
Rosa melakukan balapan dengan kedua temannya sampai beberapa putaran . Sedangkan Rifan di kantornya semakin. Marah dan ketakutan ketika mendengar kalau Fikri dan Dikra tidak dapat menemukan Rosa . untuk menghilangkan kepalanya yang panas dia sampai mandi dan berada di bawa kucuran shower lama . setelah cukup lama berada di dalam kamar mandi, Rifan baru keluar dengan mata merah. Ketika dia berada di depan cermin yang ada di dalam ruang kecil tempat dia istirahat, Dia sangat marah pada diri sendiri yang tidak bisa menahan perasaannya saat melihat wajah imut Rosa saat berbicara tadi.
"Kau memang mesum Fan...kalau kau tadi bisa menahan kelakuanmu, kau tidak akan kehilangan dia seperti ini kan... dasar otak mesum..tapi semua ini gara- gara Biangka juga , dan kalau sampai peristiwa ini membuat wanita kesayanganku jauh dariku, jangan salahkan aku kalau aku akan membuatmu keluar dari perusahaan ini..
Jadi Kau kerja di sini selama ini , agat dekat denganku dan mengharapkan cinta dariku..? Cih...jangan pernah bermimpi . apalagi aku telah menemukan gadis yang aku cintai..." ucap Rifan perlahan. Dia tak pernah menyangka kalau Niat sebenarnya Biangka adalah ingin memiliki cintanya.
Rifan segera keluar dari ruangannya setelah di rasa penampilan sudah sempurna .
Ketika sampai di luar terdengar dering ponsel miliknya . dengan cepat dia mengangkat telfon yang ternyata dari Dikra.
"Gimana Dik...apa kau susah mendapatkannya..." kata Rifan sampai lupa mengucap salam .
"Maaf Bos...kami belum mendapatkan nona Rosa. Kami mencari Sudah sampai luar kota. Namun kami tidak menemukan keberadaan nya... bagaimana kalau kita tunggu dia sampai besok pagi Bos, siapa tahu dia akan datang bekerja lagi..." bujuk Dikra karena mereka sudah kelelahan mencari Rosa.
"Baiklah kalian bisa kembali sekarang... kita lihat besok apa dia datang lagi kekantor untuk bekerja.." kata Rifan berharap Rosa datang .
Dikra dan Fikri merasa senang karena mereka terlepas dari tugas hari ini .
Sedangkan Rosa sendiri kini sudah kembali kerumahnya . Rifan tidak dapat menemukan rumah Rosa karena Rumah ini milik Kanaya bukan milik si Rosa .
Ketika sampai di rumahnya , dia di sambut oleh Nina yang baru keluar dari dalam rumah ketika mendengar suara motor Rosa.
"Kak Rosa...!" serunya bahagia.
"Sayang..." ucap Rosa sambil merentangkan tangannya . dan Ninapun segera berlari dalam pelukan orang yang amat dia cintai itu.
"Kau sudah mandi dan solat...?" tanya Rosa ketika dia merasakan bau harum tubuh Nina.
" Ih kakak...ya sudah dong... Lihat Nina susah cantik kan...?" kata gadis itu manja.
"Benar juga, ternyata gadis kecil kakak cantik sekali kalau sudah mandi..." puji Rosa pada Nina.
"Emang Nina jelek kalau belum mandi..?" kata gadis kecil itu sambil cemberut. Rosa tertawa melihat gadis kecilnya kesal.
"Tentu saja cantik...adik siapa dulu.." puji Rosa. Terlihat senyum manis di wajah cantik milik Nina. Melihat kelembutan dan wajah cerah Nina membuat Rosa semakin yakin kalau gadis ini putri seorang bangsawan .
"Ya sudah yuk masuk.. Kakak belum mandi dan Sholat ashar..." kata Rosa sambil melepas pelukannya .
"Kak..boleh Nina ikut kekamar kakak ..?" ucap gadis kecil itu dengan mata berharap.
