PERNIKAHAN HANGAT S2

PERNIKAHAN HANGAT S2
Buah Kesabaran


__ADS_3

Suasana tegang dan gawat tengah terjadi di dalam ruang operasi, mesin rekam jantung pun menunjukan ketidak stabilan hingga membuat para medis sangat khawatir.


"Dr.Dave?'


"Tenanglah, kita pasti bisa mengatasinya... percayakan semuanya kepada Tuhan."


Tak seberapa lama pun dua kantung darah masuk ke dalam ruangan operasi, satu kantung segera mereka pasangkan.


Berusaha dan tak ingin menyerah, niat baik untuk menolong pasien, Tak ada yang boleh mati di meja operasi ku, adalah sumpah janji seorang Dave saat mengambil sumpah kedokterannya.


Alhasil, meskipun keringat dingin menjalari tubuh mereka tetapi operasinya berjalan dengan lancar, kantung bayi sudah terlihat jelas.


"Hai, jagoan... sudah waktunya untuk lahir, papa dan mama mu ingin bertemu, lahir ya..." seru Dave mengajak baby boy itu bercengkrama, pelan-pelan dia mengangkatnya dari dalam perut Tiara yang terbelah.


Tuk!


Kantung itu pun di pecah sehingga membuat baby boy menangis, suaranya terdengar begitu nyaring dan membuat mereka semua terkejut bahagia.


"Mama, itu anakku... papa?" ucap Rendra seakan tak percaya setelah mendengar suara tangisan yang begitu nyaring memecah kesedihan mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah bayi itu di bersihkan dan di bungkus lampin barulah suster Alina membawanya keluar ruangan.

__ADS_1


"Orang tua bayi?"


"Saya, suster," Rendra dengan sigap mengambil alih baby boy, dia menitikan air matanya saat melihat duplikatnya yang sangat tampan, lidahnya melet-melet seperti kehausan.


"Bagaimana dengan istriku?" lanjut Rendra, lalu dia menciumi wajah sang anak, memeluknya, dia gemas sekali.


Inikah sosok anak yang sempat tak ia harapkan kehadirannya? Bayi yang sehat dan gemuk, bibirnya merah serta hidungnya yang mancung.


"Istri tuan masih belum sadarkan diri, tuan. Saat ini dokter masih menangani nona, dan bayi tuan juga lahir dengan sehat, tanpa kekurangan suatu apapun."


"Eeekk, oooeeeekkk, oooeeeekkk, oooeeeekkk," bayi itu kembali menangis.


"Berikan kepada mama," pinta mama Renata yang langsung disetujui Rendra.


"Kau sudah memberikan nama untuknya?" tanya papa Hamish.


Rendra diam sejenak seperti sedang memikirkan sesuatu, "Re... Re...Reykhel Louis Wilson."


"Reykhel? Nama yang bagus," imbuh papa.


"Tuan muda, selamat atas kelahiran putra tuan," Alister mengulurkan tangan ingin berjabat tangan, namun Rendra enggan meraihnya.


Menyangka jika tuan muda akan memukulnya lagi, ternyata tidak, Rendra malah menarik kerah kemeja Alister lalu memeluknya.

__ADS_1


"Terimakasih, kau membuat semuanya berjalan sesuai dengan apa yang ku inginkan, setelah ini aku akan membebaskan mu dan hiduplah layaknya seorang pria, kau juga sebentar lagi akan memiliki seorang anak. Kau harus mendidiknya dengan baik."


"Dia yang akan menjadi asisten pribadi putra anda, Tuan."


Rendra melepaskan pelukannya, "Yang benar saja, jangan main-main, dia tak akan sanggup jika Reykhel memiliki sikap yang lebih kejam dariku."


"Dan itu juga berlaku untuk putra saya, Tuan, dia akan mewarisi sikap yang lebih dingin daripada saya."


Astaga, dasar dua hot papa yang gak waras!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Karena tak mendapatkan ASI dari sang mama, akhirnya mama Renata memberikan susu formula XX yang memang khusus untuk bayi berusia 0-6 bulan.


Kini, Tiara juga sudah di pindahkan kembali ke ruangan Bangsal VVIP dengan pelayanan kesehatan nomor satu dari hati sebelumnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ngantuk Dong akunya 😪


Btw, dari semua bab PH season 1 & 2, bab mana yang buat kalian nangis, ketawa, dan sampai pen matoy 😝


And, seberapa suka kamu sama karya ku yang PH ini, kalau suka, wajib tinggalkan like, komen, jangan jadi silent reader ya...

__ADS_1


Komentar positif kalian yang selalu buat aku semangat terus.


__ADS_2