PERUBAHAN GADIS POLOS

PERUBAHAN GADIS POLOS
PGP.. KESEMBUHAN TUAN CHAN SIO


__ADS_3

Yujin , Risa dan Nindi masuk kedalam ruang rawat yang di jaga oleh anak buah Yujin. Saat pintu terbuka dan mereka sudah berada di dalam kamar itu. Terlihat sesosok pria paruh baya sedang tidur dengan selang infus berada di tangannya. Saat Rosa dan Nindi melihat pria paruh baya itu. Mereka berseru secara bersamaan.


"Papa....!" seru Nindi .


"Paman Sio....!" seru Rosa .


Mereka berlari mendekati pria yang terbaring di ranjang Rumah sakit . Ketika mendengar seruan dari Rosa dan Nindi , pria yang sedang tertidur itu terbangun. Dia menatap pada orang yang datang menghampirinya.


" Nindi...apakah itu kau nak...?" tanya orang itu dengan suara lemah tak percaya .


" Papa...ini benar Nindi Pa...":Kata Nindi dengan wajah penuh air mata.


"Maaf Nona...pasien jangan terlalu banyak di ajak bicara dulu , dia masih terlalu lemah . ..." ucap Yujin menasehati .


"Maaf tuan...." jawab Nindi .


"Jadi dia benar- benar tuan Sio..?" tanya Yujin dengan wajah legah.


"Benar Yui dia memang benar- benar tuan Chan Sio..." jawab Rosa.


"Sebenarnya apa yang terjadi Yui..kenapa kau menemukan dia dalam keadaan seperti ini...?" tanya Rosa .


" Nanti akan aku katakan di luar, sebaiknya kita keluar dulu. " kata Yujin pada Rosa.


"Baik Yui..." jawab Rosa.


Kemudian Rosa mendekati Nindi yang sedang duduk di dekat sang Papa.


" Di...kau temani papamu, aku akan keluar dulu... Kalau ada apa- apa panggil kami, kami akan menunggimu di luar.. " kata Rosa perlahan .


Nindi hanya menganggukkan kepalanya saja, Saat menjawab perkataan Rosa. Dia masih marasakan rasa campur aduk di dalam hatinya. Ada rasa bahagia, sedih, sakit , semua kini ada dalam hatinya. Sedangkan Rosa dan Yujin segera keluar dari ruang rawat tuan Sio. Mereka membiarkan Nindi menjaga sang Papa. Ketika sampai di luar kamar , mereka melihat Rifan. Resa, dan kedua pengawalnya sedang duduk menunggu sambil berbincang . Rosa dan Yujin segera mendekat mereka .


" Gimana..apakah dia benar- benar Paman Sio...?" tanya Resa yang juga mengenal tuan Sio.


" Iya kak... beliau memang benar- benar paman Sio..." jawab Rosa. Terlihat kebahagia di wajah Resa.


"Boleh aku melihat dia ...?" tanya Resa sambil memandang Rosa dan Yujin bergantian.


"Silahkan ..." ucap Yujin.


Resa segera berjalan masuk kedalam ruang rawat tuan Sio.


Saat tuan Sio melihat Resa, terdengar dia berbicara walau dengan perlahan.


"Resa...kau Resa kan.. " ucapnya lemah.


"Iya Paman..." jawab Resa sambil mendekati tuan Sio yang sedang berbaring .


"Pa...Jangan banyak bicara dulu.. keadaan Papa tidak diperbolehkan banyak bergerak atau bicara. Papa harus sehat dulu ..." kata Nindi dengan lebut .


"Nggak apa- apa...Papa sehat kok...mana Kanaya...?" ucap tuan Sio.


Nindi dan Resa saling berpandamgan,


"Bukanya tadi dia ada di sini Paman..." ucap Resa heran. Namun saat melihat Nindi, Resa sadar tuan Sio tidak mengenali Rosa sebagai Kanaya. apalagi melihat Nindi memberikan tanda gelengan kepala.


"Papa...Papa istirahat dulu...nanti saat Papa bangun, Kanaya pasti sudah ada di hadapan Papa..." bujuk Nindi lembut .


