Pernikahan 99 Hari

Pernikahan 99 Hari
Part 67


__ADS_3

Alana yang sudah masuk ke dalam ruang rawat Sky, menatap pria yang masih berstatus sebagai suaminya itu dengan ngilu saat melihat banyak sekali luka lebam di wajah Sky.


"Ya ampun B, kau benar-benar keterlaluan!" gumamnya dalam hati sembari menghampiri Sky yang terbaring di atas ranjang pasien dengan kedua mata yang terpejam.


Setelah berada tepat di samping suaminya, Alana hanya diam tanpa bersuara. Hanya helaan napas panjang yang keluar dari mulutnya mengingat apa yang telah terjadi diantara mereka.


"Sejak awal hubungan ini memang salah, dan sejak awal seharusnya tidak ada pernikahan kontrak sembilan puluh sembilan hari." Itulah yang tengah dirasakan Alana kini.


Karena memang hubungan dirinya dan Sky di awali dengan niat yang tidak baik, banyak kebohongan didalamnya dan ada hati yang terluka karena pernikahan tersebut. Karena secara disengaja atau tidak, hubungan mereka telah melukai Rachel yang saat itu masih berstatus sebagai kekasih Sky. Walaupun wanita itu licik dan telah berselingkuh dibelakang Sky. Tapi tetap saja pernikahan yang mereka jalani sudah membuat Sky berpaling dari Rachel, hingga akhirnya terjadi masalah drama kehamilan pada wanita itu.


"Meskipun semuanya salah, tapi aku merasa bahagia bisa bersamamu meski sesaat." Ucap Alana tulus dari dasar hatinya yang terdalam, sembari menggenggam tangan Sky dengan perlahan. "Setelah semua ini selesai aku harap kau hidup bahagia, begitu juga aku."


"Tapi aku tidak akan pernah bahagia jika tanpamu Al." Sky membuka kedua matanya.

__ADS_1


Ya, sejak tadi Sky hanya berpura-pura tertidur, mendengar semua yang dikatakan Alana hanya untuk mengetahuinya apa yang tengah dirasakan wanitanya.


"Sky..."


Alana yang terkejut hendak melepas genggaman ditangan Sky, namun pria itu justru semakin mengeratkan genggaman tangan mereka.


"Al aku minta maaf jika yang kulakukan sudah membuat hatimu terluka, tapi semua itu aku lakukan demi kebaikanmu agar kau tidak terkena masalah dengan Rachel. Jadi aku mohon jangan pergi lagi dariku!" Ucap Sky dengan perlahan karena bibirnya masih terasa sakit dibekas pukulan yang dibuat Agam.


Alana menggelengkan kepalanya. "Semua sudah terlambat Sky, apa yang sudah aku putuskan tidak akan pernah aku tarik kembali."


"Aku sudah memutuskan mengakhiri kontrak pernikahan kita dengan perceraian."


"Tidak Al." Sky menggelengkan kepalanya sembari bangkit dari tidurnya. "Jangan pernah berpikir untuk berpisah denganku, karena sampai kapanpun aku tidak akan melepasmu." Ucap Sky dengan tegas.

__ADS_1


Alana menghela napasnya. "Tapi itu sudah menjadi keputusanku. Kau setuju atau tidak aku tetap akan mengajukan gugatan ke pengadilan." Ucapnya sembari menghempas genggaman tangannya. "Jaga dirimu baik-baik, aku pulang."


"Kenapa Al?"


Alana yang hendak pergi menghentikan langkahnya.


"Kenapa dengan mudahnya kau mengatakan perpisahan hanya karena satu kesalahan yang kubuat. Apa sedangkal itu cintamu padaku." Sky menatap Alana dengan tatapan penuh kekecewaan. Sungguh ia tidak menyangka Alana sama sekali tidak mau berjuang untuk keutuhan cinta mereka, bahkan wanita itu tidak menangis sama sekali saat mengucapkan kata perpisahan.


"Kau bilang cintaku dangkal?" Alana membalik badan, menatap tajam pada Sky dengan tersenyum sinis. "Lalu bagaimana denganmu? Kau bilang menyakiti hatiku demi kebaikan, apa itu tindakan yang benar? Seharusnya kau tidak berbuat seperti itu padaku Sky. Aku lebih baik terlibat dalam masalah dari pada merasa tidak diinginkan dan tidak dipercayai." Ucapnya dengan penuh emosi, sampai air mata yang sejak tadi ditahannya kini mengalir dikedua pipinya.


"Al..."


"Jangan mendekat!" Sentak Alana saat Sky beranjak dari atas ranjang hendak berjalan kearahnya. "Aku Alana Ricardo akan berjuang bahkan rela dibenci oleh siapapun asal orang yang aku perjuangkan menginginkan aku, mempercayai aku. Tidak sepertimu yang—" Alana tidak melanjutkan perkataannya saat kepalanya tiba-tiba terasa pusing dan didetik berikutnya pandangannya menggelap.

__ADS_1


"Al kau kenapa?" Sky mendekat dan langsung menahan tubuh Alana yang terjatuh. "Al ..." teriaknya dengan panik.


__ADS_2