"Tentu saja boleh sayang...." ucap Rosa sambil tersenyum lembut . Akhirnya
mereka masuk kedalam rumah sambil bergandengan tangan. Ketika mereka akan naik kelantai atas, mereka berjumpa dengan bik Narti yang sedang mencari Nina.
"Lo..Non Rosa sudah datang...?" ucap bik Narti ketika melihat Nina berjalan bersama Rosa.
"Iya bik baru saja..." jawab Rosa .
"Ternyata Non Nina bersama Non Rosa.. ." kata bik Narti .
"Bibik mencari Nina...?" tanya Nina kaget.
"Iya Non..." jawab Bik Narti .
"Maaf bik...tadi Nina mendengar motor kak Rosa, jadi Nina langsung keluar.." ucap Nina merasa bersalah .
"Nggak apa- apa Non..." jawab bik Narti maklum. Dia tahu kalau Nina sangat menyayangi Rosa.
"Ya sudah bik , Nina dan Rosa mau kekamar dulu...Rosa belum mandi dan sholat ashar..." kata Rosa dengan lembut.
" Silahkan Non... Bibik juga mau membantu bik Sum memasak..." jawab bik Narti. Akhirnya Risa dan Nina pergi kelantai atas.
Sesampainya di lantai atas Nina segera naik keatas ranjang milik Rosa.
"Kak...Nina boleh pinjam ponsel kakak..?" kata Nina sambil melihat Rosa berjalan kearah kamar mandi setelah menaruh tas punggung kecil yang selalu Rosa bawa saat bekerja.
"Ambil di tas kakak, emang untuk apa sayang...?" tanya Rosa .
"Main geme kak..." kata Nina.
Nina sesekali memang meminjam ponsel Rosa untuk main geme yang pernah Rosa ajarkan, dan gadis itu cepat sekali mengerti .mendengar jawaban Nina, Rosa tersenyum sambil berjalan ke kamar mandi.
Setelah mandi dan Solat , Rosa mendekati Nina yang sedang bermain di atas pembaringannya. Perlahan dia duduk di dekat Nina. Rosa kembali melihat kalung putih yang ada di leher Nina. Rosa tahu kalau kalung yang menggantung di leher Nina bukanlah sembarang kalung.
"Sayang...boleh kakak bertanya...?" tanya Rosa perlahan.
"Boleh kak...silahkan saja kakak bertanya..." jawab gadis kecil yang sebentar lagi sudah berumur enam tahun itu . Dia menjawab tanpa mengalihkan pandangannya dari permainan yang sedang dia mainkan.
"Siapa yang memberi kalung ini pada Nina..." tanya Rosa perlahan.
Mendengar pertanyaan Rosa, Nina memandang Rosa sekilas dan kembali bermain .
"Kalung ini memang ada leher Nina saat Nina di temukan oleh ibu panti di depan panti asuhan kak... "Jawab Nina .
"Apakah ibu panti yang mengatakan itu.." tanya Rosa. Mendengar pertanyaan Rosa, Nina berhenti bermain dan menghadap kearah Rosa .
"Sebenarnya Nina bukan berasal dari panti asuhan itu kak... Nina berasal dari panti Asuhan yang ada di kota kecil milik ibu Wardah adik dari ibu Siti . Bu Wardah membawa Nina ke panti asuhan milik bu Siti satu tahun yang lalu karena Nina dengar kalau rumah panti di kota itu akan di gusur . Jadi lima bulan sebelum pertemuan kita kak . akhirnya Nina bersama beberapa teman di bawa ibu Warda ke panti asuhan milik ibu Siti itu , Kita tinggal di sana, dan akhirnya Nina bertemu dengan kak Rosa.." jawab Nina dengan wajah sedih. Mendengar cerita Nina, Rosa merasakan perasaan sakit dalam hatinya. Gadis sekecil ini sudah merasakan kesedihan seperti ini.
"Lalu bagaimana Nina kok sampai ada di depan Panti Asuhan milik bu Warda.." tanya Rosa lagi.
__ADS_1
"Entahlah kak..Nina lupa akan hal itu.." jawab gadis itu polos .
"Boleh kakak melihat kalung Nina...?" tanya Rosa.
