Pernikahan 99 Hari

Pernikahan 99 Hari
Part 66


__ADS_3

"Alana akhirnya kau datang." Dwight tersenyum dengan tatapan penuh kelegaan saat melihat menantunya. "Sky sedang dirawat, wajahnya babak-belur habis dipukuli orang." Adunya pada sang menantu.


"Aku ingin melihat Sky, permisi." Alana berlalu dari tempat tersebut tanpa mempedulikan kedua mertuanya, karena baginya sudah tidak penting berbasa-basi pada orang yang tidak menghargai dirinya.


"Tunggu Al, Mom Sandra ingin mengatakan sesuatu."


Dwight memerintahkan istrinya untuk meminta maaf melalui tatapan tajamnya, membuat Sandra ketakutan dan segera menggenggam tangan menantunya.


"Alana, Mom ingin meminta maaf atas perlakuan Mommy selama ini yang sudah keterlaluan padamu."


"Bukan sudah! Tapi sangat-sangat keterlaluan!" Potong Alana dengan emosi dan penuh penekanan disetiap katanya. Entah mengapa berhadapan dengan ibu mertuanya, emosi Alana langsung naik seketika. Padahal dulu Alana tidak pernah seperti itu dan memilih diam meskipun disakiti, tapi untuk Mom Sandra sepertinya pengecualian.

__ADS_1


"Al..." Sandra menangis mengingat semua perbuatan kejamnya pada Alana, pada menantunya hanya karena menginginkan seorang cucu.


Sungguh Sandra sangat menyesali semua perbuatan buruknya itu, apalagi setelah mendengar dari Sky tentang Rachel kalau wanita itu ternyata simpanan para pria kaya. Dan kemungkinan besar janin yang ada dikandungan Rachel adalah milik salah satu pria yang menjadi kliennya. Ya, meskipun Sandra masih berharap anak yang ada di perut Rachel adalah keturunan Dwight. Tapi ia berjanji tidak akan memusuhi Alana lagi, karena wanita yang ia bela selama ini tidak lebih hanya seorang wanita murahan. Dan yang paling utama karena ia takut jatuh miskin, karena Sandra baru sadar seorang Alana memiliki kekuatan yang bisa membuat perusahaan suaminya kini hampir bangkrut.


"Nyonya Sandra, aku datang kemari untuk melihat keadaan Sky bukan untuk melihat drama keluarga kalian. Jadi meskipun kalian meminta maaf padaku tidak akan merubah apapun."


Alana beranjak dari tempat tersebut, meninggalkan Dwight dan Sandra yang menatap punggung Alana dengan tatapan penuh penyesalan.


Sementara Sandra yang menangis kini semakin terisak. "Aku tahu aku salah, tapi sekarang kita harus bagaimana? Aku tidak mau hidup susah sayang."


"Ck, sekarang baru kau bilang tidak mau hidup susah. Tapi kemarin saat aku ingatkan kau tidak mendengarkan ku sama sekali. Kau justru semakin bersemangat memusuhi menantumu sendiri." Ketus Dwight dengan bingung. Kini ia tidak tahu lagi harus berbuat apa untuk menyelamatkan perusahaannya, karena Alana jelas-jelas menolak untuk membantunya.

__ADS_1


"Kau jangan menyalahkan aku terus, kau lupa? Kau juga ikut memusuhi Alana." Sahut Sandra dengan kesal sembari mengusap air matanya. Ia tidak mau disalahkan terus menerus oleh suaminya itu, karena tanpa disalahkan dia sudah sadar apa kesalahannya.


"Aku tidak pernah memusuhinya, hanya sedikit kecewa saat kau terjatuh karena Alana."


"Ck, sama saja. Ayolah Dwight lakukan sesuatu agar kita tidak jatuh miskin." Sandra tidak bisa membayangkan jika hidupnya harus susah dan kekurangan uang.


"Sandra kenapa yang ada di otakmu itu hanya harta dan harta. Kau tidak memikirkan bagaimana kedepannya hubungan putra kita dengan istrinya? Bagaimana kalau Alana meminta cerai karena perbuatanmu selama ini?" Karena ia tahu menantunya itu sudah pergi dari Mansion Dwight, ditambah dengan goyangannya perusahaan miliknya karena permainan keluarga Arbeto. Sudah dapat dipastikan Alana memilih berpisah dengan putranya.


Sandra yang terkejut menutup mulut dengan kedua tangannya. "Tidak, mereka tidak boleh bercerai, Dwight. Sky pasti menderita jika hal itu sampai terjadi. Aku mohon lakukan sesuatu untuk memperbaiki semuanya." Pinta Sandra.


"Kenapa harus aku? Kau saja yang lakukan." Dwight yang pusing dengan nasib perusahaan dan putranya, memilih pergi dari tempat tersebut meninggalkan Sandra yang berteriak memanggil namanya.

__ADS_1


__ADS_2