PERNIKAHAN HANGAT S2

PERNIKAHAN HANGAT S2
Red Man Hall (2)


__ADS_3

Alister masih melajukan mobil dengan kecepatan tinggi setelah mendapatkan informasi dari jaringannya, jika Manda saat ini berada di dalam gedung Red Man Hall.


"Kau pikir bisa melarikan diri dari amarahku? Sepertinya aku sudah salah menilai mu."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di dalam ruangan VIP Red Ma Hall, keduanya duduk bersebelahan di sofa dengan warna cokelat gelap.


Jack meletakkan sebuah amplop di atas meja, "Ambillah, jumlahnya memang tidak banyak tetapi aku yakin itu cukup untuk menghidupi dirimu selama setahun penuh kedepan," lalu melipat satu kaki dan tangan kirinya merangkul bahu kiri Manda. Perlahan mengusapnya membuat gadis itu sangat risih.


Saat Manda beranjak dari duduknya dengan cepat Jack menahannya, "Jangan buru-buru sayang, santai saja... bagaimana jika kita minum dulu, hm?"


"Akh! Apa yang kau lakukan? Lepaskan!" pekik Manda saat Jack menariknya untuk duduk di atas pangkuannya.


"Hanya satu gelas saja, setelah itu kau boleh pergi. Anggap saja sebagai salam terakhir kita."


"Lepaskan aku, jangan bertindak kurang ajar."


"Haha..."


Tak!

__ADS_1


Jack menjentikan jemarinya di udara dan tak lama kemudian seorang pelayan pria datang dengan membawa sebuah nampan hitam yang berisikan wine mahal dan dua gelas kecil yang terbuat dari kaca berlian dua setengah karat.


Pelayan itu meletakannya dengan perlahan ke atas meja, "Silakan di nikmati, tuan, nona."


"Hm," Jack mengibaskan tangannya ke udara, "Pergilah.


Pelayan itu, pun, mengangguk, "Baik tuan," dan segera pergi meninggalkan ruangan.


Amanda yang merasa risih dengan situasi ini pun segera menjauh dari Jack, setelah pria itu melepaskan cengkeraman tangannya.


Jack menuangkan Wine tadi ke dalam dua gelas kecil, lalu mengambil segelas untuk diberikan kepada Manda.


Ragu-ragu Manda mendekat untuk meraihnya,"Tidak perlu takut, aku tak menaruh racun ke dalam minuman mu."


Siapa yang peduli, aku ingin cepat keluar dan pergi dari kota ini. Manda meraih gelas itu lalu menghabiskan wine-nya dalam sekali tegukan, tegukan yang besar.


Selagi Manda meneguknya, Jack menyeringai lalu berdiri dan melepaskan jaket kulitnya.


Melepaskan sabuk hitam dan membuangnya ke sembarang arah, apa yang barusan di lakukan nya tertangkap oleh mata Manda.


"Mau apa ka - Aw..." gelas ditangannya jatuh dan pecah.

__ADS_1


Prang!


Kepalanya mendadak pusing dengan seluruh tubuhnya yang terasa panas, "Ah..." pandangannya mulai kabur namun sebisa mungkin dia berusaha agar tetap terjaga.


Manda mengambil serpihan besar pecahan gelas, lalu menggoreskan luka di pergelangan tangannya agar kesadarannya tetap terjaga.


Kedua kakinya gemetar, dia tahu harus berbuat apa namun kepalanya serasa berat.


"Ayo sayang tidak usah malu-malu, aku akan menjajahi tubuhmu dengan penuh kenikmatan hingga pagi."


Tubuhnya tertarik ke dalam pelukan Jack, gerakan tangannya mulai liar, "Hentikan, ku mohon jangan!"


Dengan kuat dia mengigit tangan Jack hingga luka berdarah, "Aaakh!! Dasar perempuan sialan."


Manda yang baru saja lepas dari Jack, pun, bergegas pergi dengan tubuhnya yang lemah gemetar.


Sepanjang lorong dia menahan diri agar tidak jatuh kedalam dekapan pria hidung belang.


Saat keluar dari lorong itu ia bertabrakan tubuh dengan seorang pria bertubuh kekar, matanya tajam dan dingin hendak melenyapkannya.


Manik cokelat Manda tak dapat melihat jelas wajah pria yang ada di hadapannya, dia bahkan tak terkejut saat pria itu menggendongnya, membawanya kembali masuk ke gedung red man hall. Tepatnya di kamar VVIP 1045.

__ADS_1


__ADS_2