandul." Ucap Rachel dengan menekankan kata mandul.
Deg.
Alana menghentikan langkahnya, menatap Rachel dengan penuh amarah. "Jaga bicaramu!"
"Kenapa? Yang aku katakan benar bukan? Kau sulit untuk memiliki anak karena rahimmu bermasalah."
Untuk ke-dua kalinya Alana terkejut. Entah dari mana Rachel mengetahui kondisinya, tapi yang jelas ia benar-benar tak percaya Rachel bisa mengetahui semua itu.
🍃Bersambung lagi nih🤭 sambil menunggu part selanjutnya kakak-kakak bisa mampir ke novel milik author Kak Ayi dan Kak Mom Al dibawah ini 👇
__ADS_1