" Kenapa tidak sekarang...papa sehat kok nak..." ucap tuan Sio .


"Tidak Pa...lagian nindi masih keluar . sekarang Papa harus banyak istirahat, agar Papa bisa lebih cepat keluar dari rumah sakit..." kata Nindi membujuk .


"Baiklah Papa istirahat.." ucap tuan Sio mengalah sambil memejamkan matanya .


Sedang diluar ruang perawatan tuan Sio, Terlihat Rosa sedang berbicara dengan Yujin dan Rifan.


"Yui..kau bisa cerita pada kami sekarang kan...? Di mana kau menemukan Paman Sio...?" tanya Rosa sambil duduk di sebelah Rifan. Rifan merasa bahagia melihat sang kekasih duduk di sebelahnya. Dia menggenggam tangan Rosa dengan mesra.


"Iya, iya...kenapa kau tidak sabaran sich...." goda Yujin. Di duduk di sebelah Rosa. Dia sadar kalau ada tatapan dingin yang menatapnya . Namun dia tetap duduk dengan tenang. karena dia menganggap Rosa bagai adik sendiri. dan dia lebih dulu mengenal Rosa dari pada Rifan .


"Saat itu kami sudah mencari tuan Chan Sio di seluruh negara China, Paman Whang sudah mengerahkan anak buah kita keseluruh dataran China . namun kami tidak menemukan jejak keberadaan tuan Chan Sio. Akhirnya kami mencari tuan Sio di luar Negara China. Ternyata dengan cara seperti itu, kami belum bisa menemukan keberadaan dia. Sampai kami mencari di ke Italia pun kami belum mendapatkan jejak tuan Sio. Sampai akhirnya beberapa bulan yang lalu, saat kami menghadiri pertemuan dengan Yakusa, kau masih tahu kelompok Yakusa kan ..?"Tanya Yujin pada Rosa.


"Aku masih ingat kelompok itu, tapi aku tidak tahu Bos mereka..." jawab Rosa.

__ADS_1


"Aku mengenal Bos mereka...dia temanku namanya Exsal Johanda..." ucapan Rifan membuat Rosa kaget. Dia merasakan perasaan Sedih marah dan kecewa. Untunglah perubahan wajah Rosa tidak di sadari oleh Rifan dan Yujin.


" Kami di ajak kepasar gelap mereka. Di sanalah tanpa sengaja aku melihat seorang budak yang sedang mendapat hukuman dari pemiliknya. seorang pria kaya, yang terkenal dengan kesadisan dan kekejamannya. Dia mengajar budaknya dengan tidak berperi kemanusiaan. Dan saat kami lewat di dekat mereka, tanpa sengaja Pria yang di hajar oleh pria itu jatuh di dekat kita. Otomatis kami terhenti dan tanpa sadar melihat wajah yang terlentang dengan tubuh bersimbah dara di depan kami . aku melihat nyawa pria itu sudah berada di ujung kematiaannya. Dan kami kaget saat melihat wajah pria yang mereka siksa, Dia mirip dengan foto yang kau berikan padaku. Akhirnya dengan sedikit taktik, aku meminta pada majikannya untuk menjualnya padaku. Mungkn karena mereka fikir tak ada gunanya juga memelihara pria yang sudah hampir mati itu. Akhirnya dia memberikan tuan Sio demgan harga murah . Dan kau tahu dari mana mereka membeli tuan Sio...?" lanjut Yujin.


"Dari mana..?" tanya Rosa dan Rifan hampir bersamaan. sehingga mereka melihat satu sama lain. menyadari kalau mereka berdua sama- sama penasaran , mereka tersenyum geli.


"Mereka membeli tuan Sio dari Negri China. mereka membeli di lelang pasar gelap ..." jawab Yujin yang membuat mereka berdua kaget.


"Ya ampuun....aku yakin semua ini perbuatan tuan Chan Luo . aku tidak mrnyangka pria itu sejahat itu. tapi masih untung mereka tidak membunuh Paman Sio..." ucap Rosa sambil bernafas lega.