"Tentu saja kak..." kata Nina. Rosa akhirnya membuka kalung yang melingkar di leher Nina. Dia mulai mengamati bandul berbentuk setengah hati itu. Dan saat di perhatikan dengan teliti ternyata kalung milik Nina terbuat dari mas putih. Dan saat memeriksa bandulnya, ternyata ada tulisan kecil *Nina E .*
"Apakah nama Nina di ambil dari nama yang tertulis di bandul ini sayang..." tanya Rosa pada Nina.
"Nina tidak tahu kak..mungkin juga.." jawab Nina polos. Mendengar setiap jawaban yang di ucapkan Nina, Rosa melihat kalau otak Nina sangat cerdas. Anak sekecil ini mampuh menjawab pertanyaan yang dia lontarkan. Rosa kembali meneliti bandul yang dia pegang . ketika Rosa membalik bandul itu, ternyata di balik bandul ada tulisan enam angka .
" Sayang...apakah ini angkat kelahiranmu....?" tanya Rosa lagi.
"Mungkin juga kak...kata ibu wardah tanggal itu adalah tanggal kelahiran Nina..." kata Nina dengan wajah menatap Rosa.
" Kalau begitu besok adalah ulang tahun Nina dong...!" seru Rosa bahagia .
" Benar kak..." kata Nina lagi.
" Lalu kenapa Nina tidak bilang sama kakak...!" kata Rosa .
" Nina takut kakak sedang sibuk, jadi Nina fikir takut mengganggu kakak..." jawabnya polos.
"Kau ini...kakak sudah bilang pada Nina kan...nggak boleh Nina memendam keinginan Nina, kau tahu...Nina adalah kesayangan kakak, jadi apapun. yang bisa membuat Nina bahagia, kakak akan mengusahakan sebisa kakak..." ucap Rosa sambil membelai rambut Nina. Mendengar ucapan Rosa, Nina segera memeluk Rosa .
"Trimakasih kak...Nina sekarang punya kakak yang menyayangi Nina. Nina janji Nina akan mengatakan apapun yang Nina suka,.." kata Nina dalam pelukan Rosa.
"Itu harus sayang..." ucap Rosa sambil membelai kepala Nina .
"Kak...Nina bahagia mendapat kakak angkat seperti kakak . Nina janji, Nina akan menuruti apapun perintah atau ucapan kakak . Nina janji akan belajar dengan baik dan sungguh- sungguh agar kakak bangga pada Nina..." janji Nina dalam hati.
" Ya sudah ayo kita persiapkan perayaan untuk ulang tahun Nina..." ajak Rosa sambil turun dari pembaringan setelah memasang kembali kalung milik Nina .
"Tunggu kak...!" seru Nina .
" Ada apa sayang..." kata Rosa sambil menatap kembali Nina yang sedang memegang lengannya.
"Nina ingin perayaan ulang tahun Nina hanya dengan keluarga kita saja kak...Nina tidak ingin melihat keramaian..." kata Nina perlahan .
"Maksud Nina, Nina tidak ingin mengundang teman Nina...?" tanya Rosa heran . Terlihat kepala gadis kecil itu mengangguk .
" Baiklah kalau itu kemauan Nina...tapi apa kakak boleh mengundang teman- teman kakak...?" tanya Rosa perlahan.
"Boleh kak...Nina tahu kalau teman- teman kakak orang baik semua..." jawab Nina sambil tersenyum.
" Baiklah...ayo kita turun..." ajak Rosa.
Mereka segera turun dari pembaringan dan berjalan keluar kamar Rosa. Ketika sampai di dapur terlihat Bik Narti dan bik Sum sedang memasak makanan buat makan malam. Ketika Rosa mengatakan kalau akan membuat syukuran untuk ulang tahun Nina, mereka terkejut dan bahagia. Mereka berjanji akan membuat makanan lezat untuk syukuran besok .
" Nina tidak ingin di rayakan ramai- ramai bik.. hanya kita- kita saja dan beberapa teman Rosa yang akan datang besok..." jawab Rosa sambil membelai kepala Nina .
