
Setibanya Rendra di ruang tamu, dia mempersilahkan wanita itu untuk masuk dan duduk.
"Siapa anda?" seru Rendra menatap heran padanya. lalu Nyonya Renata meletakkan sebuah amplop yang berisi hasil tes DNA Antara Dia dan wanita yang telah menjadi istri Rendra.
"apa ini?" tanya Rendra sembari menaikkan satu alisnya, dia enggan meraihnya.
"Anda bisa melihatnya setelah membaca isi dari amplop tersebut," jawab Renata dengan tenang, lalu diam-diam Renata mengedarkan pandangannya seperti sedang mencari seseorang.
"aku bertanya sekali lagi siapa anda? Dan, tolong jaga pandangan anda!" meskipun nyonya Renata melakukannya dengan diam-diam namun, mata tajam Rendra bisa mengetahuinya dengan jeli.
"maaf, saya sudah tidak sabar ingin bertemu dengan putri kandung saya."
"siapa?" seru Rendra dengan nada tak suka.
__ADS_1
suasana sesaat hening seketika Maya yang berdiri di belakang nyonya besar pun turut membuka suara, "Tuan akan segera mengetahuinya setelah membaca isi dari amplop tersebut."
Rendra hanya menatap kearah mereka secara bergantian, dia masih enggan untuk meraih amplop tersebut. selang beberapa menit kemudian Karena rasa penasaran Ia juga ingin tahu, akhirnya Rendra pun meraih amplop tersebut dan membukanya.
ia mulai membaca kalimat hitam diatas putih dengan seksama setiap kata dia cerna hingga akhirnya sampailah pada 1 kalimat yang membuatnya terbelalak, ia terkejut lalu diremas nya kertas tersebut hingga kumal.
pandangan mata rendra mengarah tajam kepada nyonya renata, "Pergilah! " Rendra beranjak dari duduknya, menggerakkan tangannya mengarah ke pintu utama, "meskipun itu benar kau kira aku akan membiarkanmu bertemu dengan istriku?"
kalimat itu sontak saja seperti telah menghujam jantung Nyonya Renata, "aku bisa menjelaskan semuanya, saat itu-"
"anda tahu dengan pasti di mana pintu keluarnya!" tak ada sedikitpun kehangatan yang tersirat di manik hitam Rendra, wajahnya benar-benar dingin.
seumur hidup nyonya Renata, tak pernah bertemu dengan pria sedingin itu. Maya bahkan sempat emosi dibuatnya, "Tuan... tolong jangan bersikap seperti itu kepada nyonya besar, apakah tuan tahu sudah berapa lama nyonya memimpikan hal ini?Apakah Tuan tahu sudah berapa lama nyonya besar mendambakan saat-saat nyonya bertemu dengan putri kandungnya?"
__ADS_1
bahkan Rendra pun melemparkan tatapan tajamnya kepada Maya, sejenak tatapan itu berhasil membuat Maya menelan dengan sangat kuat.
"kalian pikir aku peduli? Aku tidak akan bertanya apa alasanmu hingga membuatnya hidup seperti ini, tetapi satu hal yang aku tahu... dia adalah istriku dan satu-satunya orang yang berhak atas dirinya sekarang... adalah aku, suaminya!"
Nyonya Renata menyangkal, dia tak bisa menerima hal itu karena bagaimana pun juga dirinyalah yang telah mengandung dan melahirkan putri nya.
"Itu tidak benar, bagaimana pun juga saya adalah ibu kandungnya, saya yang mengandung dan mempertaruhkan nyawa untuk melahirkannya... aku mohon berikan Tiara kepadaku! "
Rendra terkekeh, dia menyeringai sinis, "terserah kau ingin menyebutnya sebagai Tiara atau apa pun itu, siapa pun namanya dia tetap istriku dan tak ada seorang pun yang bisa merebutnya dariku sekalipun itu dirimu! "
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bagaimana reaksi Embun saat mengetahui jika dirinya adalah Tiara? Putri seorang konglomerat?
__ADS_1
Dan, akankah Rendra membiarkan ibu kandung Embun masuk ke dalam kehidupan rumah tangganya?