Pernikahan 99 Hari

Pernikahan 99 Hari
Part 72


__ADS_3

Ya, Alana memilih diam tidak menjawab pertanyaan Sky. Ia hanya ingin memeluk pria itu sebagai ungkapan rasa bahagianya tanpa mau memberitahu Sky, jika ia sedang mengandung benih pria itu. Bukan karena Alana egois ingin menyembunyikan hal tersebut, tapi ia merasa tidak penting juga memberitahu pria itu mengingat sebentar lagi mereka akan bercerai.


"Al kau itu sebenarnya kenapa?" Sky mengurai pelukannya, ia menatap intens wajah Alana untuk mencari tahu kenapa istrinya itu tiba-tiba menangis dan mengucapkan kata terima kasih.


"Aku tidak apa-apa." Alana pun berjalan menuju tempat tidurnya dengan tersenyum. Besok ia akan ke rumah sakit untuk memeriksa kandungannya, sekaligus untuk mengetahui sudah berapa bulan kandungannya itu. Tapi jika tidak salah hitung, Alana memprediksi kandungannya sudah berjalan sekitar enam atau tujuh Minggu.


Sementara itu Sky yang masih diam terpaku, menatap punggung Alana dengan penuh tanda tanya. Ia masih bingung dengan apa yang terjadi pada Alana, tapi yang pasti ada yang wanita itu sembunyikan darinya.


*


*


Keesokan harinya.


"Kau kenapa?" Tanya Alana, yang melihat Sky keluar dari bathroom dengan wajah yang pucat. Ia tahu sejak tadi pria itu bolak-balik ke kamar mandi hanya untuk mengeluarkan isi perutnya, alias muntah-muntah.

__ADS_1


Sky menggelengkan kepalanya. "Aku tidak tahu, perutku sejak tadi terasa pusing dan kepalaku mual."


Alana pun sontak tertawa mendengar jawaban Sky yang konyol. "Perutmu mual dan kepalamu pusing?" ralatnya.


"Nah iya itu." Sky pun terduduk dengan lemah di atas sofa sembari menatap Alana yang terlihat sudah rapih dengan setelan kerjanya. "Kau mau kemana?"


"Tentu saja bekerja." Bohongnya. Karena sebenarnya Alana ingin memeriksa kandungannya sekaligus untuk mengambil barang-barang miliknya yang ada di ruang kerja. Karena tadi pagi ia sudah memberitahu sang pemilik rumah sakit yang tidak lain adalah Boy Arbeto tentang pengunduran dirinya.


Ya, Alana memang sudah mantap untuk keluar dari pekerjaannya demi sang buah hati yang ada di dalam kandungannya. Karena bagi Alana kehamilannya itu lebih penting dari pada apa pun yang ada di dunia ini.


"Sky kau tidak apa-apa?" Alana menyusul Sky, ikut membantu pria itu yang tengah muntah-muntah.


"Pergilah Al, ini begitu menjijikan." Sky mendorong Alana untuk menjauh.


Alana pun melangkah mundur, melihat dari jauh bagaimana Sky yang kepayahan mengeluarkan isi perutnya sampai wajah pria itu pucat. Bagaimana tidak pucat? Sudah terhitung delapan kali pria itu bolak-balik ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


"Sepertinya kau ingin memberitahu Daddy mu, ada kau disini." Alana menyentuh perutnya dengan tersenyum getir.


Alana tahu benar apa yang sedang dialami Sky saat ini adalah sindrom couvade. Dan yang dialami pria itu bertepatan setelah ia mengetahui kehamilannya. Seakan-akan janin yang ada diperutnya itu mengetahui jika ia sudah diketahui keberadaannya, dan ingin Daddy nya pun tahu melalui sindrom couvade yang dialami Sky.


...🍃 Pengumuman pemenang!!...


...Hai semuanya 🤗 kali ini Mom akan mengumumkan pemenang Give Away Novel Pernikahan 99 Hari. Dan nama-namanya ada dibawah ini...



...Selamat untuk para pemenang 🎉...


...Segera kirim alamat lengkap kalian, dan no hp kalian yang memenangkan hadiah pulsa. Bagi yang belum beruntung bisa ikutan Giveaway yang ada di novel Menikah Muda. Yuk pantau terus kisah Rain Moses dan Flora Arbeto 🥰...


Note : Jika tidak mengkonfirmasi dalam satu Minggu, hadiah akan hangus!! Dan untuk hadiah ongkir ditanggung pemenang. Terima kasih 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2