
Setelah mengantar Rachel ke rumah sakit dan memastikan keadaan wanita itu baik-baik saja, Sky bergegas pergi dari tempat tersebut.
"Sky mau kemana?" Sandra menahan putranya yang hendak pergi.
Sky yang ditanya hanya diam saja, ia terus berjalan tanpa mempedulikan Mom Sandra yang memanggil dan mengikutinya.
"Sky tunggu!" Sandra kembali menahan langkah putranya. "Kau tidak boleh pergi! Kasihan Rachel."
"Cukup Mom!" Sentak Sky dengan penuh emosi. Ya, sejak tadi ia menahan emosi pada Mom Sandra saat ibu kandungnya itu menampar Alana tepat didepan wajahnya. "Dia sudah aku bawa ke rumah sakit, dan keadaannya baik-baik saja. Sekarang aku ingin menenangkan Alana."
Karena Sky tahu saat ini wanitanya pasti sedang sedih, karena tadi dia diam saja dan terkesan menyalahkan Alana atas jatuhnya Rachel. Padahal saat itu ia panik dan ingin memastikan keadaan Rachel dengan segera mengantar wanita itu ke rumah sakit, agar Alana tidak terkena masalah karena sudah membuat Rachel terjatuh. Karena Sky melihat sendiri bagaimana Alana menghempaskan tangan Rachel entah itu disengaja atau tidak.
__ADS_1
"Ck, disaat seperti ini kau masih saja mempedulikan wanita jahat itu?"
"Alana tidak jahat, dia istriku." Ucap Sky dengan penuh penekanan disetiap katanya. "Dan jangan pernah Mom menampar Alana lagi atau aku akan melepas nama Dwight selamanya."
"Sky..."
"Ada apa ini?" Dwight yang tak sengaja mendengar ucapan Sky, berjalan mendekat dengan menatap tajam pada Sandra. "Benar kau menampar Alana?"
"Aku.., aku tidak sengaja. Aku emosi karena Alana dengan sengaja menjatuhkan Rachel dari tangga." Jelas Sandra dengan membela diri.
"Fatal bagaimana? Kau tidak perlu berlebihan." Sahut Sandra dengan sedikit takut, karena baru kali ini suaminya sampai membentaknya dengan keras, menandakan apa yang dilakukannya itu sebuah kesalahan besar.
__ADS_1
Sky sendiri memilih pergi dari tempat tersebut dari pada mendengar perdebatan Mom Sandra dan Dad Dwight, karena yang terpenting saat ini adalah menemui istrinya yang mungkin tengah marah dan kecewa. Apalagi akhir-akhir ini Alana cepat sekali marah dan tersinggung, itu sebabnya selama ini Sky lebih memilih menjauh agar hubungan mereka tidak bertambah panas karena kecemburuan Alana yang tidak masuk diakal
Setelah sampai di mansion Dwight, Sky bergegas mencari istrinya di dalam kamar. Namun sayang tidak ada siapa pun di dalam ruangan tersebut. Sky pun memanggil pelayan dan menanyakan keberadaan Alana, tapi tidak ada yang tahu dimana keberadaan istrinya.
"Oh my God, jangan sampai...."
Sky bergegas kembali ke dalam kamar dan langsung membuka lemari pakaian. Benar saja dugaan Sky, seluruh pakaian Alana sudah tidak ada, menandakan sang pemilik pakaian tersebut telah pergi.
"Sial!" umpat Sky dengan marah. "Al kenapa kau tidak menungguku?"
Tidak kehilangan akal Sky pun menghubungi pengawal pribadinya yang bertugas menjaga Alana, untuk mengetahui dimana keberadaan istrinya saat ini. Dan setelah mengetahui dimana istrinya berada, ia pun menarik napas dengan panjang.
__ADS_1
"Mansion utama." Lirihnya.
Jika sudah seperti ini Sky tahu jalannya untuk bertemu Alana tidak akan mudah, karena kini ia harus berhadapan langsung dengan Boy Arbeto. Sosok yang ia hindari selama ini, karena jika bersinggungan dengan sang pewaris Arbeto tersebut maka akan berakhir mengenaskan seperti Abian dulu. Tapi Sky tidak peduli, yang harus dilakukannya saat ini adalah pergi ke mansion utama untuk menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi diantara dirinya dengan Alana.