"Tapi dengan cara seperti itu, Chan Luo lebih menyiksa tuan Sio Bee..." kata Rifan tak terima.


"Iya sich...tapi kita bisa melihat kembali paman Sio kan...dan Nindi bisa bertemu kembali dengan Papanya..." kata Rosa.


"Iya juga ..." kata Rifan membenarkan.


"Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang Kai...?" tanya Yujin pada Rosa.


"Membuat dia membayar semua ini . namun aku tidak bisa menghancurkan perusahaan Chan...karena perusahaan itu milik paman Chan Sio dan Nindi. aku akan membuat mereka mengembalikan semua milik Nindi..." ucap Rosa dengan wajah kesal.


"Tenang Bee...aku akan membantu mu untuk mengambil kembali perusahaan itu dari tangan tuan Chan Luo..Aku yakin tak lama lagi kita akan membuat dia kehilangan jabatannya...." kata Rifan meyakinkan Rosa.


"Trimakasih Kak...aku memang butuh bantuanmu , Bukankah kau memiliki hubunga kerja dengan mereka...?' kata Rosa.


" Iya Bee.." jawab Rifan.


Mereka berbincang bersama membuat rencana sambil menunggu Nindi . Asep dam Mamat juga ikut bergabung


Saat hari sudah semakin sore, Mereka ingin segera pulang , namun ternyata Nindi ingin menjaga sang Papa . Akhirnya Rosa , Rifan, Resa serta kedua pengawalnya pulang bersama Yujin .


Setelah mengantarkan mereka semua, Yujin menjemput tuan Whang di bandara. Ketika samoai di Rumah , tuan Whang mencari Sindi yang kebetulan masih berada di dalam kamarnya . Saat dia melihat keadaan Rosa yang sehat, paman Whang bahagia. Saat dia bertemu dengan Rifan, terlihat keterkejutan di mata Paman Whang, begitu juga dengan Rifan .


" Mr Whang...!" seru Rifan dengan wajah kaget .


" Rifan kau kah itu..?" kata tuan Whang tak percaya.


" Lo kalian saling mengenal...?" tanya Rosa tak percaya.


"Dia adalah dosen di universitas UG. sekaligus Dosen pembimbingku..." seru Rifan sambil berjalan kearah tuan Whang.


"Baik Fan... kau semakin gagah dan tampan Nak..." goda tuan Whang sambil menjabat tangan Rifan .


" Bisa saja Mr Whang.. ...Sya kebetulan baik- baik saja, tidak ku sangka kalau orang yang sangat di sayangi gadisku adalah Mr Whang..." jawab Rifan sambil tersenyum.


"Apaa...Kai gadismu...? sejak kapan itu.?" tanya tuan Whang sambil menatap Rifan dan Rosa bergantian.


"Cukup lama Mr Whang..." kata Rifan bangga.


"Kai...apakah terakhir kali kita bertemu kau sudah memiliki hubungan dengan dia...?" tanya tuan Whang pada Rosa.


"Sudah Paman...tapi ada sedikit masalah di antara kami..." jawab Rosa sambil menatap Rifan.


"Jangan kalian bilang karena ada wanita ketiga di antara kalian...?" tebak tuan Whang.


"Bukan Mr Whang...ada sedikit kesalah pahaman di antara kami ..." Rifan menyelah percakapan Rosa .


"Oo Syukurlah..tapi sekarang sudah selesai kan...kalau tidak aku akan membawa Kai jauh darimu dan kau tidak akan pernah menemukan dia lagi Fan, Ingat itu... !" ancam tuan Whang dengan tegas.


"Saya mengerti ...mana mungkin saya berani melakukan itu pada dia Mr Whang , ...' kata Rifan lagi.


"Baguslah .. aku senang kalau kau menyayangi Kai . dan kau Fan...jangan memanggilku seperti itu, panggil saja aku pamab Whang seperti Kai memanggilku ...." kata tuan Whang pada Rifan.


.


"Baik Paman..." jawab Rifan..


Mereka berbincang bersama sampai saat makan malam di tiba . Mereka akhirnya pergi keruang makan bersama- sama.


