PERNIKAHAN HANGAT S2

PERNIKAHAN HANGAT S2
Tiara


__ADS_3

saat hampir mencapai tujuan dan nyonya Renata tak berhenti sampai di situ saja, dia bersikukuh ingin bertemu dengan Tiara Putri kandungnya yang telah menghilang sejak bayi.


"bukankah anda juga terlahir dari seorang perempuan yang disebut ibu?"


pertanyaan itu sontak saja membuat Rendra murka, "Diam!" dia menuding wajah ntonya Renata, tegas dengan tatapan super dingin dan tajamnya, "kau tidak tahu apapun tentang keluargaku, jadi lebih baik kau diam!"


sontak saja Maya tak terima, dia melangkah maju berdiri di hadapan Rendra kemudian menampar wajah pria itu.


plak!


bekas merah terlihat sempurna di pipi kanan Rendra, suasana begitu menegangkan.


"Saya benar-benar tidak menyangka jika anda yang seorang pria, yang juga dilahirkan dari rahim seorang wanita mampu berbicara kasar seperti itu terhadap Mama mertua anda sendiri! sebagai seorang pria, seharusnya anda tahu bagaimana caranya menjunjung tinggi kehormatan seorang wanita!"


dan dengan emosi yang meliputi Rendra dengan kasar Rendra pun menarik kerah kemeja Maya, "lebih baik kau diam saja, dasar wanita tidak tahu diri!"

__ADS_1


bruk!


Rendra menghempaskan tubuh maya lantai tepat di bawah kakinya. "aku peringatkan sekali lagi, keluar dari rumahku dan jangan pernah datang kembali!"


Saat Rendra membalikan tubuhnya, Maya spontan bangkit dari tempatnya, dia meneriakkan nama Tiara, "Tiara! Tiara! keluarlah ibu kandung mu ada di sini, Tiara!"


dari dalam kamar Embun mendengar suara seorang wanita yang meneriakkan nama Tiara, "Bibi Rita, Siapa itu Tiara? mengapa ada yang meneriaki nama itu?"


bibi Rita pun menggeleng , "maaf Nona, Saya sendiri juga tidak tahu."


namun bibi Rita melarangnya, "maaf Nona, Saya tidak bisa melakukannya, karena tuan muda Rendra telah melarang Nona untuk pergi keluar meninggalkan kamar."


"tetapi aku ingin memeriksanya bibi," Embun semakin penasaran karena lagi-lagi ia mendengar seorang wanita yang meneriaki nama Tiara dengan nada sekencang itu.


tentu saja Rendra tidak tinggal diam, "Hei!" dia memelototkan matanya dengan wajah ah emang sional.

__ADS_1


saat Rendra mengangkat tangannya ke udara dan hampir melayangkan nya ke pipi Maya, saat itu juga pintu kamar terbuka, Embun telah berdiri di ambang pintu. "Sayang, Apa yang kau lakukan?"


embun menyala tindakan suaminya, dia pun melangkah cepat menghampiri Rendra.


Embun pun dapat melihat kembali wajah seorang wanita yang kemarin sore ya temui di tempatnya berkencan.


"Bukankah Bibi wanita yang waktu itu? Mengapa Bibi ada di rumah kami?"


kedua lutut nyonya Renata terasa lemas. Bagaimana mungkin seorang anak kandung yang ia nantikan kehadirannya dan setelah bertemu malah memanggilnya dengan sebutan Bibi, tetapi nyonya Renata bisa berbesar hati.


Karena bagaimanapun juga itu semua bukan kesalahan Putri kandungnya. Maya yang melihat Nona mudanya pun segera mendekat dan meraih tangan embun, "Nona Tiara apakah Nona tahu, wanita itu adalah ibu kandung nona, saya mohon jangan memanggilnya dengan sebutan bibi."


Embun pun menjadi bingung, dia sama sekali tidak mengerti mengapa dia harus memanggil wanita itu dengan sebutan ibu, Mama, atau sebutan apapun itu selain bibi. " apa? Ibu kandungku, Bagaimana bisa? "


Embun meraih tangan suaminya dan mengguncangkannya , "Sayang apa yang terjadi? Kumohon Jelaskan semua ini kepadaku. "

__ADS_1


__ADS_2