
Setelah mengantar Sky pergi walaupun hanya sampai pintu depan, Alana kini sudah bersiap untuk berangkat kerja. Namun baru saja langkah kakinya sampai diruang tengah, Rachel beserta Mom Sandra memangilnya untuk mendekat. Dan mau tidak mau Alana pun ikut duduk di samping Mom Sandra, karena tidak mungkin ia memilih duduk disamping Rachel.
"Kau ingin berangkat kerja?" Tanya Sandra.
"Ya Mom, memangnya kenapa?
Sandra terdiam sesaat masih dengan menatap menantunya yang akhir-akhir ini membuatnya kesal. "Begini Al, kau tahu bukan Mom sangat menginginkan seorang cucu?"
Alana menganggukkan kepalanya dengan kening berkerut, menerka-nerka apa yang ingin disampaikan ibu mertuanya. Dan pastinya sesuatu yang disampaikan itu akan membuatnya marah, terlihat dari raut wajah Mom Sandra yang sangat tidak bersahabat.
"Agar kau cepat hamil, sebaiknya mulai saat ini kau tidak perlu bekerja lagi."
"What?" Alana menatap tak percaya dengan apa yang diminta ibu mertuanya. Apa mom Sandra sudah gila memintanya untuk berhenti bekerja hanya karena agar dirinya cepat hamil. "Mom bercanda bukan?"
__ADS_1
"Mom serius Al. Kalau kau terus sibuk bekerja dan Sky juga sibuk kapan kalian akan memiliki anak?
Alana tersenyum sembari menggelengkan kepalanya. "Mom, aku—"
"Mom tahu, kau pasti tidak akan mau dengan memberikan beribu macam alasan. Bukan karena berat pada pekerjaan tapi sebenarnya kau ingin menunda kehamilan bukan?" Potong Sandra dengan cepat dan menuduh.
"Itu tidak benar Mom." Alana membela diri, karena memang bukan dirinya yang ingin menunda kehamilan. Hanya saja butuh waktu dan keajaiban serta kesabaran bagi Alana untuk bisa hamil mengingat kondisinya.
Alana menghela napasnya sembari menatap Mom Sandra, lalu beralih menatap Rachel yang terlihat tersenyum tipis. Sudah dapat dipastikan ibu mertuanya berbicara seperti itu karena hasutan Rachel. Dasar wanita ******, belum ada satu hari Sky pergi sudah membuat masalah dengannya.
"Sebenarnya apa mau Mom?" Tanya Alana to the poin, karena yakin pembicaraan mereka yang tidak jelas ini mengarah pada satu tujuan yang ia tak tahu apa.
Sandra tersenyum lebar. "Keinginan Mom hanya satu, bercerailah dari putraku. Agar kau bisa bebas bekerja menjadi seorang wanita karier, dan calon cucuku yang ada dikandungan Rachel memiliki keluarga lengkap." Ya, itulah yang diinginkan Sandra sejak mengetahui ada penerus keluarga Dwight di dalam kandungan Rachel, dan saat mengetahui Alana tidak sebaik yang dia kira. Dan sekarang Sandra bisa mengutarakan keinginannya itu karena suami dan putranya sedang pergi ke luar negeri.
__ADS_1
Alana sendiri tersenyum sinis saat mengetahui keinginan Mom Sandra, yang pastinya keinginan dari Rachel. "Kenapa Mom meminta padaku? Seharusnya Mom minta pada Sky untuk menceraikan aku."
"Ck, Sky pasti tidak akan mau menceraikanmu. Jadi jalan satu-satunya kau yang harus meminta cerai!" Ucap Sandra dengan penuh penekanan di akhir kalimat.
Alana berpura-pura berpikir lalu tersenyum. "Sayangnya aku juga tidak ingin bercerai dari putramu Mom. Dan sekarang aku harus pergi." Ia beranjak dari tempat duduknya lalu meninggalkan ruangan tersebut.
Meninggalkan Mom Sandar dan Rachel dengan eskpresi wajah yang berbeda. Jika Sandra terlihat kesal menahan emosi, Rachel terlihat tersenyum puas karena rencananya untuk merusak hubungan Alana dan Sandra berjalan dengan lancar.
"Dasar menantu kurang ajar." Umpat Sandra dengan kesal.
Rachel semakin tersenyum puas, karena selain berhasil membuat hubungan ibu mertua dan menantunya rusak, ia juga berhasil membuat Mom Sandra semakin membenci Alana.
"Ini baru permulaan Alana Ricardo." Gumam Rachel dalam hati, tidak lupa dengan senyum yang menghias dibibir.
__ADS_1