"Kalau gitu kami akan menyiapkan makanan yang terenak buatan kami..." ucapan bik Narti dengan sigap .
"Benar..bik Sum akan membuat kue yang paling enak untuk Non Nina..." kata bik Sum sambil tertawa bahagia. Merekapun tertawa bersama.
"Oh ya Bik Sum...bagaimana sekolah putra bik Sum..apa dia sudah mendapatkan kelulusan, Rosa fikir pengumuman kelulusan sudah keluar...?" kata Rosa pada bik Sum.
"Sudah non...putra bibik sudah melihat hasil ujiannya, dia lulus Non...dan dia akan datang kemari setelah mendapatkan ijasah kelulusan ..." jawab bik Sum dengan bangga.
"Baguslah kalau begitu Bik...dan kamar di sebelah kamar bibik bisa bibik bersihkan buat putra bibik . dan soal biaya sekolah putra bibik , biar Rosa yang membereskannya.." kata Rosa dengan lembut. Mendengar ucapan Rosa bik Sum tanpa sadar memeluk Rosa dan menangis .
"Trimakasih Non Rosa...trimakasih atas kepedulian non Rosa pada putra Bibik.." kata bik Sum pada Rosa.
"Sudah jangan menangis bik...dulu bibik peduli pada Rosa, sekarang gantian Rosa yang peduli pada bibik..." kata Rosa sambil mengelus punggung bik Sum yang menangis dalam pelukannya . Setelah agak lama menangis bik Sum baru sadar kalau dia menangis dalam pelukan Rosa. dia segera melepas pelukannya.
"Maaf Non...bik Sum membuat kotor baju Non Rosa.." kata bik Sum ketika dia melihat baju Rosa yang kotor karena terkena air matanya.
"Nggak masalah..Rosa menyadari kebahagiaan Bibik..." jawab Rosa sambil tersenyum bijak.
"Ya sudah Rosa mau ruang kerja Rosa dulu, tolong makan di siapkan ya bik.. sebab Rosa sebentar lagi akan keluar.." kata Rosa sambil berdiri.
" Baik Non..." jawab mereka serempak .
"Oh ya Bik Narti...bilang pada Mang Dulah kalau aku menunggunya di ruang kerjaku.. dan kau sayang...main sama bik Narti dulu ya...kakak ada pekerjaan...." ucap Rosa sambil kembali membelai kepala Nina.
"Baik kak..." jawab Nina.
"Baik Non..." jawab bik Narti.
Rosa segera meninggalkan ruang dapur miliknya. dia berjalan masuk kedalam kamar kerjanya . Dia segera duduk di depan leptopnya. dengan asyik tangan lentiknya mulai dengan lincah bermain di atas keyboard leptopnya. Dia mulai mencari identitas tentang si Biangka .
dan beberapa menit kemudian diapun bisa melihat siapa sebenarnya Biangka, Dia tersenyum melihat semua itu.
"Ck..jadi sebenarnya dia punya keluarga yang kaya , Kenapa dia bekerja di perusahaan Rifan kalau keluarganya sendiri sekaya ini...atau..aah aku tahu... dia melakukan itu agar dia punya kesempatan untuk mendekati Rifan. ya ampuuun...Bos mesum ini ternyata idola wanita seluruh ibukota, Bisa- bisanya seperti Biangka berkorban menjadi anak buah Rifan demi mendekati pria dingin ini ..." gumam Rosa sambil tersenyum masam. Dia kembali teringat keberanian Rifan mencium bibirnya .
'Dasar pria mesum...berani sekali dia mencuri ciuman pertamaku . iist.... kenapa juga aku ingat lagi masalah itu..." ucap Rosa sambil kembali memfokuskan masalah Biangka. Dia mencoba meretas isi Ponsel Biangka...setelah beberapa saat dia dengan muda meretas isi ponsel milik Biangka. dan ketika dia membuka galeri ponsel Biangka Dia angkat tangan karena kagum, melihat begitu banyak foto Rifan dalam segala gaya. dan saat dia melihat WA Biangka Dia kaget bukan Main, ketika ada WA yang isinya Biangka menyuruh seseorang membunuhnya .
