Pernikahan 99 Hari

Pernikahan 99 Hari
Part 81


__ADS_3

"Ya, kau harus menyesalinya seumur hidupmu." Aluna berdesis tajam lalu menghempaskan tubuhnya di atas kursi taman. "Sky apa kau tahu, butuh waktu yang lama bagi Alana untuk mau membuka hatinya dengan seorang pria bahkan sampai menikah. Tapi ternyata dia kembali dikecewakan."


"Aku tahu..." Sky sadar sudah merusak kepercayaan dan menyakiti Alana hingga membuat wanita itu kembali menutup dirinya dengan sebuah hubungan. Tapi dia berjanji ingin memperbaikinya jika diberi satu kesempatan saja.


"Kau mau kemana?" Sky menahan Aluna yang beranjak dari tempat duduknya.


"Tentu saja pergi, untuk apa juga aku ada disini." Aluna ingin menemui Alana untuk memberikan dukungannya pada saudara kembarnya itu.


"Bantu aku..."


Langkah kaki Aluna terhenti.

__ADS_1


"Bantu aku untuk memperbaiki ini semua sebelum semuanya terlambat." Pinta Sky dengan memohon. Karena berkas perceraian mereka sudah masuk bahkan sudah memasuki tahap sidang ke dua.


Aluna terdiam, menatap Sky dengan intens untuk melihat kesungguhan pria itu.


"Jika aku membantumu, apa kau bisa berjanji untuk tidak lagi menyakiti Alana?"


Sky langsung menganggukkan kepalanya. "Aku berjanji. Jadi apa kau bersedia untuk membantuku?"


"Aku tidak bisa memberikan jawaban sebelum berbicara dengan Alana." Aluna kembali berjalan meninggalkan tempat tersebut. Namun baru dua langkah kakinya berjalan, ia kembali mendekati Sky dan tanpa banyak kata menampar pria itu lagi.


"Tamparan itu dariku, karena dengan permasalahan dan perceraian kalian. Aku termasuk Alona akan kembali susah untuk menikah." Karena kedua orang tuanya pasti tidak akan mengijinkannya dan Alona untuk menikah sebelum Alana hidup bahagia.

__ADS_1


"Tanpa adanya permasalahanku dan Alana, kau tetap susah untuk menikah. Bukankah untuk menikah kau harus memiliki pasangan terlebih dahulu, sedangkan kekasih saja kau tidak punya." Itulah yang ia dengar dari Alana dulu, kalau Aluna sudah putus dengan calonnya entah karena apa.


"Iya juga..." Aluna menepuk-nepuk pipi Sky dengan kesal. "Rupanya selain pintar menyakiti wanita, kau juga pintar membuat wanita marah." Ia terus menepuk pipi Sky.


Jika orang lain yang melihat dari kejauhan pasti mengira Aluna tengah mengusap wajah Sky. Seperti yang kini dirasakan Alana. Wanita itu yang kebetulan berada ditempat yang sama dengan Aluna dan Sky, mengira saudara kembarnya itu tengah mengusap wajah Sky.


Dengan tangan terkepal erat dan senyuman sinis, Alana pun memilih meninggalkan tempat tersebut. Sungguh ia tak mengira akan melihat pemandangan yang mengingatkan dirinya tentang kejadian beberapa tahun yang lalu. Dimana ia melihat sendiri dengan ke-dua matanya, Alena berada di atas ranjang yang sama dengan Abian. Dan kini ia melihat Aluna tengah bermesraan dengan Sky.


"Ya Tuhan, apa memang takdirku harus kehilangan orang-orang yang kucintai ditangan saudara kembarku sendiri." Gumam Alana, tanpa sadar menangis di dalam mobil.


Walaupun hubungannya dengan Sky akan berakhir dengan perceraian, tapi Alana tetap tidak rela jika pria yang masih ia cintai itu memiliki hubungan dengan saudara kembarnya sendiri. Bukan karena Alana egois, tapi ia tidak akan mampu bertahan jika harus melihat kembali pria yang dicintainya, pria yang merupakan ayah dari janin yang dikandungnya memiliki hubungan dengan adiknya sendiri.

__ADS_1


Sementara itu Aluna yang tengah berjalan menuju mobilnya, melihat mobil milik Alana yang terparkir tidak jauh dari tempatnya berada. Ia pun berinsiatif untuk mendekat, namun sayang saat tinggal selangkah lagi, mobil yang ditumpangi saudara kembarnya itu justru melaju terlebih dahulu.


"Dia kenapa?" tanya Aluna dalam hati. Karena ia yakin Alana pasti melihat keberadaannya melalui kaca spion samping. Tapi bukannya turun dari dalam mobil, Alana justru melajukan mobil dengan begitu cepat.


__ADS_2