Pernikahan 99 Hari

Pernikahan 99 Hari
Part 91


__ADS_3

Setelah puas berbelanja untuk memenuhi kebutuhan bulanan nya, Alana pun pergi ke sebuah salon&spa. Ia ingin memanjakan tubuhnya setelah lama mengurung diri di dalam apartemen.


Di salon tempat langganannya tersebut, Alana bercengkerama dengan beberapa karyawan disana sampai tidak terasa sudah menghabiskan waktunya selama dua jam.


Setelah selesai, Alana bergegas menuju tempat parkiran dimana mobilnya berada. Mengendarai kendaraan tersebut dengan perlahan demi keselamatannya dan kandungannya. Namun sayang, saat mobil yang dikendarainya itu baru beberapa meter berjalan, sebuah mobil asing berwarna hitam memotong jalannya tepat di jalanan yang sepi.


Alana pun melihat ada empat orang pria berbadan kekar, dan berpakaian serba hitam keluar dari mobil tersebut, lalu mengetuk jendela mobilnya dengan kasar. Dan entah bagaimana caranya, salah satu dari mereka berhasil membuka pintu mobilnya lalu menarik Alana keluar dengan paksa.


"Hai, lepaskan aku!" Alana berteriak saat dirinya dibawa masuk kedalam mobil hitam tersebut. "Siapa kalian? Berani sekali kalian menculikku." Ia terus berontak agar bisa terbebas dari cengkraman orang-orang tersebut, yang diyakininya sebagai suruhan seseorang.


"Diamlah Nona, kami tidak akan menyakiti Anda!" Ucap salah seorang dari mereka.


Alana yang masih memberontak tentu saja tidak percaya dengan perkataan orang tersebut, ia terus berusaha untuk membebaskan diri dengan mengigit tangan salah seorang dari mereka hingga akhirnya terbebas dan segera melarikan diri. Namun sayang, baru saja Alana keluar dari dalam mobil langkahnya harus terhenti saat dua orang lainnya menghadang.

__ADS_1


"Tunggu apalagi cepat bawa masuk kedalam!" perintah salah seorang pria yang ada di dalam mobil.


Kedua orang tersebut pun memaksa wanita itu untuk masuk , namun karena wanita tersebut terus memberontak hingga akhirnya salah satu dari mereka tak sengaja mendorong dengan kasar.


"Bodoh! Apa yang sudah kau lakukan? Kita sudah diberi peringatan untuk tidak menyakitinya."


Mendengar hal tersebut Alana pun bertanya-tanya dalam hati, siapa orang yang sudah memerintahkan mereka untuk menculiknya. Seseorang yang pastinya ia kenali dan begitu dekat, karena orang tersebut memerintahkan anak buahnya untuk tidak melukainya.


"Siapa yang sudah menyuruh kalian untuk menculikku?" tanya Alana. Karena ia malas untuk berpikir dan menebak-nebak siapa orang tersebut.


"Berapa kalian dibayar oleh mereka? Aku akan membayar lebih, bahkan dua kali lipat jika kalian membebaskan aku," ucap Alana lagi dengan membujuk


Namun semua usahanya itu gagal karena kedua pria itu tetap diam. Justru kedua matanya kini ditutup oleh penutup hitam, hingga Alana tak dapat melihat kemana dirinya dibawa pergi. Tidak sampai disitu saja, kedua tangannya pun diikat hingga ia tidak bisa lagi memberontak.

__ADS_1


"Sial!" umpatnya dalam hati. Sungguh Alana bersumpah, siapa pun yang sudah berani melakukan hal ini terhadapnya akan ia cekik sampai orang tersebut kehabisan napas.


*


*


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan panjang dan melelahkan, akhirnya mobil yang membawa Alana pun berhenti di sebuah tempat. Alana kembali di paksa untuk keluar dan berjalan entah kemana, tapi yang jelas kesebuah gedung bertingkat karena saat ini ia merasa tengah berada di dalam lift.


"Wangi ini?"


Alana mencium wangi yang begitu familiar saat mendengar suara pintu dibuka dari dalam. Wangi itu semakin tercium tajam ketika langkah kakinya terus masuk kedalam.


"Tidak mungkin dia," Alana menggelengkan kepalanya dengan rasa tak percaya. Namun rasa tak percaya itu berganti dengan keterkejutan saat penutup dikedua matanya dibuka, memperlihatkan sosok pria yang selama ini ia rindukan tapi juga ia benci. "Sky!"

__ADS_1


"Selamat datang kembali Alana Dwight," Sky tersenyum tanpa mempedulikan kemarahan Alana.


__ADS_2