PERNIKAHAN HANGAT S2

PERNIKAHAN HANGAT S2
Berita Media


__ADS_3

orang-orang dari jaringan yang dimiliki Alister akhirnya mendapatkan informasi mengenai siapa saksi yang datang bersama dengan tuan muda Rendra di Rumah Sakit, hp Alister berdering segera dia menjawabnya, "Halo?"


"Tuan, saya sudah mendapatkan informasi yang Tuan inginkan."


Alister pun menyeringai senang, "Benarkah? Baiklah, beritahukan kepadaku segera."


"Baik Tuan, akan segera saya kirimkan."


Alister pun segera mematikan ponselnya, dan beberapa menit kemudian hpnya muncul notifikasi si sebuah chat, di mana dari chat itu terdapat sebuah foto yang yang menunjukkan pria pejalan kaki adalah Tuan besar Hamis. Alister terbelalak, "Bukankah ini Tuan Hamish?"


Lalu dia menggeser ke foto berikutnya, perbandingan kedua foto itu tidaklah berbeda jauh. Dia bisa mengenali jika pria itu adalah tuan besar Hamish, dia masih ingat dengan jelas saat dulu kedua orang tuanya pernah mengajak dirinya untuk berkunjung ke rumah keluarganya dan bertemu dengan tuan Hamish.

__ADS_1


dulu, Alister hanya seorang anak ingusan yang berusia sekitar 6 hingga 7 tahun. "Tidak salah lagi pria ini adalah tuan Hamish," lalu Alister pun segera membuka internet untuk mencari tahu tentang pria itu. Dan, pada akhirnya Alister menemukan sebuah artikel berita yang memberitakan bahwa tuan besar Hamish mengalami insiden saat di rumah sakit, rumah sakit itu terbakar dan menyebabkannya mati terpanggang.


Alister mengerutkan kening, "Mengapa media mengabarkan hal yang seperti ini, jika memang orang itu belum mati, lalu Siapa yang ada di dalam foto ini?" apakah mungkin media memalsukan kematiannya, atas dasar apa? Alister segera mematikan layar ponselnya dan mempercepat langkahnya menuju ruangan Bangsal VVIP, ke tempat nona muda yang saat ini tengah dirawat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


sedikit tergesa Alister memutar handle pintu dan membukanya, "Tuan muda?" Rendra terkejut sontak saja Dia pun mengusap air matanya.


Tanpa menoleh dia pun menjawab "Ada apa?"


Sesuatu yang mengejutkannya membuat Rendra terbelalak, dia pun spontan berdiri. Kedua tangannya terkepal erat, "Apakah kau yakin jika dia adalah Ayah dari istriku?"

__ADS_1


Alister pun kembali mengangguk, "Benar Tuan, pria itu adalah tuan besar Hamish, suami dari Nyonya Renata."


lalu Alister menghidupkan layar hpnya, Dia menunjukkan berita artikel yang baru saja ya baca ke hadapan tuan muda.


"Bawa dia kemari."


"Baik Tuan, saya akan meminta orang-orang ku untuk membawanya ke rumah sakit ini, saya rasa keselamatan Nona mana muda memang sudah diincar sejak dulu."


dengan geram Rendra menarik kerah kemeja Alister dengan kasar, kedua matanya menatap tajam, "Cari tahu siapa orang yang ingin mencelakai istriku, kau bisa melakukan apapun dengan dukungan yang ku berikan. Kau bebas menggunakan seluruh fasilitas yang ada. Aku tidak ingin mendengar alasan apapun lagi, sebelum matahari terbit kau harus bisa membawanya ke hadapanku!"


Alister terdiam, dia menatap arah tangan Rendra yang mencengkram kerah kemejanya hingga akhirnya Rendra menarik tangannya.

__ADS_1


"Saya mengerti jika tuan muda sangat mengkhawatirkan keselamatan Nona," lalu Alister menatap tangan Rendra yang diperban dan di beri penyangga itu, "Tetapi Tuan juga tidak boleh mengenyampingkan kesehatan dan keselamatan diri sendiri."


Rendra kembali duduk di kursi lalu mengusap wajahnya dengan gusar dan mengusap rambutnya dengan sedikit kasar, "Lakukan saja apa yang ku perintahkan!"


__ADS_2