Pernikahan 99 Hari

Pernikahan 99 Hari
Part 99


__ADS_3

Keesokan harinya.


Seperti yang sudah direncanakan, Sky pun membawa Alana kesebuah tempat yang sudah dipersiapkannya selama satu bulan ini, atau lebih tepatnya setelah mengetahui Alana hamil.


"Sky kenapa mataku harus ditutup?" protes Alana dengan tidak suka saat ia masuk ke dalam mobil.


"Aku ingin memberikanmu kejutan sayang," setelah yakin penutup mata itu tertutup rapat, Sky melajukan kendaraannya.


"Tapi tidak perlu seperti ini juga." Alana kembali protes, karena jujur ia tidak suka dengan hal-hal berbau romantis, surprise, atau apa pun, seperti kebanyakan pasangan lain melakukannya. "Kau ingin memberikan aku apa? Cincin, kalung, mobil, atau sebuah Mansion?" tanyanya dengan menebak.


"Ayolah Al, tidak seru jika kau menebak seperti ini." Sky menatap Alana sekilas dengan mood yang rusak, karena wanita itu bisa menebak apa yang akan diberikannya.


Alana tersenyum saat mendengar suara Sky yang kesal, karena itu artinya salah satu yang tadi disebutkannya benar. Namun karena tidak ingin membuat Sky semakin kesal, Alana pun memilih untuk tidur selama diperjalanan.


"Al bangun, kita sudah sampai!" Sky mencium pipi Alana dengan gemas saat melihat wanitanya tertidur dengan mulut yang terbuka lebar, menandakan Alana yang kelelahan karena permainan panas mereka tadi malam.

__ADS_1


"Kita sudah sampai?" Alana hendak membuka penutup matanya, namun ditahan oleh Sky.


"Diam disini dan jangan bergerak!"


Dengan cepat Sky turun dari dalam mobil, membuka pintu dimana Alana berada lalu menggendongnya.


"Surprise!" teriak Sky sembari membuka penutup mata Alana, setelah wanitanya diturunkan tepat di depan sebuah pintu masuk.


Alana menatap bangunan luas dan megah didepannya dengan tersenyum, karena tebakannya yang terakhir benar jika Sky memberikannya sebuah Mansion. Dalam hati ia bertanya apakah selama ini Sky pulang terlambat karena mempersiapkan kejutan tersebut untuknya, dan jika benar maka Alana merasa bersalah sudah berprasangka buruk pada Sky.


Alana menganggukkan kepalanya sembari menatap ke seluruh ruangan yang luas dan mewah itu, dimana ada beberapa pelayan yang menyambut kedatangan mereka.


"Lumayan."


"Hanya lumayan?" Sky mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Tidak, aku sangat senang." Alana mencium bibir suaminya dengan sangat menuntut, tanpa memperdulikan para pelayan yang ada diruangan tersebut.


Sky yang terlena oleh ciuman yang diberikan istrinya, ingin memperdalam ciuman tersebut dengan menarik tengkuk Alana. Tapi niat itu ia urungkan saat mengingat sesuatu.


"Aku punya kejutan lain untukmu," Sky membawa Alana ke sebuah kamar khusus yang ada di mansion tersebut. "Tara ..." Sky membuka pintu didepannya dengan lebar-lebar.


Alana yang terkejut menatap isi kamar tersebut, sampai tak bisa berkata-kata. Kamar dengan warna biru itu dipenuhi segala pernak-pernik bayi laki-laki hingga segala kebutuhan seperti Baby Box, ada ranjang juga, dan lemari pakaian dan banyak lainnya.


"Bagaimana, kau pasti seneng?"


Untuk kali ini Alana terdiam dengan wajah yang sendu. "Kenapa kau sudah mempersiapkannya? Kenapa tidak mengajakku? Aku juga ingin memilih perlengkapan baby ku," protesnya dengan beruntun sambil menangis.


Alana tidak terima, Sky mempersiapkan semuanya sendirian karena ia pun ingin membeli dan memilih perlengkapan untuk Baby mereka yang memang sudah di USG berjenis kelamin laki-laki.


"Hei, jangan menangis." Sky memeluk Alana dengan perasaan bersalah.

__ADS_1


Tadinya ia pikir Alana akan bahagia melihat kamar Baby mereka yang sudah ia persiapkan sedemikian rupa. Tapi ternyata Sky salah, karena Alana ingin membeli sendiri perlengkapan baby mereka.


__ADS_2