
"Sky, dengar tidak apa yang kukatakan?" Tanya Aluna dengan bingung, karena pria itu hanya diam saja tak merespon sama sekali perkataannya tentang kehamilan Alana. Seharusnya pria itu bahagia bukan? Atau paling tidak tersenyum sedikit saja karena sebentar lagi akan menjadi seorang Daddy.
Sky yang ditanya hanya menjawab dengan anggukan kepala.
"Lalu kenapa kau diam? Apa kau tidak bahagia Alana hamil?" Aluna mulai merasa ragu apakah kabar kehamilan Alana ini kabar bahagia untuk Sky, karena pria itu terlihat biasa saja bahkan terkesan datar.
Sky lagi-lagi menjawab dengan anggukan kepala, namun kali ini tanpa henti. Seperti kepala boneka pajangan yang jika disentuh maka akan mengangguk-angguk.
"Sky, kau benar-benar keterlaluan."
Aluna yang kesal dengan jawaban Sky yang tidak bahagia dengan kehamilan Alana, hendak memukul pria itu. Namun Sky lebih dulu beranjak dari tempat duduknya dan langsung berteriak.
"Istri ku hamil, aku akan menjadi seorang Daddy. Istriku ha..."
__ADS_1
Bruk.
Sky tergeletak pingsan tak sadarkan diri karena syok dengan kabar kehamilan Alana.
Sementara itu Aluna yang masih berdiri ditempatnya, hanya diam menatap tubuh Sky yang tergeletak tak berdaya setelah mengumumkan pada semua orang kalau pria itu akan menjadi seorang Daddy.
"Ini serius dia pingsan?" tanya Aluna pada dirinya sendiri, saat beberapa pelayan mulai menghampiri untuk menolong Sky.
Ingin rasanya Aluna pergi melarikan diri dari tempat tersebut karena malu dengan apa yang terjadi. Tapi hati nuraninya memaksa untuk tetap berada di samping Sky sampai pria itu sadar. Hingga membuatnya mau tidak mau mendampingi Sky yang kini dibawa menuju mobilnya dan dibaringkan di kursi belakang.
Melihat kakak iparnya itu belum juga sadar, Aluna pun berinisiatif mengambil minyak angin yang ada di kotak p3k, lalu mengoleskannya pada hidung Sky. Namun pria itu tidak juga sadar sampai membuat Aluna kesal dan bingung, karena tidak mungkin bukan ia membawa kakak iparnya ke rumah sakit hanya karena jatuh pingsan.Tidak mungkin juga Aluna membawa Sky ke apartemen Alana, karena bisa-bisa saudara kembarnya itu yang akan pingsan melihat Sky.
Tidak kehilangan akal, Aluna pun mengambil kaos kaki bekas pakainya yang belum dicuci hampir satu Minggu lamanya di dalam bagasi, lalu menggosokkannya tepat di hidung Sky. Dan benar saja pria itu langsung sadar dari pingsannya setelah mencium aroma terapi kaos kaki kematiannya.
__ADS_1
"Apa ini?" Sky mengambil sesuatu dari hidungnya. Sesuatu yang begitu bau sampai membuat napasnya sesak.
"Itu kaos kaki ku, bagaimana? wangi bukan?" Sahut Aluna dengan tertawa.
Sky menatap kaos kaki yang ada ditangannya, lalu membuangnya dengan asal.
"Kau jorok sekali," ujar Sky sembari menatap Aluna dengan kesal.
"Siapa suruh kau pingsan, menyusahkan saja." sahut Aluna tak kalah kesalnya.
"Aku pingsan?" Sky yang sudah terduduk langsung berdiri hingga terkena atap mobil saat teringat sesuatu. "Alana hamil, istriku hamil..." Tak dipedulikannya rasa sakit di kepalanya. Sky langsung keluar dari dalam mobil dengan tergesa-gesa.
"Sky tunggu! Kau mau kemana?" Aluna dengan sigap menahan kakak iparnya yang hendak pergi.
__ADS_1
"Tentu saja menemui Alana, aku ingin menanyakan langsung padanya apa benar dia hamil?"
Mendengar itu tentu saja Aluna langsung menghadang langkah Sky. "Tidak boleh! Kau sudah berjanji padaku untuk tetap diam dan jangan melakukan sesuatu apa pun." Bisa gawat jika Sky langsung menemui Alana. Wanita keras kepala itu pasti akan memecatnya jadi saudara jika mengetahui ia yang sudah memberitahu Sky tentang kehamilan Alana.