" Berani juga lo ingin membunuh gue... lo fikir segampang itu membunuh Kanaya.." ucap Rosa sambil tersenyum dingin.
Dia segera menutup leptopnya ketika terdengar ketukan di daun pintu Kamarnya.
__ADS_1
"Masuk..." ucap Rosa .
Tak lama terlihat Mang Dulah masuk kedalam ruang kerja Rosa .
"Non Rosa memanggil saya...?" tanya Mang Dulah .
"Benar mang...Rosa hanya minta tolong sama Mang Dulah untuk mengirimkan uang pada putra Bik Sum untuk ongkos kendaraan dia untuk datang kemari Mang..." kata Rosa pada mang Dulah .
"Baik Non..semua akan Mang Dulah urus..." jawab Mang Dulah. memang soal keuangan Vila Mang Dulah lah yang mengurus .
"Dan satu lagi Mang...saat putra Bik Sum sudah datang, beri dia pekerjaan sesuai dengan kemampuannya tapi jangan sampai mengganggu kuliahnya..." kata Rosa dengan menatap wajah Mang Dulah.
"Baik Non...Mamang mengerti..." ucap Mang Dulah hormat. Dia tahu sifat Nona Rosa atau Kanaya. Gadis lincah cantik dan baik hati itu tak akan tanggung- tanggung dalam membantu seseorang . Walaupun Dia putri pengusaha besar dan memiliki sendiri perusahaan , namun dia tidak memiliki sifat sombong dan angkuh sama sekali .
"Ya sudah Mang ayo kita makan , sebab sebentar lagi Rosa mau keluar. mungkin nanti agak malam Rosa datang...." ucap Rosa sambil berdiri dari kursinya .
"Baik Non..." jawab Mang Dulah lalu mengikuti Rosa keluar. Mereka berjalan ke ruang makan bersama- sama. sesampainya di sana ternyata semua penghuni Vila sudah berkumpul. merekapun segera makaan bersama.
Setelah selesai makan, Rosa berpamitan pada mereka untuk keluar rumah . Dia segera membawa mobil sport nya ke Basecamp miliknya. ketika sampai di sana ternyata sang anak buah sudah menunggunya .
"Malam Bos.." sapa mereka bersamaan.
"Malam...ada kabar apa Ron... " kata Rosa langsung sambil duduk di tempat dia biasa nya.
"Ada berita besar Bos...Wakil Geng kroya si Robert, bertransaksi senjata dari mafia Rusia Bos..." kata Roni menjelaskan .
"Benarkah...! dari mana elo tahu itu Ron..?" seru Rosa gembira .
"Ketika gue melacak keberadaan Mirna serta ingin tahu hubungan Mirna dengan kelompok Kroya, tanpa sengaja gue meretas ponsel anggota Kroya yang merupakan penghubung langsung dengan Penjual senjata ilegal itu..." kata Roni dengan perasaan bangga.
"Kau hebat Ron...kalau gitu kita akan mempersiapkan penyabutan untuk mereka...kapan transaksi itu di laksanakan Ron..." kata Rosa dengan dingin .
"Dua hari lagi di dermaga pantai XX...jam 10 malam..." kata Roni lagi. Terlihat senyum sinis di wajah cantik Rosa.
"Dan Bos sepertinya Robet memiliki hubungan dekat dengan salah satu pengusaha di kota ini..." kata Roni lagi .
"Hubungan dengan salah satu pengusaha..? pengusaha mana Ron...?" tanya Rosa kaget .
"Pengusaha yang bernama Burhan...dari PT Cakra Mas.." kata Roni lagi.
"PT Cakra Mas....? Jo...kau tahu Perusahaan itu...?" tanya Rosa pada Johan yang sejak tadi diam di sebelah Rosa .
"Perusahaan itu adalah perusahaan dalam bidang perhotelan dan Disain dan penjuakan perhiasan mewah..." kata Johan menjawab pertanyaan Rosa.