Tak terasa hampir dua minggu sudah Rosa berada di Amerika. empat hari yang lalu Rifan harus pulang ke Tanah air karena ada masalah di perusahaan . dan Rifan berjanji pada Rosa akan menekan perusahaan tuan Chan saat dia tiba di tanah Air. Sedangkan Resa sendiri satu minggu yang lalu sudah pulang ke tanah Air karena Ada pertemuan klian yang tidak bisa di wakilkan.


Kini keadaan tuan Chan Sio Sudah mulai membaik. hanya tinggal luka luar saja yang belum benar- benar sembuh. namun beberapa hari lagi pasti tinggal bakasnya sama


Hari ini da sudah bisa pulang . Dan besok mereka berencana akan segera pulang kembali ke indonesia.Jam 8 pagi waktu Amerika, Rosa pergi kerumah sakit . Ketika sampai di sana, Dia melihat tuan Sio dan Nindi sudah bersiap- siap .

__ADS_1


"Kalian sudah siap...?" tanya Rosa pada Nindi .


"Kami sudah menunggumu sejak tadi Ros.. Papa sudah tidak sabar ingin pulang ..." jawab Nindi.


"Kalau begitu Ayo kita pulang..." kata Rosa dengan wajah gembira.


Tapi terlihat tuan Chan Sio hanya diam saja. Dia menatap Rosa dengan seksama. melihat itu Rosa menatap tuan Chan Sio.


"Ada apa Paman...?" tanya Rosa pada tuan Chan Sio .


"Nak...siapa kau sebenarnya...aku merasakan keakrapan saat manatapmu.. aku berfikir di mana aku pernah mengenalmu, namun aku merasa kalau aku belum pernah bertemu denganmu. ?" tanya tuan Sio sambil menatap Rosa.


Rosapun kaget mendengar perkataan tuan Sio. begitu juga dengan Nindi.


"Pa...." ucap Nindi perlahan. Dia takut Rosa tersinggung. namun jawaban Rosa membuat Nindi tenang


"Paman...secara fisik Kita memang belum pernah bertemu dengan Paman, tapi paman jangan kaget , namaku Rosa paman...tapi aku juga Kanaya teman kecil Nindi dan juga gadis manis putri yang Paman Sio kenali ...." Kata Rosa dengan pelan.


"Apa maksudmu nak..." tanya tuan Chan Sio tak mengerti.


Akhirnya Rosa menceritakan semua yang terjadi padanya, Mendengar cerita dari Rosa, tuan Chan Sio sangat kaget. tak berapa lama dia memeluk Rosa sambil Menangis.


"Nak....trimakasih Paman ucapkan Padamu, andai kau tidak perduli pada Nindi, aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada Nindi..." kata tuam Sio dengan emosi.


"Tidak Paman....itu juga kesalahan Kanaya, mereka menangkap Nindi, karena mereka tahu kedekatan Kanaya dengan Nindi..." kata Rosa dengan perasaan sedih.


"Tapi karena kejadian itu, kau terluka dan Mati .." ucap tuan Chat Sio lagi .


"Bukankah sekarang Rosa masih hidup paman...lagian dengan tubuh Kanaya sekarang , Kanaya lebih cantik lagi..." ucap Rosa sambil tertawa .


Mendengar ucapan Rosa, Nindi dan sang Papa tertawa.


"Kau ini , untung Tuhan masih memberikan pertolongan padamu, hingga kau terlahir pada tubuh ini...andai tidak, kau pasti sekarang sudah berada di alam lain..." kata tuan Chan Sio sambil tertawa dan mengacak rambut Rosa .


Mereka tertawa bersama.


"Ya sudah, ayo kita pulang ... dan besok pagi kira pulang kembali ke indonesia..." kata Rosa sambil berdiri dari duduknya di ikuti Nindi dan tuan Chan Sio. Mereka segera keluar dari ruang rawat tuan Chan Sio. Saat menyelesaikan administrasi , ternyata Rosa tidak di mintai biaya sepeserpun, oleh rumah sakit . karena sudah ada rekomendasi dari tuan Whang. Akhirnya mereka pulang kerumah tuan Whang.


