
"Aku tidak ingin kehilangan lagi, aku tidak mau..." lirihnya dalam hati masih dengan terisak. Itulah mengapa Alana tidak lagi bersikap egois dengan mempertahankan kemarahannya, ia ingin memberikan kesempatan kedua bagi Sky demi anak yang ada didalam kandungannya.
"Jadi aku sudah dimaafkan?" tanya Sky setelah mengurai pelukannya.
Alana menjawab dengan anggukan kepala.
"Kau mau memberikan aku kesempatan lagi?"
Alana kembali menganggukkan kepalanya.
"Kita benar-benar kembali bersama?" Tanya Sky untuk lebih memastikan, karena masih tak percaya dengan apa yang terjadi.
"Sky, kau bertanya satu kali lagi aku akan tarik—"
"Jangan!" Sky kembali memeluk Alana dengan erat. Tidak akan ia sia-siakan kesempatan yang diberikan Alana, apalagi jika ditarik kembali. "Aku mencintaimu Al, aku sangat mencintaimu." ia mengecup kedua pipi Alana sampai kesemua permukaan wajah wanita itu, hingga membuat Alana berteriak karena kegelian.
"Sky..." Alana menahan wajah suaminya dengan ke-dua tangannya. "Kedua orang tuamu, aku belum bisa memanfaatkan mereka."
__ADS_1
"Sudah ku katakan aku lebih memilihmu, jadi jangan memikirkan hal lain selain hubungan kita." Sky tidak ingin merusak suasana mereka yang baru saja kondusif, dengan membahas lebih lanjut hubungan Alana dengan kedua orang tuanya.
Bukan karena Sky tidak mau ambil pusing, tapi karena Sky yakin cepat atau lambat Alana pasti akan memaafkan Dad Dwight dan Mom Sandra seiring berjalannya waktu.
"Terima kasih," ucap Alana dengan tersenyum sembari mengusap air matanya.
"Aku yang seharusnya berterima kasih, Al. Karena kau mau memberikan kesempatan padaku untuk memperbaiki hubungan kita." Jika saja Sky tahu dengan menculik Alana bisa membuat mereka kembali bersama, maka sudah sejak dulu ia melakukannya.
Alana menggelengkan kepalanya. "Aku memberikan kesempatan demi anak kita."
"Sekarang kau pasti lapar? Katakan kau ingin makan apa?" karena sejak Alana datang wanita itu belum memakan apa pun
"Aku tidak lapar, aku hanya ingin keluar untuk—"
"No! kau tidak boleh keluar!" jawab Sky dengan cepat.
Walaupun mereka sudah berbaikan, Sky tidak akan mengijinkan Alana keluar dari apartemen. Ia tidak mau sampai kecolongan, terlebih perubahan sikap Alana yang begitu cepat membuatnya curiga. Jangan-jangan Alana berpura-pura memaafkannya agar wanita itu bisa terbebas dari apartemennya.
__ADS_1
"Sky, aku hanya ingin keluar sebentar untuk bertemu dengan Aluna," karena ia ingin membuat perhitungan pada saudara kembarnya itu yang sudah membongkar rahasia kehamilannya pada Sky. Selain itu Alana juga ingin berterima kasih pada Aluna, karena secara tidak langsung sudah membuat hubungannya dengan Sky kembali membaik.
"Bertemu Aluna? Untuk apa?" Sky mengerutkan keningnya dengan bingung karena tiba-tiba saja Alana ingin bertemu dengan Aluna.
"Aku ingin —" ucapan Alana terhenti saat mendengar suara bel pintu yang berbunyi. "Siapa yang datang?"
Sky mengangkat kedua bahunya sembari berjalan keluar dari kamar untuk melihat siapa yang datang. Sementara itu Alana yang tadinya tak peduli dengan siapa yang datang, akhirnya mengikuti suaminya itu dari belakang.
Sky membukakan pintu setelah mengetahui siapa yang datang, dan mempersilahkan wanita cantik yang begitu mirip dengan istrinya itu untuk masuk ke dalam.
"Aluna?"
Alana terkejut saat melihat sosok yang ingin ditemuinya itu kini ada dihadapannya. Ia juga terkejut saat melihat sang adik membawa begitu banyak cemilan dengan raut wajah tersenyum bahagia.
"Al, temani aku! Aku ingin merayakan sakit hatiku ini." Aluna berucap sembari menyentuh dadanya lalu tertawa geli.
Secara bersamaan Sky dan Alana saling menatap dengan bingung, karena tidak ada angin tidak ada hujan Aluna tiba-tiba datang karena ingin merayakan sakit hatinya dengan ekspresi tersenyum bahagia. Sungguh aneh bukan? Karena dimana-mana orang patah hati itu menangis, bukannya tertawa.
__ADS_1