PERNIKAHAN HANGAT S2

PERNIKAHAN HANGAT S2
Alister Cemburu


__ADS_3

Sesampainya di rumah Rendra pun bergegas masuk ke dalam kamar, "Sayang?" seru Rendra seraya membuka pintu kamar.


Namun yang di panggil itu sudah terlelap di dalam tidurnya. Begitu pun juga dengan bibi Rita yang tertidur di atas sofa kamar.


"Sudah tidur? Cepat sekali," Rendra mendekati tepi ranjang dan perlahan memakaikan selimut kepada istrinya.


"Engh..." Embun terkejut dan terbangun, "Es campur."


"Hah?" astaga, Rendra membelalakkan kedua matanya, dia lupa membelinya.


"Sayang, kau sudah pulang? Di mana es campur ku?" namun Rendra diam tak berani menjawab, membuat Embun menarik-narik tangan suaminya, "Sayang?"


Rendra pun akhirnya menggaruk tengkuknya yang Bahkan tidak gatal, " hehehe Maafkan aku sayang sama aku-"


saat itu juga embun mengerucutkan bibirnya, dia merasa sangat kesal karena Rendra tak membelikan apa yang sangat ia inginkan.


sontak saja Embun meraih bantal dan menabrakkannya di dada bidang Rendra, "Malam ini tidur di luar!" kemudian Embun kembali berbaring di atas ranjang dengan membelakanginya.

__ADS_1


"sayang?" panggil Rendra.


Namun Embun menggeleng, dia menarik selimut itu hingga menutupi sekujur tubuhnya, Rendra hanya bisa menghela nafas. "Yakin tidak ingin tidur denganku, bagaimana nanti jika baby merindukan Papanya?"


Rmbun mengeluarkan 1 tangannya kemudian mengibaskan ke udara, seolah sedang menjawab tidak. lalu tangannya kembali bergerak seperti sedang menyuruhnya untuk segera keluar dari kamar. Oh Tuhan Malang sekali nasib seorang suami yang satu ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


kembali ke kota Z...


di mana saat ini alister telah memegang belati tajam itu, dia pun siap untuk menancapkan nya di dada kirinya asalkan yaitu bisa menepati janjinya untuk membebaskan Amanda. "tepati janjimu brengsek!"


lalu tanpa diduga pria itu pun mendorong Amanda ke arah alister, dengan cekatan Alister menangkapnya lalu memeluknya dengan erat.


pria yang memakai topeng itu pun tertawa terbahak, " Meskipun Kau rela mati demi adikku, tetapi aku aku sebagai seorang kakak lelaki nya tidak bisa dengan mudah merestui hubungan kalian."


apa yang baru saja dikatakannya membuat Alister bingung.

__ADS_1


Kakak? itulah tercetus di dalam benaknya.


"lama tidak bertemu Amanda," seru pria itu seraya melepaskan topeng wajahnya.


Amanda pun terkejut, "dasar pria gila, kau hampir membuatku mati karena jantungan. bisa-bisanya kau masuk ke rumah ini dengan cara yang begitu ekstrem!"


lalu Amanda melepaskan sandal yang khusus yang dipakai di bathroom kemudian melayangkan nya ke arah sang kakak, "kau gila!"


tak puas sampai di situ Amanda pun melangkah tergesa mendekatinya lalu menjewer telinganya hingga memerah, "Rasakan ini!"


"Aaa! sakit, sakit, sakit! " Amanda yang masih kesal pun tak peduli dengan ringkasan sang kakak.


"Biarkan saja kalau perlu sampai telingamu lepas!"


Alister pun masih bingung dengan apa yang terjadi, setahu nya Amanda hanya memiliki seorang adik lelaki bernama El. Lalu siapa pria yang mengaku sebagai kakaknya ini?


"Amanda?" seru Alister.

__ADS_1


Amanda pun menoleh kearah Alister, tanpa melepaskan jeweran telinganya, "Iya?"


Alister mendekat lalu meraih tangan Amanda agar menjauh dari telinga sang kakak, "Siapa dia, mengapa dia mengaku sebagai kakakmu? Bukankah kau hanya memiliki seorang adik lelaki?!"


__ADS_2