Pernikahan 99 Hari

Pernikahan 99 Hari
Part 76


__ADS_3

"Kenapa? Apa kau keberatan kami tinggal di apartemen mu?"


"Tentu saja aku keberatan." Rachel tidak mau berbasa-basi lagi. Ia tidak akan lagi menutupi kebohongannya karena tidak mau hidup susah dan dibuat susah oleh keluarga Dwight. "Dan asal Anda tahu, janin ini bukan milik Sky. Jadi Anda dan suami Anda yang sudah jatuh miskin itu tidak berhak ikut tinggal di apartemenku."


Mendengar apa yang dikatakan Rachel, Sandra pun tertawa keras hingga membuat Rachel bingung.


"Lihatlah! Tadi kau bersikeras mengatakan janin itu milik Sky, sekarang kau mengatakan bukan."


"Karena tadi aku tidak tahu kalau kalian sudah jatuh miskin. Aku lebih baik datang ke ayah kandung anak ini dari pada hidup susah bersama kalian, bersama calon ibu mertua gila yang begitu mudah dibohongi hanya karena ingin memiliki cucu. Oh ya, aku jadi berpikir apa jangan-jangan Sky mandul? Karena sudah dua wanita yang ditiduri putramu, tapi tidak ada satupun yang hamil."


Plak.


Sandra menampar Rachel, dan kali ini sangat keras sampai telapak tangannya sendiri terasa panas, sepanas hatinya yang tak terima putra kesayangannya dikatakan mandul.


"Jaga bicaramu!"

__ADS_1


"Dan jaga tangan Anda!" Rachel mendorong Sandra hingga wanita tua itu hampir jatuh. Kalau saja tidak ingat lawannya adalah orang tua, sudah ia balas semua tamparan Sandra. "Dengar Nyonya Sandra yang terhormat, terima saja jika putramu itu memang mandul."


"Kau wanita murahan! Tak tahu diri!"


Rachel tersenyum tanpa mau membalas umpatan Sandra, ia lebih memilih pergi dari ruangan tersebut sembari memikirkan bagaimana caranya meyakinkan Calvin untuk menerima dirinya dan kandungannya. Karena pria itu adalah ayah biologis dari janin yang dikandungnya.


Sementara itu Sandra yang masih berada di ruang rawat, kini tersenyum getir. Ia tidak menyangka selain murahan Rachel juga wanita yang mengerikan, untung saja Sky sudah putus dari wanita jadi-jadian itu dan menikah dengan Alana.


"Alana..." lirihnya dengan sendu saat mengingat menantu yang sudah ia sia-siakan bahkan diperlukan kasar olehnya. "Aku harus meminta maaf padanya." Sandra mengambil ponselnya untuk menghubungi Sky, dan meminta pada putranya untuk mempertemukan dirinya dengan Alana.


*


*


Setelah selesai berbicara dengan mendengarkan semua cerita Mom Sandra tentang Rachel, juga tentang hasil tes DNA yang menunjukkan janin yang ada didalam kandungan wanita itu bukan miliknya. Sky kembali duduk di tempatnya semula.

__ADS_1


"Tadi Mom Sandra menitipkan salam untukmu, beliau juga—"


"Kapan kau pergi dari apartemenku," potong Alana dengan cepat. Karena selain tidak mau mendengar apa pun tentang Sandra, Alana juga merasa terganggu dengan keberadaan Sky yang tiap pagi mengalaminya morning sickness.


"Sudah aku katakan, aku akan tinggal dimana pun kau berada."


"Dan sudah aku katakan, aku ingin kita berpisah. Jangan lupa berkas perceraian kita sudah masuk ke pengadilan."


Sky menghela napasnya. "Kenapa kau begitu keras kepala?"


"Kenapa kau begitu egois?" Sahut Alana tak mau kalah.


"Al..." lagi-lagi Sky menghela napasnya dengan kasar. "Apa yang bisa aku lakukan untuk membuatmu merubah keputusan untuk berpisah denganku?"


"Tidak ada! Karena keputusanku sudah bulat tidak bisa diganggu gugat."

__ADS_1


__ADS_2