PERNIKAHAN HANGAT S2

PERNIKAHAN HANGAT S2
Happy Ending (2)


__ADS_3

Dua tahun berlalu, sebuah acara pesta pernikahan Rendra dan Tiara akan segera di laksanakan.


Jika dulu, saat pertama kali mereka menikah tak banyak tamu yang diundang.


Namun sekarang, jangankan tamu, bahkan awak media pun turut di undang untuk menyaksikan pesta pernikahan terbesar.


Tiara yang masih di rias di sebuah ruangan, membuat Rendra sangat tidak sabaran ingin segera melihat pengantinnya.


Gaun putih yang Tiara pakai sungguh memukau dan semakin membuatnya mempesona.


Dialah satu-satunya wanita yang di cintai oleh sang tuan muda, Alvarendra Raymond Wilson.


Pagelaran pesta ini juga tak luput dari kehadiran Thalia, dia sedang menggendong keponakannya.


"Reykhel, lihat ini apa yang ada di tangan bibi?"


"Bibi genit," celetuk Rio yang langsung membuat Thalia cemberut.


"Enak saja!" gantungan ubur-ubur itu pun ia lemparkan ke arah Rio, namun pria itu bisa menghindarinya, "Menyingkirlah dari hadapanku, jangan membuatku muak dengan melihat wajahmu."


Rio menggeleng sembari mengelus dada, "Jika sikap mu masih sekasar ini, aku berani jamin tak akan ada satu pun pria yang mau menikahi mu, loh," 😝


"Ck! Sekalipun hanya tersisa kau di dunia ini, aku pun tak sudi menikah denganmu!" tandas Thalia yang kemudian berlalu melewatinya dengan ketus.


Namun Rio malah semakin suka saat melihat Thalia bereaksi seperti itu, karena menurutnya Thalia terlihat semakin cantik.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Panggung utama di dalam gedung mewah nan besar, semua tamu sudah hadir memenuhi ruangan.


Akhirnya yang di tunggu-tunggu pun tiba juga, nona dan tuan muda hadir di tengah-tengah acara.


Sambutan tepuk tangan riuh menyambut mereka.


"Lihat, itu tuan dan nona muda Wilson, ayo cepat abadikan momen ini," seru seorang reporter yang mengajak rekan-rekannya untuk memotret mereka, dan segera memulai siaran langsung.


Rendra dengan gagahnya berbalutkan setelan jas biru, dia melangkah menuju mimbar sembari menggandeng Tiara.


Sebuah mic sudah di persiapkan.


"Terimakasih semuanya, pertama di sini aku ingin mengucapkan beribu terimakasih untuk orang-orang yang selalu ada di sisiku dan mendukungku. Terutama untuk istri tercintaku."


Flash kamera saling beradu memperebutkan photo keduanya.

__ADS_1


"Terimakasih karena kalian telah banyak membantu di masa tersulit ku, kalian orang-orang yang selalu setia dan tak pernah meninggalkanku di saat aku terpuruk."


"Kalian adalah orang hebat yang tak pernah berpikir untuk meninggalkanku, padahal saat itu, mungkin aku bisa saja pergi meninggalkan kalian," lanjut Rendra membuat manik cokelat Tiara berkaca-kaca.


"Kalian semua harus tahu, tidaklah mudah menjadi teman hidupku, ada banyak kebencian dan air mata di awal pernikahan kami... dan aku menyalahkannya atas kematian papa dan mama."


"Tetapi dengan kesabaran dan ketulusannya," Rendra mencium tangan Tiara, "Dia berhasil meluluhkan kerasnya hatiku, keteguhan dan kekuatannya membuatku jatuh cinta padanya."


"Dialah satu-satunya wanita yang selalu ada di dalam hatiku, saat ini, esok, lusa, dan di kehidupan selanjutnya, hanya dia yang berhak tinggal di dalam hatiku."


"Malaikat cantik tak bersayap sepertinya, hanya ada satu di dunia ini."


Lalu Rendra mematikan mic nya dan beralih menatap Tiara, dia menarik pinggang rampingnya kemudian mencium lembut bibir Tiara, dalam, dan cukup lama.


So sweet, para tamu memberikan tepuk tangannya dengan meriah. Semuanya larut di dalam kebahagiaan ini.



Begitupun juga dengan Thalia, saat dia menurunkan Reykhel dari gendongannya tiba-tiba saja Rio datang menyambar pipi kanan Thalia dengan bibirnya.


Muach!


Jantung Thalia serasa berhenti berdetak, dia kesal tetapi dia menjadi gugup setelahnya.


Thalia yang terpaku sembari menatap Rio, dia kembali di kejutkan saat pria itu memainkan mata kepadanya.


"Aku pasti bisa mendapatkan hatimu," bisik Rio di telinga Thalia, lalu beranjak pergi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari pun berganti malam, lelah merasai tubuh Rendra dan Tiara.


Namun Rendra, yang sudah cukup lama puasa, dia pun tak mempedulikan rasa lelahnya.


"Sayang? Mau apa -"


"Tentu saja mau itu, selama kau koma aku bahkan hampir lupa rasanya seperti apa."


Nakal, Rendra menggigit pundak istrinya, membuatnya merona merah.



"Emh..."

__ADS_1


"Aku tahu kau juga menginginkannya, jadi tidak perlu menundanya lagi."


"Sayang, jangan... aku belum meminum pil KB ku..."


"Tidak usah, biarkan saja benihku tumbuh di dalam rahim mu... lagi pula usia Reykhel sudah dua tahun... sudah waktunya untuk di berikan adik, kan?"


Lagi, Rendra menggigit bagian atas dada Tiara hingga membekas merah keunguan, "Sebagai istri, kau tidak boleh menolaknya."


"Sayang dengarkan aku dulu, bukannya aku tidak mau untuk memberikanmu anak lagi, tetapi Reykhel masih terlalu kecil. Dia belum bisa menerima jika mama dan papanya berbagi kasih sayang."


Tapi percuma saja, toh seperti apapun nasihatnya, Rendra tak akan peduli, dia sudah tak bisa menahan hasratnya.


Kini adalah waktu yang tepat untuk membalaskan dendam yang penuh kenikmatan itu, 🥰


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Satu setengah jam kemudian pergumulan panas mereka pun berakhir, dengan segera keduanya membersihkan diri lalu beranjak ke kamar Reykhel.


"Reykhel sudah tidur, sayang," tutur Tiara sembari mengusap rambut putranya.



Cup!


Tiara mencium pipi putranya, "Dia akan tumbuh menjadi anak lelaki yang tampan."


"Kau bahagia menikah denganku?" tanya Rendra sembari memeluk istrinya dari belakang.


"Iya sayang, tentu saja aku bahagia... terimakasih telah mengizinkanku untuk menjadi ibu dari anakmu... aku sangat bahagia."


Lalu pelukan itu pun terlepas, untuk kesekian kalinya Rendra kembali mencium bibir Tiara dengan lembut.


"Aku mencintaimu, selamanya..." ucap Rendra.



"Aku pun akan selalu seperti itu, suamiku sayang..." imbuh Tiara dengan rona merah di wajahnya.



Cinta kita, satu untuk selamanya ❤️


__ADS_1


__ADS_2