"Dia ada hubungannya dengan Perusahaan EKG yang besar itu Bos..." kata Gilang menambahkan . Gilang juga salah satu Heker andalan Rosa .
"Apaa...ada hubungan dengan Perusahaan EKG...?" tanya Rosa .
"Maksud gue...Burhan adalah adik dari pemilik Perusahaan EKG . Namun mereka saling bermusuhan, maksud Gue Bos... tuan Burhan berusaha merebut Perusahaan milik sang kakak, Dia sering membuat masalah dengan Keluarga sang kakak. beberapa bulan lalu, Dia hampir membunuh putra tunggal dari Tuan Alex . Yaitu Tuan Rifan Soni Engelo, tapi beruntung Tuan Rifan Di tolong Oleh dua orang Penolong, yangvkebetukan lewat di tempat itu . mereka lolos dari bahaya yang hampir merenggut nyawa sang pewaris...." kata Gilang menjelaskan.
"Emangnya tuan Rifan itu tidak bisa bela diri...?" tanya Rosa lagi.
"Sepandai- pandainya orang kalau kita di serang lebih dari 50 orang apakah mampu Bos....sedangkan mereka hanya dua orang ... lain lagi kalau yang di serang itu Bos Rosa.." ucap Gilang lagi.
"Gila...apa perusahaan EKG itu perusahaan keluarga...?' tanya Rosa.
"Yang aku dengar perusahaan itu murni milik tuan Alex. Tuan Alex mendirikan perusahaan itu mulai dari nol hingga jadi seperti sekarang ini. Sedang perusahaan keluarga tuan Alek di kuasa sendiri oleh adiknya yaitu Tuan Burhan...." kata Gilang lagi .
"Waah bebar- benar serakah tuan Burhan Ya..." kata Yoyok dan Budi hampir bersamaan.
"Ya sudah kita siapkan perampokan kita pada senjata yang di di beli oleh Mr Robet . Roni, Gilang...kalian kirim jam penyerahan senjata itu pada jama 12 malam pada geng Kroya . dan jam 10 malam bagian kitalah yang datang. kita harus bertindak dengan cepat. Setelah senjata berada di tangan kita, maka kita bisa memilih beberapa saja yang kita butuhkan, sebagian lagi kita berikan pada keplisian. dan kau Yoyok dan Budi, siapkan beberapa anak buah kita untuk ikut dalam penyerbuan, dan Kau Jo.. apakah kau akan ikut..." kata Rosa dengan tegas.
"Tentu saja Ros...kau fikir aku akan diam saja melihat kalian bermain...enak saja.." ucap Johan . Mendengat ucapan Johan, Rosa tertawa.
"Dan setelah operasi ini berhasil, gue minta pada kalian untuk mengawasi perusahaan Dan rumah Burhan. laporkan apapun gerakan yang mencurigakan dari Burhan. apalagi kalau sampai pimpinan Kroya itu datang kesana..." kata Rosa lagi
"Kami siap Bos..." jawab mereka serempak.
"Oh ya gue hampir lupa. besok sore aku minta kalian datang kerumah gue...ada Syukuran kecil- kecilan di rumah gue . Adik angkat gue ulang tahun..." ucap Rosa sambil berdiri dari duduknya.
"Adik angkat...? elo punya adik angkat Bos...?" tanya Roni.
"Iya ...umur 6 tahun..." jawab Rosa.
"Baik kami akan datang..." jawab Mereka serempak.
"Kalau gitu gue pulang dulu.... Asalamualaikum..." ucap Rosa mengucap salam .
"Waalaikum salam..." jawab mereka.
"Ros tunggu...!" seru Johan.
Mendengar teriakan Johan , Rosa menghentikan langkahnya.
"Ada apa Jo..." kata Rosa datar.
"Gue ikut...mobil gue masuk bengkel..." kata Johan sambil berjalan di sebelah Rosa yang telah kembali melangkah. akhirnya Rosa mengajak Joni pulang bersamanya.
Udah dulu Ya...gue lanjut besok .
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan komennya gue tunggu selalu.
Bersambung.