PERNIKAHAN HANGAT S2

PERNIKAHAN HANGAT S2
Embun Larasati


__ADS_3

bayi mungil itu pun segera dibersihkan setelah tenaga medis memotong tali pusatnya, bidan masih mencoba untuk mengeluarkan tembuni yang ada di dalam rahim nyonya Renata.


1 jam pun berlalu kini keluarga kecil itu Tengah diliputi kebahagiaan. rasa kantuk yang tadi begitu menyiksa kedua mata Tuan hamish, kini sudah tidak dirasakan lagi titik pria itu akan melepaskan Tiara kembali ke bed .


"sayang yang coba tolong buka tas ransel itu," tutur nyonya Renata sembari menunjuk ransel yang tak jauh dari nakas. "di dalamnya ada baju untuk Putri kita."


tuan hamish pun menggeleng dengan senyum manisnya, "putriku coba lihat mamamu, kau masih merah dan mama sudah membelikan pakaian yang khusus seperti itu untukmu. apalagi kalau kau sudah besar nanti?"


lalu hamish pun memberikan Tiara kepada Nyonya Renata, "aku akan mengambilnya, jaga dia jangan sampai tertidur," seru Hamish sembari tertawa kecil.


" kantukku bahkan sudah hilang setelah melihat wajah Tiara, wajahnya begitu mirip denganmu sayang."


hamish pun membuka resleting yang ada di dekat nakas, dia menemukan gaun berwarna pink, topi warna pink, sarung tangan dan sarung kaki yang juga berwarna pink, "istriku Sayang mengapa kau membelikan nya serba pink? anak kita memang perempuan... tetapi tidak bisakah memilih nya dengan warna lain?"


Nyonya Renata menggeleng sembari mengerucutkan bibirnya dengan begitu imut, "ah sayang, aku kan mamanya jadi tidak apa-apa kan jika aku membelinya dengan warna pink semua?"


"ya baiklah tidak masalah," Tiara kecil yang masih berbalut kain lampin, dengan hati-hati tuan Hamish menggantinya menggunakan gaun pink itu.


"Oh my God, Suamiku sayang mengapa Tiara sangat mirip wajahnya denganmu? tak ada satupun yang sama seperti diriku."


Tuan hamish mengelus wajah istrinya dan bergantian mengelus wajah pipi putrinya,


"karena dia akan mewarisi semua sifat mu," Nyonya Renata mengangguk bahagia sembari mengusap kedua sudut matanya yang mulai basah.


"Suamiku sayang cepat ambil HPmu dan foto dia."


Setelah mengunggah foto-foto Tiara ke media sosial, merekapun tertidur.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


rembulan di langit mulai menjauhkan diri dari bumi sinar mentari pagi sudah mulai menggantikan cahaya Rembulan dari peraduannya.


di pagi buta itu saat semua pasien masih terlelap dalam tidurnya nya, tiba-tiba saja dikejutkan dengan suara alarm kebakaran.


"kebakaran, kebakaran, ... kebakaran! api, api, ... api ! " beberapa petugas mencoba menggedor pintu para pasien sehingga membuat mereka terkejut dan berlarian menghambur diri hingga keluar rumah sakit.


Tuan Hamish pun terkejut saat kedua matanya terbuka dia begitu Sok melihat kobaran api yang semakin membesar, "istriku bangun, rumah sakit ini terbakar."


sontak saja Nyonya Renata pun terbangun dari tidurnya, "Tiara!" dia terbangun seperti orang yang sedang linglung, dia bingung ingin melakukan apa ditambah lagi saat melihat kobaran api serta hawa panasnya yang serasa menembus kulit, "Sayang apa yang terjadi? Tiara di mana, Tiara anakku di mana?"


Tuan Hamish mencoba menenangkan istrinya, "Tenanglah Sayang , Tiara baik-baik saja." lalu Nyonya Renata pun mengedarkan pandangannya hingga akhirnya ia mendapati Tiara yang berada di dalam pelukan suaminya.


"Tiara Putri Ku sayang... berikan Tiara kepadaku ." hamish pun mengangguk.


