PERNIKAHAN HANGAT S2

PERNIKAHAN HANGAT S2
DNA


__ADS_3

Renata yang tak lain adalah wanita paruh baya yang tadi di sore mengambil rambut embun tanpa sepengetahuan Rendra, saat ini dirinya sudah berdiri di depan sebuah rumah sakit yang tak jauh dari tempat mereka bertemu tadi.


dia menatap bangunan rumah sakit itu, sejenak dia menghela nafas dengan pelan berharap jika kali ini dirinya tidak akan kecewa. lalu dia pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam. di rumah sakit ini juga dirinya ternyata memiliki seorang kenalan dokter Kebetulan sekali mereka bertemu di lobby rumah sakit.


dokter Hendra adalah nama teman wanita paruh baya itu, "dokter Hendra, Kebetulan sekali kita bertemu di tempat ini," tutur Renata menyapa dokter pria yang memakai kacamata minus itu.


"Nyonya Renata? Lama tidak berjumpa. Tak kusangka kita bisa bertemu di tempat ini. Apakah ada sesuatu yang mengganggu Anda nyonya?"


Renata mengangguk ragu, "aku datang kemari hanya untuk memastikan sesuatu, bisakah anda membantu saya?"


"mungkin Nyonya Renata perlu menjelaskannya kepada saya," lalu tangan dokter Hendra bergerak dengan sopan, dia mengulurkan tangannya meminta agar Nyonya Renata berjalan mendahuluinya, "Ladies First."

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


sesampainya mereka berdua di ruangan kerja dokter Hendra, keduanya duduk berhadapan. "Nyonya bisa mulai menceritakannya kepada saya."


Nyonya Renata pun berdehem pelan, "saya datang kemari membawa sesuatu untuk anda periksa," rambut yang ada di dalam tasnya tadi segera ia keluarkan dan meletakkannya di atas meja tepat di hadapan dokter Hendra.


dokter Hendra pun mengerutkan dahinya, Ada apa dengan rambut ini? dia bergumam sendiri di dalam hati, "Maaf Nyonya Renata, apakah Nyonya bermaksud untuk melakukan tes DNA terhadap seseorang?" nyonya Renata diam sejenak, sebenarnya dirinya juga tidak yakin akan hal itu, tetapi demi menjawab rasa penasaran nya dia pun tetap melakukannya.


"ya itu benar dokter Hendra, tepat seperti apa yang anda pikirkan. anda tahu seberapa besar Keinginan saya untuk menemukan putri semata wayang saya... dan kita juga sama-sama tahu seperti apa kronologinya dulu, saat rumah sakit ini terbakar dan akibat dari kelalaian seorang petugas medis, menyebabkan anak saya hilang!" mengingat kembali kisah pilu di masa itu, sungguh menyayat hati.


dirinya selama puluhan tahun ini hanya bisa hidup didalam Harapan. menemukan kembali Putri kecilnya yang hilang adalah janjinya kepada mendiang suaminya dulu.

__ADS_1


"atas nama rumah sakit ini saya benar-benar meminta maaf atas insiden beberapa tahun yang lalu, baiklah Saya akan melakukan tes DNA pada rambut ini."


Nyonya Renata berusaha untuk menahan air matanya agar tidak jatuh menetesi pipinya, terlihat kerutan-kerutan halus di bagian sudut matanya. dia mencoba untuk tersenyum sembari mengusap kedua sudut matanya yang mulai tergenang.


Nyonya Renata pun berdiri lalu mengulurkan tangannya mencoba untuk menjabat tangan dokter Hendra, "saya akan menunggu kabar baiknya."


dokter Hendra pun segera beranjak dari duduknya dan menjabat tangannya Renata, "jangan khawatir setelah saya mendapatkan hasilnya Akan segera saya beritahukan tanpa menundanya."


nyonya Renata mengangguk, "baiklah, maaf jika saya sudah mengganggu waktu anda, Saya permisi dulu."


lalu keduanya pun saling menghormati satu sama lain.

__ADS_1


__ADS_2