PERNIKAHAN HANGAT S2

PERNIKAHAN HANGAT S2
Jalan (3)


__ADS_3

"Nama saya Embun-" namun sebelum embun menyelesaikan kalimatnya dengan cepat Rendra meraih tangannya, menarik embun ke sisinya.


"Jangan bicara dengan orang asing!"


tatapan Rendra menyorot tak suka kepada wanita paruh baya itu, "Ayo kita pergi. Bukannya tadi kau ingin makan hotdog."


Wanita paruh baya itu sekilas memberikan seulas senyum nya kepada embun, saat keduanya berjalan melewati dirinya. Satu tangannya terkepal di dalam genggaman tangannya itu ada potongan helaian rambut Embun yang ia masukkan ke dalam tas.


Entah mengapa ia merasa begitu yakin jika wajah embun bukan hanya sekedar mirip atau sebuah kebetulan saja. "Tuhan Semoga usaha kami dalam mencari putri kecil kamu yang dulu hilang akan membuahkan hasil."

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Embun dan Rendra pun segera masuk ke dalam sebuah kafe yang Terletak tidak jauh dari posisi mereka tadi, mereka memilih duduk di sudut ruangan menghadap dinding kaca tebal.


Dari tempat itu mereka bisa menikmati keramaian yang ada. "Sayang ayo pesan hotdog nya. Aku ingin yang jumbo ya... jangan lupa juga harus ada Slice keju nya dan mayo." ah lihat lah itu betapa manja dirinya, sekarang Embun sangat pandai membuat mimik wajah yang begitu menggemaskan.


Jadi, sudah tidak ada alasan lagi bagi Rendra untuk menolak keinginannya dan apapun yang diinginkan Embun sekalipun itu hal yang tak berguna menurutnya, namun asalkan Embun menyukainya maka dia hanya perlu menggesekkan kartu Black card nya di mesin dan secara otomatis uang itu akan berkurang untuk membeli apapun yang diinginkan Embun.


Dengan tatapan manja Embun memangku dagu dengan kedua tangannya, sejenak dia mengerucutkan bibirnya Oh Tuhan betapa manisnya dia, "Tentu saja kau yang harus menghabiskannya, aku kan istrimu. lagi pula kau tidak akan suka juga, kan, jika aku berbagi piring dengan orang lain, benarkan?"

__ADS_1


Rendra hanya menggeleng saat mendengar jawaban dari istrinya itu," wah wah sepertinya Nyonya Raymond Sudah berani menjawab ku seperti itu ya, nanti malam Awas saja jika kau tak bisa memuaskan ku."


sontak saja apa yang dikatakannya barusan membuat orang-orang yang sedang duduk santai tak jauh dari meja mereka Langsung melirik memperhatikan Rendra kemudian secara bergantian memperhatikan embun gimana kondisi saat ini sedang hamil titik sadar menjadi pusat perhatian terutama tatapan aneh mereka yang ia dapatkan.


tetapi Rendra mengabaikannya dia sama sekali tak peduli dengan apa yang dipikirkan oleh orang lain. seolah tak terjadi apapun dia hanya memasang wajah stay cool lalu berdehem pelan.


"ehem." lalu dengan cepat embun mencubit pelan tangan suaminya, "Sayang apa yang kau katakan barusan tidak lihat mereka Langsung bereaksi seperti itu."


namun Rendra hanya tertawa kecil, "itulah hebatnya tanpa tahu arti yang sebenarnya mereka langsung menilai apa yang mereka dengar titik melakukan hal itu tanpa mencari tahu yang sebenarnya. Bukankah itu suatu tindakan yang tidak baik?"

__ADS_1


Embun pun menghela napas lalu menggeleng pelan, "mereka juga tidak salah, kan mereka juga bereaksi setelah mendengar apa yang baru saja kau ucapkan." Embun diam sejenak lalu dia memutar bola matanya dengan Jengah, tak lupa embun juga menggembungkan kedua pipinya untuk bermain udara didalam mulutnya.


Coba lihat itu betapa manisnya embun Bagaimana tidak seorang alvarendra Raymond Wilson pasti juga tidak akan tahan untuk melewati 1 hari kehidupannya tanpa melakukan hubungan badan dengan istrinya sendiri.


__ADS_2