
Setelah kejadian malam itu Alana lebih memilih menyibukkan diri dalam bekerja, sehingga baru pulang ke mansion Dwight saat jam makan malam telah lewat. Sky sendiri tidak keberatan dengan apa yang dilakukan Alana, karena suaminya tahu bagaimana perlakuan Mom Sandra terhadap Alana.
Hari-hari yang dilewati Alana juga semakin tidak mudah, karena sekarang tidak hanya Mom Sandra yang berada di pihak Rachel, tapi Dad Dwight pun mulai terhasut oleh wanita ****** yang pandai berakting itu. Mungkin karena kejadian saat Alana seperti mendorong Mom Sandra membuat Dad Dwight kecewa, dan Alana memaklumi hal tersebut karena tidak ada satu orang pun yang terima, jika orang yang dicintai terluka meskipun dengan tidak disengaja.
Dan kini sikap Sky pun mulai membuatnya kesal, karena suaminya itu mulai perhatian pada Rachel. Seperti yang dilakukan pria itu tadi dengan mengantar Rachel periksa kandungan tanpa memberitahunya. Kalau saja Mom Sandra dan Rachel yang dengan sengaja memberitahu hal tersebut, mungkin Alana tidak akan pernah tahu.
"Sayang aku hanya mengantar Rachel periksa kandungan, karena Mom yang memaksaku." Jelas Sky pada istrinya, yang entah mengapa akhir-akhir ini mudah tersinggung dan marah-marah.
"Kau bisa menolaknya Sky! Kau itu suamiku apa kata orang diluar sana saat melihat kau mengantar Rachel Wijaya memeriksa kandungan? Mau ditaruh dimana wajah ku ini." Ucap Alana dengan menggebu.
"Orang-orang tidak akan tahu sayang, karena kami datang ke dokter kepercayaan keluarga Dwight." Jelas Sky masih dengan bersabar.
"Dokter kepercayaan? Apa kalian itu lupa, di Mansion ini ada dokter kandungan. Kenapa memakai dokter lain?" Alana masih tidak terima, bagi Alana alasan Sky terlalu dibuat-buat.
"Oke fine, aku minta maaf. Besok-besok jika Rachel meminta untuk diantar ke dokter kandungan aku tidak akan mau." Ucap Sky pada akhirnya. Memilih mengalah dari pada meneruskan perdebatan mereka, karena begitu lelah setelah seharian mengerjakan urusan kantor dan menemani Rachel ke dokter kandungan.
"Kenapa ada besok-besok? Kau ingin selamanya tinggal dengan Rachel?" Alana semakin tersulut emosi.
__ADS_1
"Astaga Alana Ricardo." Keluh Sky, karena lagi-lagi apa yang dikatakannya salah. "Maksud aku bukan seperti itu, aku hanya—"
"Hanya apa?" Sahut Alana dengan cepat, hingga membuat Sky terdiam.
"Oke sayang, aku minta maaf." Entah sudah berapa kali Sky meminta maaf. Tapi ia tidak peduli karena ingin secepatnya mengakhiri perdebatan mereka yang menurutnya konyol.
"Tunggu, kau mau kemana?" Alana menahan langkah suaminya yang hendak keluar dari dalam kamar mereka, karena ia belum selesai meluapkan emosi nya.
"Aku ingin ke ruang kerja, Al."
Sky menghela napasnya sembari duduk kembali di atas ranjang dengan menatap Alana. "Baiklah aku akan mendengarkan amarah mu, sekarang katakan!"
"Aku..." Alana terdiam karena lupa apa yang hendak ia sampaikan tadi.
"Al..?" Sky menunggu.
"Aku lupa tadi ingin mengatakan apa." Ketus Alana.
__ADS_1
Sky yang mendengarnya tentu saja tertawa, ada-ada saja kelakuan istrinya itu yang lupa dengan kemarahannya.
"Kemarilah!" Sky menepuk pahanya agar Alana duduk dipangkuannya.
Alana diam saja dan memilih membalik badannya, hingga sebuah tangan menariknya terjatuh keatas pangkuan Sky Dwight.
"Kau itu kenapa sayang? Kenapa akhir-akhir ini kau cepat sekali marah, dan cemburuan?" Tanya Sky sembari menatap intens wajah cantik Alana.
"Cemburu? Untuk apa aku cemburu, tidak penting." Sahut Alana dengan tersenyum sinis.
Sky pun kembali tertawa melihat kebohongan Alana. "Dengar sayang, aku hanya mencintaimu jadi percayalah padaku."
"Lelaki tidak ada yang bisa dipercaya." Karena ia sudah merasakan bagaimana dikhianati oleh orang-orang yang dicintainya, jadi Alana tidak akan mudah untuk percaya lagi pada seseorang termasuk suaminya. "Dengar Sky, aku tidak ingin kejadian tadi terulang lagi. Bukan kau yang seharusnya bertanggung jawab pada kehamilan Rachel, tapi pria lain."
Deg.
"Apa maksudmu, Al?" Tanya Sky dengan terkejut.
__ADS_1