Pernikahan 99 Hari

Pernikahan 99 Hari
Part 84


__ADS_3

"Oh my God."


Aluna berteriak dengan bahagia sambil memeluk Alana. Kemarahan yang tadi dirasakannya kini berganti dengan perasaan suka cita.


"Aku akan menjadi Aunty." teriak Aluna kembali dengan tertawa.


Alana yang sempat menangis kini ikut tertawa ketika melihat Aluna yang bahagia mendengar kehamilannya. Kedua saudara kembar yang tadi sempat berdebat hingga berujung dengan perkelahian itu kini saling berpelukan dengan perasaan bahagia.


Bukankah itu yang dinamakan saudara, sebentar saling berkelahi dan sebentar akan berbaikan. Dan karena hal itu lah yang nantinya akan selalu mereka rindukan jika sedang berjauhan.


"Sudah berapa bulan? Kenapa kau tidak memberitahu kami?" Aluna mengusap perut Alana dengan perlahan.


"Sudah jalan sembilan Minggu." Jawab Alana yang kini sudah duduk di atas sofa bersama Aluna.


"Lalu kenapa kau tidak memberitahu kami?" Karena jika ke-dua orang tuanya sudah mengetahui tentang kehamilan Alana, pasti ia pun akan mengetahui kabar tersebut.


"Aku hanya ingin menjalani kehamilan ini dengan tenang."


"Jadi jika kami mengetahui kehamilanmu kau merasa tidak tenang?" sindir Aluna dengan kesal.

__ADS_1


Alana menggelengkan kepalanya. "Bukan seperti itu, hanya saja—"


"Tunggu dulu! Jangan katakan Sky pun tidak tahu kau hamil?" tebak Aluna.


Untuk kali ini Alana menganggukkan kepalanya.


"Ya ampun Al..."


Aluna tak menyangka kakaknya itu menyimpan berita kehamilannya dari semua orang termasuk Sky. Dan bukan hanya itu saja, Alana bahkan menyembunyikan perpisahannya dengan Sky dari keluarga besarnya.


"Aku sudah memutuskan untuk tinggal di luar setelah perceraian kami." Ucap Alana setelah menceritakan semua permasalahan yang terjadi antara dirinya dan Sky.


"Kau yakin ingin berpisah dari Sky?"


"Tentu saja aku yakin, kalau tidak mana mungkin aku mempersiapkan segalanya."


Aluna menatap Alana dengan menghela napas. "Pikirkanlah sekali lagi Al, hubungan kalian masih bisa diperbaiki." Nasehatnya. Karena kesalahan Sky bukan karena pria itu berselingkuh dengan wanita lain.


"Sudah tidak ada yang perlu dipikirkan. Aku tidak akan merubah keputusanku."

__ADS_1


"Al kau itu sangat keras kepala." gerutu Aluna dengan kesal. Itulah yang tidak disukainya dari Alana, saudara kembarnya itu terlalu keras kepala. "Setidaknya beritahu Sky tentang kehamilanmu ini. Dia berhak mengetahuinya karena jika tidak ada Sky, mana mungkin kau bisa hamil."


Alana tertawa. "Aku akan memberitahukannya setelah perceraian kami."


"No Al, itu tidak adil bagi Sky. Dia pasti akan merasa sangat kecewa."


"Aku tidak peduli itu."


"Come on Al, jangan bersikap egois seperti itu. Jangan memikirkan dirimu sendiri tapi pikirkanlah kandunganmu juga. Berikanlah satu kesempatan untuk hubungan kalian demi calon keponakan aku ini." Aluna memohon sembari mengusap perut saudara kembarnya.


"Aku tidak bisa."


Aluna kini terdiam, karena percuma saja ia membujuk Alana karena kakaknya itu sudah mengambil keputusan.


"Aku harap kau tidak akan menyesali keputusanmu itu Al. Melihat aku dengan Sky saja kau begitu cemburu apalagi nanti jika kau melihat wanita lain mendekatinya."


Deg


Alana terdiam tanpa sanggup membalas ucapan Aluna seperti biasanya, karena apa yang dikatakan adiknya memang benar. Ia begitu cemburu melihat kedekatan Aluna dengan Sky meski dengan dalih jika wanita lain yang mendekati tidak apa-apa. Tapi apa benar seperti itu? Apakah dia sanggup melihat Sky bersama wanita lain.

__ADS_1


__ADS_2