Pernikahan 99 Hari

Pernikahan 99 Hari
Part 51


__ADS_3

Keduanya pun tersenyum, sibuk dengan pemikiran yang ada di benak masing-masing. Jika Rachel sibuk membayangkan menjadi seorang Nyonya Dwight, sedangkan Sandra membayangkan menggendong cucunya jika lahir nanti.


"Sky kau mau kemana?" Rachel yang melihat kekasihnya segera menghampiri.


"Ke kantor." Jawab Sky tanpa menghentikan langkahnya.


"Aku ikut."


Sky menghentikan langkahnya lalu menghela napas dengan kasar. "Kau tidak dengar? Aku akan pergi ke kantor."


"Aku dengar, dan aku ingin ikut. Karena kebetulan tempat yang akan aku datangi searah dengan kantor mu."


"Rachel—"


"Ijinkan dia ikut Sky!" Sandra ikut bersuara.


Membuat Sky menghela napas dengan kasar untuk kedua kalinya.

__ADS_1


"Kalau begitu cepat!" Sky terpaksa menyetujui karena tidak ingin berdebat lagi dengan Mom Sandra. Lagi pula hanya mengantar Rachel, bukan untuk menemani wanita itu.


"Tunggu sebentar." Dengan cepat Rachel masuk ke dalam kamar untuk mengambil tas dan ponselnya. Ia tidak akan melewatkan kesempatan untuk berduaan bersama Sky, sebelum ketempat yang ditujunya untuk bertemu dengan Calvin.


Ya, Calvin. Ia akan bertemu dengan pria yang sejak kemarin terus menghubunginya tanpa henti. Rachel ingin bertanya kenapa Calvin selalu mengganggunya, dan apa tujuan pria itu meminta untuk bertemu.


Sementara itu Sky yang menunggu Rachel di dalam mobil, mengirimkan pesan singkat pada Alana untuk memberitahu wanitanya kalau Rachel ikut menumpang. Agar tidak ada kesalahpahaman diantara dirinya dengan sang istri.


*


*


"Kau benar tidak bisa menjemput?" tanya Rachel dengan mimik sendu, berharap Sky akan tersentuh dan mau menjemputnya setelah ia selesai berbicara dengan Calvin.


"Maaf aku tidak bisa." Sky tetap pada jawaban semula.


Rachel menghela napasnya dengan kasar. Seandainya saja Calvin tidak mengganggunya akhir-akhir ini, tentu saja Rachel lebih memilih ikut ke kantor Sky dari pada menemui pria itu.

__ADS_1


Dan kini mau tidak mau Rachel harus keluar dari mobil Sky setelah mengenakan kacamata hitam dan masker untuk menutupi sebagian wajahnya agar tidak ada yang mengenali. Ia menatap mobil Sky yang semakin menjauh dengan perasaan kesal, karena rencananya untuk mendekati pria itu gatot alias gagal total.


"Kau tidak boleh menyerah Rachel Wijaya. Dan sekarang temui Calvin agar dia tidak menganggumu lagi." Ucapnya pada diri sendiri sambil berjalan ke tempat dimana Calvin menunggu.


Setelah sampai ditempat yang dituju. Rachel segera menekan kode unit apartemen milik Calvin yang sempat diberikan oleh pria itu kemarin malam.


"Calvin..." Rachel berjalan mencari pria itu. Mencari pelanggannya yang beberapa kali memakai jasanya untuk menghangatkan ranjang.


"Duduklah!" perintah Calvin yang sejak tadi menunggu kedatangan Rachel.


"Sebenarnya ada apa Tuan Calvin yang terhormat? Sejak kemarin kau terus menghubungiku." Tanya Rachel setelah duduk tepat di depan pria itu.


"Ada yang ingin aku tanyakan." Calvin menatap intens Rachel terutama perut wanita itu yang terlihat rata. "Apa benar kau sedang hamil?"


Deg.


Kedua mata Rachel terbelalak dengan wajah yang terkejut mendengar pertanyaan Calvin. Dari mana pria itu tahu dirinya tengah mengandung, sementara yang mengetahui tentang kehamilannya hanya keluarga Dwight berikut Alana tentunya.

__ADS_1


"Tunggu! Apa mungkin Calvin dan Alana saling berkomunikasi membicarakan dirinya? Atau mungkin Calvin dan Sky?" Karena beberapa waktu yang lalu Rachel melihat ketiganya saling berbincang tepat di depan apartemen milik Sky. Dan sialnya ia tidak tahu ada hubungan apa antara Calvin dan Alana atau pun dengan Sky.


__ADS_2