PERNIKAHAN HANGAT S2

PERNIKAHAN HANGAT S2
Sebuah Foto


__ADS_3

jam 8.00 malam di restoran nyonya Renata sudah sampai terlebih dahulu, dia memesan tempat di ruangan VIP, sembari menunggu dirinya meraih ponsel yang ada di dalam tas kemudian mengaktifkan layarnya membuka galeri dan melihat foto-foto Tiara yang masih bayi berwarna merah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


sementara itu Rendra yang baru selesai membersihkan tubuhnya dia pun segera memakai pakaian lengkapnya kembali,


"Sayang aku pergi dulu," Rendra mengusap Puncak kepala embun kemudian mengecup keningnya dengan mesra, "Aku akan segera kembali, tetaplah bersama Bibi Rita."


"Iya baiklah sayang, aku mengerti... ingat ya jangan lupa pesanan ku es campur," Embun beranjak dari duduknya dan ikut mengantar Rendra hingga ke ambang pintu kamar.


di luar kamar sudah ada bibi Rita yang menunggu, "Bibi Rita tetaplah berada di samping istriku sampai aku pulang,"


Bibi Rita pun mengangguk, "baik Tuan, Saya mengerti."

__ADS_1


lalu Rendra pun segera melangkahkan kakinya menuju garasi mobil, 15 menit kemudian terdengar suara mobil yang melaju meninggalkan kan kediaman Wilson.


Rendra melajukan mobilnya dengan kecepatan setengah cepat, entah mengapa tiba-tiba saja Dia teringat kepada sekretaris pribadinya yaitu alister Alvaro. "sedang apa dia disana, tidakkah dia tahu di sini aku sedang menghadapi situasi dan kondisi seperti ini?"


lalu Rendra menghela nafas dengan pelan, "saat kau pulang nanti setidaknya tunjukkan sesuatu yang sangat hebat kepadaku," kemudian Rendra menambahkan kecepatannya agar dirinya bisa lekas sampai di restoran yang telah disepakati tadi sore sebagai tempat pertemuan mereka.


satu setengah jam kemudian akhirnya Rendra pun sampai juga di area parkir VIP restoran itu, "waktu yang terbuang cukup banyak, semoga saja nyonya Renata masih bersedia menunggu."


nyonya Renata pun segera berdiri dan mereka berdua sama-sama menganggukkan kepala dengan hormat, "Iya, tidak masalah... silakan duduk," seru nyonya Renata kepada menantunya itu.


keduanya pun duduk saling berhadapan Rendra menatap sebuah foto yang ada di atas meja. "itu foto apa?"


lalunya Renata pun tersenyum, "oh, ini adalah foto Tiara waktu masih bayi. kau ingin melihatnya, lihat saja... bukankah Tiara memang sudah cantik sejak bayi?"

__ADS_1


Rendra pun tersenyum dia meraih selembar foto di mana saat itu Tiara atau yang ia kenal sebagai Embun memakai pakaian warna pink, apapun yang ada tubuhnya serba pink dengan kedua pipinya yang gembul, "mengapa dia bisa selucu ini? apakah ini benar-benar Tiara istriku?"


nyonya Renata pun mengangguk, "iya itu benar sekali, lihatlah," Nyonya Renata menyodorkannya foto pernikahan mereka, "Bukankah wajah Tiara sangat mirip dengan mendiang ayahnya?"


Rendra meraih foto tersebut Lalu membandingkan kedua foto itu dilihat dari manapun wajah keduanya memang Mirip,


"Bisakah kita memulainya sekarang?" seru Rendra, sepertinya dirinya juga menjadi sangat tidak sabaran, dia ingin mendengar sebuah kisah dimana saat itu dengan Renata harus kehilangan Tiara.


"ini akan menjadi cerita yang sangat panjang, apakah kau yakin ingin mendengarnya?"


Rendra menaikkan satu alisnya, "ya. Kenapa tidak? setidaknya kedatanganku kemari tidak menjadi sia-sia."


nyonya Renata pun menghela nafas pelan Dia menguatkan hatinya agar tidak menangis saat menceritakan kisah pilu nya dulu bagaimana saat ia kehilangan Tiara.

__ADS_1


__ADS_2