
" Hei kau anak buahnya Pak Tua! Memangnya kau itu tidak takut bekerja dengan orang sepertinya, menyebalkan sekali sih dia itu. Ingin rasanya nya aku menggigit tangannya tadi."
hahaha Rio hanya tertawa di dalam hatinya, ternyata anak kecil seperti dia pun bisa merasakan apa yang dirinya rasakan.
"ya sebenarnya tuan Alister tidak sejahat apa yang kau lihat, dia juga memiliki sisi yang lembut dan cukup penyayang."
mendengar apa yang baru saja asisten itu katakan, membuat El memutar bola matanya dengan jengah, "hah! aku tahu kau sedang memujinya, bagaimana tidak? dia itu kan bos mu, Jadi tidak mungkin juga kan kau menjelek-jelekkan nya, kan?"
Rio menghela napas pelan, Dia juga mengerti jika El bersikap demikian. Tepat seperti apa yang dia katakannya tadi saat ia berdiri di hadapan Alister.
Jika setiap malam Amanda selalu menangisinya. Rio terkekeh kemudian mendekat dan merangkul pundak bagian kanan El.
__ADS_1
"aku tidak menyalahkan apa yang ada dalam pikiranmu, kau menilainya seperti itu... itu adalah hakmu dan lagi Setiap orang pasti punya penilaian yang berbeda. Jadi tidak akan mungkin apa yang ada di dalam fikiran ku akan menjadi Sama dengan apa yang kau pikirkan saat ini. "
tiba-tiba saja langkah Rio terhenti dia melihat kedai es krim di pinggir jalan dengan antusias dia mengajak El untuk mencicipi ice cream, "Hei tuan muda kecil, kau lihat di seberang jalan sana ada kedai es krim?" Rio menunjuk ke tempat yang dia maksud.
"Kenapa Kamu memanggilku seperti itu? Aku bukan tuan muda mu, jadi panggil saja aku El! Makan es krim tidak buruk juga, Baiklah kurasa Tidak ada salahnya untuk makan ice cream di sore hari seperti ini."
"hahaha ya Baiklah aku tidak akan memanggilmu dengan sebutan tuan muda. Ayo El, aku akan mentraktir mu sampai kau puas."
"Hmph! Awas aja kalau nanti kau menyesal dan meminta ganti rugi Nya kepada pun, meskipun tubuhku kecil tetapi untuk urusan ice cream aku juga tidak kalah dari perut orang dewasa."
"hahaha Benarkah? Wah itu artinya aku akan memiliki teman... aku juga sangat suka makan ice cream dan perutku juga tidak akan kalah dari perutmu," dia menunjuk ke arah perut El.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
kembali di tempat kencan tuan dan Nona muda, "Oh jadi kau sekarang lapar apa itu lah kalau begitu, ayo kita pergi mencari hotdog. aku juga sudah lama tidak memakan makanan itu," Rendra melangkah sembari menggandeng tangan istrinya.
sepasang suami-istri itu mulai berjalan di tengah kerumunan sampai pada akhirnya seorang wanita paruh baya tak sengaja menabrak bahu embun.
Hal itu membuat tas keduanya jatuh ke bawah, "Hai perhatikan langkahmu!" imbuh Rendra dengan nada tak suka kepada wanita paruh baya tersebut.
"Maaf saya benar-benar tidak sengaja," dengan sedikit terburu-buru wanita paruh baya itu meraih tasnya begitupun juga dengan embun, dan beberapa detik kemudian mereka saling bersitatap.
lagi-lagi wajah Embun mengingatkannya kepada mendiang suaminya. Ah benar, ternyata wanita paruh baya itu adalah salah satu tamu undangan yang hadir di pesta pernikahan mereka berdua.
__ADS_1
"Bolehkah saya tahu siapa namamu?"
tanpa sepengetahuan mata Rendra, tangan wanita paruh baya itu bergerak cepat dan memotong helaian rambut Embun.