Tuhan Hamis pun mencari suatu benda yang cukup tebal, dia pun menemukan selembar kain yang ketebalannya melebihi apa yang ia perlukan, lalu dia masuk ke dalam bathroom dan membasahinya lalu keluar lagi dan menyelimutinya di tubuh sang istri. "ayo!"


Nyonya Renata sempat menolak karena ia khawatir dengan keselamatan suaminya sendiri, "lalu bagaimana denganmu suamiku?"


"tenanglah aku akan baik-baik saja, yang terpenting adalah keselamatan mu dan putri kita."


mereka pun segera menerobos kobaran api itu, mereka hampir mencapai pintu tangga darurat karena semua pintu lift telah dinonaktifkan.


saat Hamis membuka pintu tangga darurat tiba-tiba saja sesuatu dari atas jatuh dan mengenai kakinya, sontak saja nyonya Renata terkejut dia berteriak histeris.


dia pun mulai menangis namun Tuan Hamish melarangnya untuk menangisi keadaan ini, "Jangan menangis Sayang... cepatlah pergi selamatkan Putri kita!"

__ADS_1


dan nyonya Renata pun mencoba untuk mengulurkan tangannya agar suaminya mau meraihnya, namun Tuan hamish menepis tangan itu dengan kuat, "cepat pergi! jangan khawatir ku. Aku akan segera menyusul."


tak jauh dari tempat itu ada sebuah tabung gas berwarna merah, saat kobaran api meluap dan mengenai tabung tersebut ledakan pun terjadi.


lalu sekuat tenaga tuan hamish menutup pintu tangga darurat dan menahan pintu tersebut dengan beban tubuhnya, sehingga sang istri tak bisa membuka pintu tersebut.


BOOM!!


jantung Nyonya Renata hampir melompat keluar, selang beberapa detik terdengar suara tangisan Tiara. rasa panik itu membuatnya harus segera pergi menyelamatkan diri dan Putri kecilnya.


saat berhasil meloloskan diri dari maut, di tengah-tengah kerumunan itu seorang pria tiba-tiba saja menabraknya, tubuh mereka bertabrakan dan tanpa disadari pria itu telah mengambil Tiara dari dekapan Renata.


hampir lima menit kemudian Renata pun tersadar jika Tiara sudah tidak ada bersamanya. saat itu juga Dia merasa ingin gila. di saat yang bersamaan dia telah kehilangan suami dan putrinya. nyonya Renata berusaha mencari siapa pria itu mencarinya kesana-kemari hingga akhirnya dia menemukan pria yang mencurigakan.


pria itu pun dengan pelan mencoba untuk menoleh ke belakang, sadar karena telah diikuti akhirnya pria itu pun kabur melarikan diri, "berhenti! tolong-tolong, seseorang tolong aku!" orang yang mendengarnya pun segera mendekat


"ada apa Nyonya? Mengapa anda berteriak-teriak apakah ada keluarga anda yang masih tertinggal di dalam?"


karena dirinya paniknya terhadap Tiara yang tidak ada di dalam dekapan, yang membuatnya lupa jika suaminya masih berada di dalam gedung rumah sakit itu.


"Tuan Tolong saya, pria itu telah menculik putri saya."


Renata menunjuk punggung pria itu yang hampir menjauh kemudian orang itu pun segera mengejarnya. aksi kejar-kejaran itupun terjadi hingga menjauh dari lokasi rumah sakit tersebut.


pria yang menculik Tiara itupun terengah-engah, nafasnya begitu tersengal dia merasa begitu lelah hingga akhirnya memutuskan untuk membuang Tiara.


terlebih dahulu dia memasukkannya ke dalam kardus dan menutupnya dengan rapat. Untung saja di bagian pinggir kardus terdapat lubang kecil jadi masih memungkinkan oksigen untuk masuk ke dalam kardus itu. dan di situlah sepasang suami istri menemukan kardus yang berisikan bayi merah berjenis kelamin perempuan.

__ADS_1


pagi masih begitu sejuk, seorang pria mengeluarkan Tiara dari dalam kardus bayi perempuan yang cantik, "Siapa yang tega membuang mu, anakku sayang?" pria itu terlihat begitu menyayanginya, "Aku menemukanmu di pagi yang sejuk ini... dan aku akan memberimu nama Embun Larasati."


__ADS_2