Pernikahan 99 Hari

Pernikahan 99 Hari
Part 49


__ADS_3

Alana mengerutkan keningnya dengan bingung. "Tentu saja aku—" ia tak bisa melanjutkan perkataannya saat mulutnya tiba-tiba dibungkam oleh tangan Sky


"Ayo pergi Al, ponselmu ada padaku." Bisik Sky dengan kesal. Ya, tadi ia percaya diri mengatakan pada Calvin kalau Alana akan kembali, karena melihat dan menyimpan ponsel Alana yang tertinggal di atas meja.


"Iya, tapi —"Alana tidak melanjutkan perkataannya saat ditarik paksa oleh Sky keluar dari Cafe. Meninggalkan Calvin yang terdengar tertawa terbahak-bahak entah karena apa.


Sementara itu Calvin yang kini duduk seorang diri ditempat tersebut, langsung mengambil ponselnya untuk memastikan sesuatu.


"Angkat Rachel Wijaya!" Umpatnya. karena panggilan tersebut tidak diangkat oleh wanita ****** itu. "Sial!" umpatnya lagi karena panggilan berikutnya justru di tolak dan kini ponsel Rachel tidak aktif. "Dasar ******! Awas kau!" Calvin pun meninggalkan tempat tersebut dengan penuh emosi.


*

__ADS_1


*


Beberapa jam kemudian, ditempat lainnya lebih tepatnya di sebuah kamar hotel. Sky dan Alana kini sedang berpelukan diatas ranjang dengan selimut yang menutupi tubuh polos keduanya. Ya, seperti yang sudah-sudah jika mereka berdebat pasti akan berakhir di atas ranjang. Karena dengan cara seperti itu maka amarah dihati keduanya akan hilang dan bisa memulai pembicaraan dengan hati dan kepala yang dingin.


"Itulah yang terjadi kemarin ditempat Rachel. Aku tidak tega meninggalkannya yang pingsan, dan mau tidak mau menemani Rachel hanya karena rasa kemanusiaan, tidak lebih dari itu." Sky kembali menjelaskan pada Alana kenapa ia pulang larut malam.


Alana hanya diam mendengar semua penjelasan Sky.


"Dan seperti yang aku katakan pada Rachel kemarin, jika pun anak itu darah dagingku. Aku akan bertanggung jawab, tapi tidak dengan cara menikahinya. Karena hanya kau satu-satunya istri seorang Sky Dwight, tidak ada yang lain."


"Kau percaya padaku kan?" tanya Sky sembari memeluk erat tubuh wanitanya.

__ADS_1


Alana yang masih diam kini tersenyum. "Ini bukan masalah percaya atau tidak. Tapi waktu yang akan membuktikan semua yang kau katakan tadi."


"Ya, waktu. Dan kini waktunya kita kembali membuat Sky dan Alana junior."


Tanpa menunggu persetujuan Alana. Sky kembali membawa wanitanya mereguk indahnya surga dunia. Suara ******* dan erangan kini bersahutan kembali diruangan tersebut, menggambarkan betapa panasnya percintaan pasangan suami istri tersebut.


Dan bukan hanya hari itu saja percintaan panas itu terjadi. Karena hari-hari berikutnya selama mereka berada di Bali, lebih banyak dihabiskan di dalam kamar dengan kegiatan ranjang. Hingga akhirnya hari ini mereka kembali ke Jakarta dan hendak pulang ke apartemen mereka. Namun yang terjadi diluar dugaan, karena apartemen yang selama ini mereka tempati sudah di tutup aksesnya oleh Mom Sandra.


Para pengawal pribadi yang ditempatkan di depan unit apartemen mereka, langsung membawa Alana dan Sky menunju Mansion Dwight, setelah sebelumnya Sky hendak menghubungi Mom Sandra namun dilarang Alana.


Istrinya itu mengingatkan padannya dengan kesepakatan mereka dengan Mom Sandra sebelum pergi ke Bali untuk tinggal di mansion Dwight. Dan disinilah mereka berada saat ini, di depan pintu masuk Mansion setelah turun dari dalam mobil.

__ADS_1


"Kau yakin ingin tinggal disini?" tanya Sky untuk kesekian kalinya. Karena tidak ingin Alana tersakiti dengan tinggal bersama Mom Sandra dan Rachel tentunya. Ia bisa membeli apartemen baru bahkan Mansion untuk mereka tempati jika Alana berkata tidak.


"Tentu saja aku yakin." Jawab Alana dengan penuh percaya diri meskipun ada sedikit keraguan. Kini saatnya ia harus menghadapi Ibu mertua dan mantan kekasih suaminya di mansion Dwight, untuk menunjukkan siapa Alana Ricardo. Wanita yang tidak akan pernah bisa ditindas oleh siap pun terlebih oleh Mom Sandra dan Rachel.


__ADS_2