
Embun duduk termenung di atas ranjang sesekali dia memainkan udara di dalam mulutnya, lalu menggembungkan kedua pipinya dia rindu dengan segala aktivitasnya saat di kantor dulu.
namun setelah dirinya menjadi asisten pribadi Rendra, ditambah lagi saat dirinya sedang hamil maka tuan muda pun menjauhkannya dari segala hiruk-pikuk yang berhubungan dengan pekerjaan di kantor.
alhasil posisinya kini telah digantikan oleh orang lain, apalagi saat semua orang tahu jika dirinya kini adalah istri dari CEO Brillian Group.
"Bibi Rita, apakah Bibi tidak bosan?"
Bibi Rita pun menggeleng sembari tersenyum, "sama sekali tidak Nono muda. Apakah Nona ingin makan sesuatu?" tutur Bibi Rita.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
sementara itu itu di ruangan VIP restoran Nyonya Renata pun memulai kisah cerita beberapa puluh tahun yang lalu.
sebuah rumah sakit saat malam menuju puncak Tepatnya pukul 000.00 malam, seorang wanita yang ditemani suaminya di ruang bersalin.
mereka adalah nyonya Renata dan Tuan Keanu hamish. Nyonya Renata terlihat begitu kesakitan saat berjuang melahirkan Putri kecilnya.
dengan dibantu dokter Hendra, di dalam ruangan bersalin itu juga ada bidan dan Seorang perawat, "Ayo nyonya sedikit lagi kepalanya sudah terlihat," seru bidan, sementara perawat itu membantu menekan bagian atas perut nyonya Renata.
peluh keringat menumbuhi kening Nyonya Renata, lalu Tuan Hamish segera mengusap keringat itu dengan telapak tangannya, "Ayo sayang sedikit lagi Putri kita akan lahir ke dunia ini," dengan dorongan dan semangat membuat Nyonya Renata tak ingin kalah dari rasa sakitnya.
namun di tengah-tengah perjuangannya dia lelah, merasa sudah tidak mampu lagi untuk berjuang melahirkan buah cinta mereka, "Suamiku, aku sudah tidak sanggup lagi aku begitu lelah. rasanya sangat sakit."
__ADS_1
bahkan wajah nyonya Renata terlihat memucat dan nafasnya terengah, Tuan Hamish pun menggeleng, dia mencium kening istrinya, "bertahanlah sayang, bukan hanya kita saja yang ingin bertemu dengannya, tetapi Tiara juga ingin bertemu dengan kita."
"Tiara? " seru Nyonya Renata, dia bertanya dengan wajah bahagia.
"Iya sayang, namanya adalah Tiara. dia adalah Putri kita yang sangat berharga maka dari itu aku memberinya nama Tiara. Tiara Renata Hamish." saat itu juga air mata kebahagiaan Renata meluncur begitu saja.
dia tidak lemah melainkan merasa mendapatkan kekuatan dari nama itu, hingga akhirnya membuat dirinya berusaha sekuat tenaga dan kembali mengejan, "Aaaaaaa!" para petugas medis pun langsung bereaksi saat kepala Tiara keluar dari pintu lahir sang mama.
"ayo Nyonya dorong lagi, sedikit lagi... Ayo." Nyonya Renata pun mengikuti instruksi dokter Hendra hingga akhirnya ia mendengar suara tangisan Tiara yang baru saja lahir dan menghirup oksigen bebas di dunia ini.
tangisannya menggelegar memecah keheningan malam, wajahnya begitu mirip dengan sang papa.
__ADS_1
"putriku, putriku," seru nyonya Renata memanggil buah hatinya, Hamish mengusap air matanya dengan haru, lalu dia mencium kening dan kedua pipi istrinya.
"Terima kasih Sayang, terimakasih, kau telah menjadikan hidupku begitu sempurna. menjadikanku pria yang begitu beruntung karena telah memilikimu. aku akan selalu menjaga kalian berdua, Tiara akan menjadi wanita tangguh sama seperti dirimu, dia akan mewarisi sifat ramah mu, sifat lembut dan sifat baikmu."