
"Sekarang sudah jelas bukan, kenapa Mom menyuruh kalian berpisah. Karena Rachel sudah jelas-jelas mengandung anakmu, sementara Alana sampai saat ini belum juga hamil. Eh tunggu dulu, bagaimana bisa hamil kalau kalian saja hanya menikah kontrak." Ucap Sandra panjang lebar tanpa mempedulikan ekspresi Alana yang terlihat sendu.
"Kau benar hamil?" Tanya Sky masih dengan tak percaya.
Rachel menganggukkan kepalanya. "Kalau kau tidak percaya kita bisa periksa ulang, bila perlu kita periksa diruang prakteknya." Tunjuk nya pada Alana.
Sky kembali diam dengan berpikir. "Hamil karena ku?" Tanyanya lagi dengan keraguan yang terlihat jelas. Karena takut pria lain yang menghamili Rachel, dan dia yang harus bertanggung jawab.
"Sky! Jangan kelewatan." Sentak Sandra tak terima, apalagi melihat Rachel yang kembali menangis. Ia takut jika Rachel menangis maka akan berpengaruh pada kehamilannya.
"Mom aku hanya ingin memastikan."
"Tidak perlu memastikan karena Mom yakin, yang ada di kandungan Rachel adalah keturunan Dwight."
"Bagaimana kalau kita tes DNA."
__ADS_1
Semua orang yang ada di ruangan tersebut kini menatap pada Alana. Ya, yang meminta untuk tes DNA adalah Alana. Menantu sah dari keluarga Dwight.
"Untuk apa melakukannya? Aku sangat yakin yang ada di kandungannya itu cucuku." Sandra yang menjawab.
"Tapi Mom, tidak ada salahnya kita melakukan tes DNA. Agar lebih meyakinkan apa benar janin itu milik Sky atau bukan?" Sahut Alana dengan tegas. Setelah teringat Rachel bukan hanya tidur dengan Sky seorang, tapi juga pernah tidur dengan Calvin.
"Alana Benar, sebaiknya kita melakukan tes DNA." Dwight ikut bersuara setelah diam saja menyaksikan perdebatan istri, anak, menantu, dan kekasih putranya.
"Sayang..." protes Sandra pada sang suami dengan kesal, karena tidak memihaknya dan justru memihak Alana.
"Ck, kalian jangan khawatir. Aku bersedia untuk melakukan tes DNA setelah anak ini lahir." Rachel mengusap perutnya yang masih datar.
"Lihat! Kalian dengar bukan? Rachel bersedia, itu artinya Rachel berkata jujur." Sandra semakin yakin dan percaya pada Rachel. Kini ia mendukung seratus persen putranya untuk menikah dengan Rachel, karena tidak ingin kehilangan cucu yang selama ini ditunggu-tunggunya.
Alana sendiri tersenyum tipis melihat bagaimana Mom Sandra begitu percaya pada Rachel. Bahkan ibu mertuanya itu tidak mempedulikan sama sekali keberadaannya.
__ADS_1
"Tidak perlu menunggu sampai melahirkan." Ucap Alana sambil menatap Rachel dengan tatapan mengintimidasi.
"Apa maksudmu?" Rachel menautkan kedua alisnya dengan bingung.
"Maksudku, kita bisa melakukan tes DNA nya saat usia kandunganmu berjalan sepuluh Minggu."
Deg.
Rachel mengepalkan kedua tangannya dengan penuh amarah. Begitu pun Mom Sandra yang juga emosi mendengar penjelasan Alana. Kalau saja wanita itu bukan dari keturunan keluarga terpandang dan berkuasa, sudah sejak tadi ia mengusir Alana karena menjadi hambatan bagi dirinya untuk memiliki seorang cucu.
"Ya, lebih cepat lebih baik tentunya." Sky tersenyum menatap Alana, tidak sia-sia ia memiliki istri seorang dokter kandungan. "Aku semakin mencintai Al." Bisiknya, yang langsung diberi jawaban oleh Alana dengan sebuah injakan keras pada kakinya.
"Jadi bagaimana Rachel? Kau bersedia?" Tanya Alana dengan tersenyum tipis.
"Aku..." Rachel menatap semua orang yang ada di ruangan tersebut.
__ADS_1