
"Kenapa?" Tanya Sky, saat melihat Aluna yang diam mematung ditempat menatap kearah jalanan.
"Tidak ada." Aluna memilih berjalan ketempat dimana mobilnya berada, sedangkan Sky mengikuti dari belakang. "Kau mau apa lagi? Jangan mengikutiku."
Sky yang ditanya menghela napas sembari menunjuk kearah mobilnya yang berada tepat dibelakang mobil Aluna. Secara tidak langsung memberitahu adik iparnya itu alasan ia berjalan dibelakangnya.
"Oh.. aku kira kau mengikutiku." Ucap Aluna dengan santai tanpa merasa bersalah sedikitpun telah menuduh kakak iparnya sendiri. "Kalau begitu pergilah!"
Sky pun berjalan menuju ke mobilnya, namun sebelum masuk kedalam ia menatap kearah Aluna. "Ingat kau harus membantuku."
Aluna pun mau tidak mau menganggukan kepalanya, karena tadi sudah sepakat untuk membantu Sky. Ya, di pembicaraan terakhir mereka Sky menawarkan sebuah imbalan akan memberikan apa pun yang Aluna inginkan asal ia mau membantu kakak iparnya agar bisa bersama kembali dengan Alana. Tentu saja kesempatan emas itu tidak Aluna sia-siakan begitu saja. kapan lagi bukan? Ia bisa meminta apa pun secara gratis, dan perlu digaris bawahi apa pun!
"Baiklah saatnya menjalankan misi." Gumam Aluna pada dirinya sendiri setelah mobil yang ditumpangi Sky meninggalkan tempat tersebut, dan misi pertama yang harus dilakukan Aluna adalah mendatangi tempat tinggal saudara kembarnya.
Karena selain ingin membantu hubungan Alana dan Sky, ia juga penasaran ingin bertanya pada saudara kembarnya itu kenapa tadi pergi begitu saja tanpa mempedulikan dirinya.
Dan setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih dua puluh menit akhirnya Aluna sampai di apartemen milik Alana. Lama ia menekan bel sampai akhirnya saudara kembarnya itu membukakan pintu untuknya.
__ADS_1
"Kau kenapa?" tanya Aluna saat melihat kedua mata Alana yang sembab dan memerah seperti orang yang habis menangis.
"Tidak apa-apa. Kau sendiri ada apa datang kemari?" tanya Alana dengan ketus, padahal ia sudah berusaha menahan emosinya sebelum membukakan pintu untuk Aluna.
Ya, Alana sudah menebak kalau Aluna pasti datang ke apartemennya mengingat kejadian tadi saat di taman. Dimana dirinya langsung pergi begitu saja tanpa memperdulikan Aluna yang menghampiri mobilnya.
"Aku hanya ingin berkunjung memangnya tidak boleh." Jawab Aluna dengan santai sambil terus mengamati wajah saudara kembarnya. "Tadi waktu di taman apa kau tidak melihatku?"
"Taman?" Aluna berpura-pura tak mengerti.
"Ya, taman dekat rumah sakit internasional." Jelas Aluna.
"Rupanya kau benar-benar tidak melihatku?" Aluna berpura-pura percaya dengan ucapan Alana, padahal ia tahu dengan jelas saudara kembarnya itu tengah berbohong.
Keduanya pun terdiam, sibuk dengan pemikiran yang ada dibenak masing-masing. Alana yang masih bertanya-tanya ada hubungan apa diantara Sky dan Aluna yang terlihat begitu intim, padahal seingatnya Sky dan Aluna jarang sekali bertemu.
Berbeda dengan Alana. Aluna pun sedang sibuk memikirkan kenapa saudara kembarnya berbohong , dan kenapa wanita itu terlihat begitu bersedih.
__ADS_1
"Al.. "
"Aluna..."
Keduanya memanggil secara bersamaan, lalu tersenyum menyadari kekonyolan yang mereka lakukan tadi.
"Kau duluan!"
"Tidak, kau saja yang duluan." Alana ingin tahu apa yang hendak dibicarakan saudara kembarnya itu.
"Baiklah." Aluna menarik napas dan mengeluarkannya dengan perlahan. "Hubunganmu dengan Sky bagaimana? Maksudku apa hubungan kalian baik-baik saja?" Aluna memulai misinya dengan bertanya-tanya seolah tidak tahu apa yang telah terjadi.
"Kenapa kau bertanya seperti itu?" sahut Alana dengan ketus. Emosinya kembali naik setelah mendengar pertanyaan Aluna.
"Tidak apa-apa, hanya saja aku..."
"Kalau aku jawab hubungan kami sedang tidak baik-baik saja, apa kau bahagia?"
__ADS_1
"What?" Aluna sampai membelalakkan kedua matanya karena terkejut dengan pertanyaan Alana.