PERNIKAHAN HANGAT S2

PERNIKAHAN HANGAT S2
Extra Part 1 - Alister


__ADS_3

Ternyata nona masih mampu untuk menulis Extra part-nya sekarang, maap ya terkesan PLIN plan jadinya wkwkwk 🤭


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sepulangnya Alister dari super market, dia meletakkan keranjang belanja di atas meja dengan raut wajahnya yang kesal.


"Sayang, sudah pulang? Kenapa aku tidak tahu itu?" tanya Manda sembari mengelus perut buncitnya, "Ada apa? Kenapa wajahmu terlihat begitu kesal, sayang?"


"Tadi saat aku memilih minyak makan, aku tidak tahu harus memilih yang mana."


Manda mengangguk, dia mendekat sembari menarik kursi untuk ia duduki, "Lalu?"


"Tentu saja aku bertanya kepada orang-orang dengan sistem voting -"


"Pft, hahaha..."


Alister spontan berkacak pinggang saat sang istri tertawa, dan dia pun kembali memasang wajah super kesal 100%.


"Maaf sayang, tolong maafkan aku... soalnya kau itu sangat lucu, mengapa perihal membeli minyak makan saja sampai seperti itu?" tanya Manda lagi sembari mengusap ujung kedua matanya yang basah.


Bibir Manda mendadak jadi bentuk O saat Alister menepuk pipinya yang tembem itu, "Tertawa saja sepuas mu, nanti malam lihat saja seperti apa aku menghukum mu."


"Sayang, aku sedang hamil besar... kau tega menyakiti putramu sendiri?"

__ADS_1


"Tidak, ya sudah buatkan aku kopi dengan gulanya setengah sendok teh saja," tutur Alister yang juga ikut menarik kursi dan duduk di dekat istrinya.


Manda menyunggingkan senyum manisnya, dia beranjak dari duduknya dan segera membuatkan suaminya secangkir kopi.


Kedua manik Alister bahkan tak melepaskan pandangan matanya dari sosok Manda, rambut yang dulu panjang namun sekarang sudah ia potong, pendek sepundak.


Padahal Alister sangat menyukai rambut panjang Manda yang hitam, "Manda?" seru Alister.


"Iya?"


Saat Manda berbalik, dia terkejut begitu melihat Alister secara tiba-tiba saja mencium bibirnya. Membuat cangkir kopi itu jatuh.


Susah payah Manda meloloskan bibirnya dari terkaman Alister, "Sayang, kopinya?" Eh?


Dengan hati-hati dia membaringkan tubuh sang istri tepat berada di bawah kungkungannya, "Sayang ada apa? Tadi kau ingin dibuatkan kopi, sekarang -"


Alister kembali membungkam bibir Manda, sembari tangannya bergerilya di tempat-tempat favoritnya.


Lima menit kemudian pakaian mereka berserakan di bawah ranjang, kedua tangan yang saling meremas.


Desahan mereka saling bersautan ditengah pergumulan panas mereka, hingga akhirnya pergumulan panas mereka pun selesai.


...----------------...

__ADS_1


setelah membersihkan diri, Manda ingin kembali menuju ke dapur sampai akhirnya Alister menghentikan langkah kakinya.


"Mau kemana?"


"Ke dapur, untuk membersihkan pecahan gelas kopi yang tadi sayang."


Alister menggeleng, lalu dia menepuk tempat kosong di atas ranjang, "Kemari, aku tidak mengizinkanmu keluar dari kamar ini, biar aku saja yang membersihkannya..."


"Tapi -"


"Amanda!" tegas Alister memanggil memperingatinya.


"I- iya baiklah, aku mengerti," Manda pun kembali duduk di atas ranjang sembari bersandar bantal.


Suaminya begitu perhatian, membuat Manda semakin mencintainya. Apalagi sebentar lagi buah hati mereka akan segera lahir ke dunia ini.


"Anak bunda sayang, lihatlah ayahmu... dia sangat memperhatikan kita, bunda harap, saat kau tumbuh dewasa nanti, sifat dingin dan kejam ayahmu tak satupun yang melekat padamu, nak..."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Alister segera mencuci tangannya setelah membersihkan pecahan gelas itu, lalu dia duduk sebentar di kursi sambil bermain hp.


Di bukanya sosial media, kebetulan sekali muncul photo Reykhel yang begitu imut dan lucu, tanpa sadar Alister pun menyunggingkan senyumannya.

__ADS_1


"Tuan muda kecil," serunya dengan lirih sambil mengusap-ngusap wajah Reykhel.


__ADS_2