Pernikahan 99 Hari

Pernikahan 99 Hari
Part 48


__ADS_3

"Jadi katakan siapa yang kau maksud bodoh dan brengsek?" Sky mengulang pertanyaannya setelah duduk di samping Alana yang masih terkejut dengan kedatangannya.


"Orang itu ..." Calvin menelan salivanya susah payah karena bingung harus menjawab apa, karena tidak etis rasanya jika menjawab dengan jujur jika orang itu adalah Sky Dwight sendiri.


"Tentu saja kau, Sky." Alana yang menjawab tanpa tedeng aling-aling sambil menatap suaminya dengan jengah.


"What? Berani sekali kau mengatai ku bodoh dan brengsek?" Tanya Sky dengan marah, tapi pada Calvin bukan pada Alana sambil menarik kerah pakaian pria itu.


"Hei, santai man!" Calvin ingin menghempas tangan Sky namun tidak bisa karena pria itu begitu kuat menarik pakaiannya. "Apa yang aku katakan tadi hanya bercanda, tidak ada maksud apa pun." Kelitnya dengan berbohong.


"Bercanda kau bilang? Kau tidak tahu aku ini —" Sky terdiam saat melihat Alana beranjak dari tempat tersebut. "Al kau mau kemana?" tanyanya dengan bingung sambil menahan tangan istrinya.


"Kembali ke hotel."

__ADS_1


"Kembali ke hotel? Tapi kami ingin berkelahi Al, kau tidak ingin memisahkan kami?" Karena biasanya jika dalam suatu hubungan, sang pria atau sang suami yang sedang marah hendak memukul orang ketiga diantara mereka. Pasti wanita itu akan berusaha melerai bukannya malah pergi begitu saja seperti yang dilakukan Alana kini.


"Kalau kau ingin berkelahi dengannya silahkan saja, aku tidak peduli." Sahut Alana dengan cuek sembari melepaskan pegangan ditangannya lalu berjalan keluar dari Cafe.


Baik Sky mau pun Calvin sama-sama tercengang dengan jawaban Alana yang begitu tak peduli dengan apa yang akan terjadi pada mereka. Padahal yang satu suaminya sendiri dan yang satu kawan baiknya.


"Dia benar-benar wanita yang dingin." Celetuk Calvin sambil menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak menghina tapi mengatakan fakta. Dan perlu digaris bawahi kau lebih parah dengan mengatakan Alana tak berperasaan. Kalau sampai Alana tahu, habis kau!" Sahut Calvin dengan menakuti.


"Ck, aku tidak takut." Sky melepaskan kerah pakaian Calvin. "Alana tidak akan marah hanya karena ucapan tersebut, karena seperti yang kau bilang tadi kalau itu adalah fakta bukan menghina."


Calvin pun tertawa dengan ucapan Sky. "Kenapa kau tidak mengejarnya?" tanyanya dengan bingung. Karena suami Alana Ricardo itu justru masih duduk bersamanya, sementara sang wanita sudah pergi.

__ADS_1


"Tidak perlu dikejar, dia pasti akan datang kembali." Ucap Sky dengan penuh percaya diri.


"Benarkah?" Calvin tak yakin, karena setahunya Alana adalah tipe wanita dengan ego setinggi langit, jadi rasanya tidak mungkin Alana kembali.


"Kau lihat itu!" Sky menunjuk pada Alana dengan tersenyum penuh kemenangan. "Alana ku kembali." Ucapnya sambil menatap istrinya yang berjalan menuju tempat mereka.


Calvin yang melihat Alana pun terkejut. Ia tak menyangka Alana begitu mencintai suaminya sampai datang kembali ketempat mereka.


"Sayang akhirnya kau kembali." Sky segera menarik pinggang Alana untuk mendekat. "Ayo kita ke pergi!"


"Eh tunggu dulu! Aku kemari karena ponselku ketinggalan." Alana mendorong Sky, dan mencari ponselnya diatas meja.


"Ja-jadi kau kembali untuk mencari ponselmu? Bukan untuk menjemput suamimu?" tanya Calvin dengan tak percaya sambil menahan tawanya.

__ADS_1


__ADS_2