
usai melakukan pergumulan panas untuk yang kedua kalinya, alister segera menarik diri dari kepemilikan Manda. dia menarik selimut untuk menutupi tubuh wanita itu Sedangkan dirinya sendiri segera memakai pakaian lengkapnya. dan dari luar pintu sang adik El dengan tak Sabar nya mengetuk-ngetuk pintu kamar sang kakak. "kakak? apakah kau ada di dalam?" sekali lagi El mengetuk pintunya.
karena tak kunjung dibuka akhirnya membuat El mencoba untuk mendobrak pintunya, begitu ia siap mendobrak ternyata dari dalam kamar alister membuka pintunya dan membuat calon adik iparnya terjerungkup jatuh ke lantai.
"aduh! " El mengernyit kesakitan lalu mencoba untuk berdiri sembari berpegangan pada daun pintu yang sudah terbuka itu.
ditatapnya sosok lelaki yang tinggi dan kekar, seketika dia membelalakkan kedua matanya saat mendapatkan tatapan tajam dan dingin dari alister.
"Hai anak kecil, Apa kau tidak tahu cara masuk yang benar itu seperti apa?" tandas alister penuh penekanan sembari menaikkan satu alisnya menatap tak suka pada calon adik iparnya sendiri.
El pun tidak terima begitu saja, anak lelaki berusia 10 tahun itu berani menantangnya. dengan berkacak pinggang, " Hai Pak Tua!"
__ADS_1
Apa?
"Pfft," 😂
Rio dan Manda terpaksa menahan tawa.
Dari mana datangnya keberanian seorang El yang berani memanggil alister dengan sebutan Pak Tua? alister mendengus kesal, lalu dia mengulurkan tangannya menekan kepala El sedikit kuat, membuat anak lelaki itu memberontak berusaha melepaskan tangan alister namun dia kalah tenaga.
alister terkesiap saat mendengar pernyataan itu, dia melepaskan tangannya dari kepala El, kemudian meminta Rio untuk membawa calon adik iparnya ini keluar, "Kenapa kau diam saja, Cepat bawa dia keluar dari kamar ini. urusanku masih belum selesai! "
lagi-lagi Rio harus bersabar, jika dia tahu saat dirinya diminta untuk menemani alister datang ke kota z dan hanya dijadikan seorang penjaga anak, maka sudah pasti dia akan menolaknya.
__ADS_1
di dalam hatinya dia meluapkan segala keluh kesah nya. Tuhan tolong percepatkan jodohku, Aku tidak ingin terus menerus menjaga anak orang lain. Jika dia bukan atasanku aku pasti akan memukul kepalanya!
"Kenapa diam? kau tidak mendengar apa yang Aku perintahkan kepadamu barusan?" seru alister.
Rio pun segera mengangguk mematuhi perintahnya, "Ah ya maaf tuan saya sedikit melamun, Baik saya akan segera membawanya jalan-jalan keluar.
"ya Pergilah."
Rio pun segera membawa El keluar dari rumah ini dan mengajaknya untuk jalan-jalan. Meskipun tidak tahu seluk beluk kota ini tapi setidaknya masih ada El bersamanya. selepas kepergian dua orang itu alister kembali menutup pintu kamarnya dan duduk di tepi ranjang, dia meraih punggung tangan Manda dan menciumnya.
"Apakah benar apa yang dikatakan adikmu? Maaf telah membuatmu tersiksa seperti ini. Aku sama sekali tidak bermaksud untuk -" suaranya tercekat saat melihat Manda menggeleng pelan.
__ADS_1
Manda mencoba untuk duduk di tengah kelelahan tubuhnya, dia mendaratkan kepalanya di dada bidang alister, "yang terpenting sekarang aku sudah bersama dirimu, yang lalu biarlah berlalu dan aku sama sekali tidak ingin mengingatnya. Karena bagiku yang terpenting kau sudah mengakui perasaanmu yang sesungguhnya terhadap diriku."