Dengan memakai kendaraan milik tuan Whang, Asep membawa mereka semua kembali kerumah tuan Whang .


Sesampainya di rumah tuan Whang, Rosa dan Nindi serta sang papa menemui Pria paruh baya yang sangat menyayangi Rosa . Merek mengucapkan terimakasih atas semua pertolongan yang telah di berikan pada tuan Whang.


"Ck. kau ini...keluarga yang memang sangat kau sayangi, adalah keluarga paman juga. Lalu untuk apa kau mengucapkan Terimakasih pada paman ..?" kata tuan Whang sambil mengusap kepala Rosa dengan sayang.


"Kai tahu....tapi Kai dan Nindi harus mengucapkan banyak terimakasih pada paman Whang..bagaimanapun tampa pertolongan Paman, Kai tidak akan bisa menemukan Paman Sio, dan mungkin Kai akan terlambat menemukannya..." kata Rosa lagi.


"Benar kata Kanaya tuan, Andai saya tidak bertemu dengan anak buah tuan,mungkin saya sudah tidak ada di dunia ini lagi . karena itu saya mengucapkan banyak- banyak terimakasih pada tuan..." ucap tuan Chan Sio menambahkan.


"Baiklah, baiklah...aku menerima ucapan Terimakasih kalian. Sekarang kalian boleh tenang ...." ucap tuan Whang dengan sabar.


"Paman boleh Kai meminta sesuatu pada Paman...?" tanya Rosa.


"Apa itu sayang....?" tanya tuan Whang lembut .


"Boleh Rosa memanggil Paman dengan sebutan Papa....?" kata Rosa kembut.


"Apa Kai....?" kata tuan Whang dengan wajah kaget . Melihat sikap tuan Whang yang terlihat kaget , membuat Rosa merasa bersalah. Mungkin tuan Whang tidak menyukai panggilan dia.


"Maaf...kalau itu terlalu berlebihan , hanya saja Kai merasa Paman Whang seperti Papa kandung Kai..." ucap Rosa dengan wajah sedih dan takut.


"Tunggu...kau ingin memanggil Paman dengan sebutan Papa...?" tanya tuan Whang dengan wajah gembira.


"Tapi kalau Paman tidak suka nggal masalah kok Paman..." ucap Rosa cepat- cepat.


"Dasar Bodoh....tentu saja Paman mau nak... kau sudah Paman anggap bagai putri Paman Sendiri...jadi mulai sekarang kau adalah putri Papa, putri yang harus menjadi putri Papa yang sesungguhnya, hakmu di keluarga Pap sama seperti kakakmu Si Wilson dan Samuel. Kau adalah adik bungsu mereka , kau mau...?" kata tuan Whang dengan wajah bahagia .


"Tentu saja Pa...siapa yang tidak mau punya kakak setampan dan secerdas kak Wilson dan kak Samuel,..." seru Rosa bahagia. Dan tuan Whang segera mnelfon istri dan Anak- anaknya , Dia mengceritakan Soal Rosa yang kini sudah menjadi putri dan adik mereka . Tentu saja nyonya Whang dan putra- putramya menyambut kabar itu dengan bahagia. Sebab memang sejak dulu mereka ingin Kanaya menjadi keluarga mereka. Mereka meminta agar Rosa menyempatkan diri untuk datang ke Italia. Rosapun berjanji saat urusan dengan tuan Chan Luo saudara kembar tuan Chan Sio sudah selesai , Rosa akan bermain ke Italia.


Melihat kebahagian Rosa dan tuan Whang, tuan Chan Sio ikut bahagia juga . Dia menyadari kalau Semua kebaikan yang Rosa dapatkan, karena sifat Rosa yang terlalu baik dengan orang sekitarnya. Gadis yang tak segan mengorbankan diri demi keselamatan dan kebahagiaan orang terdekatnya. .


maaf kalau masih banyak typo nya.


jangan lupa like, vote dan komennya selalu author ingatkan . jangan bosan ya..

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2