
"Sebenarnya apa yang kau inginkan? Kenapa kau tiba-tiba datang ke mansion Dwight? Mengaku hamil dan meminta pertanggung jawaban dariku?" Tanya Sky to the poin setelah mereka sampai di unit apartemen milik Rachel.
"Jelas yang aku inginkan adalah kau, Sky. Kau kekasihku, Daddy dari janin yang ada diperut ini." Rachel menarik tangan Sky untuk menyentuh perutnya. "Dan aku terpaksa pergi ke mansion orang tua mu karena kau sulit untuk dihubungi."
"Janin itu belum tentu milikku." Sky menarik tangannya dengan cepat dari perut Rachel.
"Demi Tuhan Sky, janin ini milikmu. Aku tidak pernah bercinta dengan pria lain selama menjalin hubungan denganmu." Ucap Rachel dengan meyakinkan.
Sky terdiam sembari menghela napasnya, karena bingung harus berkata apa lagi.
"Sky percayalah padaku." Rachel menggenggam tangan kekasihnya. "Selama kita berhubungan apa pernah aku berkhianat dibelakangmu? Apa pernah aku menolak apa pun yang kau inginkan termasuk mengijinkan kau menikah kontrak dengan Alana?"
Sky semakin tak bisa berkata-kata, karena semua yang dikatakan Rachel benar adanya. Selama mereka berhubungan, Rachel selalu mengerti apa pun keinginannya dan tidak pernah mengkhianatinya dengan pria lain. Setidaknya itulah yang dilihatnya selama ini.
"Demi anak ini dan demi dirimu aku akan membatalkan kontrak sialan itu. Aku sudah tidak peduli jika karier ku hancur, karena saat ini yang aku inginkan hanya kau menjadi suamiku."
__ADS_1
"Tapi kenapa baru sekarang Rachel? Kenapa dulu saat aku menawarkan sebuah pernikahan, dan akan mengganti rugi denda pembatalan kontrak kerjamu kau tidak mau?"
"Ya, aku akui itu kesalahanku. Aku terlalu terlena dengan kesuksesan yang ku capai sampai mengabaikan keinginanmu." Rachel menundukkan kepalanya mencoba membuat Sky iba. "Tapi sekarang aku sudah sadar dan kita bisa memulainya dari awal."
"Tidak bisa Rachel karena semua sudah terlambat."
"Tidak ada kata terlambat Sky, apalagi kita masih saling mencintai." Rachel mencoba menyakinkan Sky.
"Sudah tidak lagi. Aku sudah tidak mencintaimu, karena hati ini sudah mencintai wanita lain, dan wanita itu Alana." Ucap Sky dengan jujur. Ia pikir lebih baik jujur walaupun menyakitkan dari pada berbohong.
"Sky..."
"Apa maksudmu? Apa kau ingin lari dari tanggung jawab?" Ucap Rachel dengan marah, karena Sky terus menolaknya.
"Aku akan bertanggung jawab tapi tidak dengan menikahimu. Aku rasa pembicaraan kita selesai sampai disini." Sky berdiri dari tempat duduknya.
__ADS_1
"Sky jangan seperti ini." Rachel menahan lengan kekasihnya. "Apa kau tidak kasihan pada kami?"
Deg.
Kini Sky merasa tidak tega pada Rachel, rasanya ia terlalu kejam memperlakukan wanita yang selama ini baik padanya, apalagi Rachel kini sedang mengandung.
"Berikan aku satu kali kesempatan untuk merebut hatimu. Aku.., aw kepalaku sakit Sky."
"Rachel kau kenapa?" Sky bingung melihat wanita itu yang meringis kesakitan.
"Aku—"
"Rachel..." pekik Sky dengan terkejut sembari menahan tubuh Rachel yang tiba-tiba jatuh pingsan. "Rachel bangun." Sky menepuk pipi wanita itu.
Karena merasa khawatir, Sky pun membawa Rachel ke dalam kamar. Dan tidak lupa untuk memanggil dokter.
__ADS_1
Sementara itu Rachel yang kini terbaring di atas tempat tidur, sedang tersenyum dalam hati karena aktingnya yang berpura-pura pingsan membuat Sky mengurungkan niatnya untuk pergi. Akan ia tahan pria itu selama mungkin di apartemennya agar terjadi kesalahpahaman diantara Sky dan juga Alana.
"Seharusnya aku diberi piala penghargaan sebagai aktris terbaik tahun ini, karena sudah membuat dua orang tertipu. Nyonya Sandra dan Sky Dwight." Gumamnya dalam hati.